INI dan IPPAT Purwakarta Gelar Donor Darah di RSUD Bayu Asih

AKURAT JABAR- Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Kabupaten Purwakarta menggelar aksi donor darah di RSUD Bayu Asih, Sabtu, 29 Agustus 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Aksi sosial ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian organisasi profesi tersebut terhadap kebutuhan stok darah di Kabupaten Purwakarta yang dinilai masih tinggi.
Ketua Pelaksana Donor Darah INI dan IPPAT Kabupaten Purwakarta, Desy Roosarina Dewi, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk perayaan HUT RI yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Menurut dia, peringatan HUT RI biasanya diisi dengan berbagai perlombaan yang melibatkan notaris, PPAT, staf, hingga keluarga. Namun, tahun ini para anggota memilih kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
"Biasanya rangkaian kegiatan hanya diisi dengan lomba-lomba yang diikuti para notaris, PPAT, staf dan juga keluarga. Tetapi tahun ini berbeda. Perayaan HUT RI-nya, kita meriahkan melalui aksi sosial donor darah," ujar Desy.
Gagasan donor darah tersebut, kata Desy, muncul setelah menjadi aspirasi mayoritas notaris dan PPAT di Purwakarta. Mereka juga kerap memperoleh informasi mengenai keterbatasan stok darah yang dibutuhkan masyarakat.
Atas kondisi tersebut, INI dan IPPAT kemudian menggandeng RSUD Bayu Asih untuk menyelenggarakan kegiatan donor darah.
"Alhamdulillah, sambutan dari Pak Direktur RSUD sangat positif. Ini menjadi semangat buat kami," katanya.
Sebanyak 118 orang hadir dalam kegiatan tersebut. Para peserta terdiri atas notaris, PPAT, staf, serta anggota keluarga. Dari jumlah itu, panitia menargetkan sedikitnya 60 peserta dapat memenuhi syarat dan mendonorkan darahnya.
Sebelum melakukan donor, peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Proses skrining tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan Puskesmas Koncara untuk memastikan kondisi peserta memenuhi persyaratan medis.
"Jadi, pendonor ini telah dites oleh tim medis dari puskesmas untuk mengetahui layak atau tidaknya. Dan aksi sosial ini sangat disambut baik oleh jajaran di INI maupun PPAT," ujar Desy.
Desy mengatakan tingginya respons peserta mendorong INI dan IPPAT untuk melanjutkan kegiatan serupa. Ke depan, aksi donor darah tersebut diharapkan dapat menjadi agenda rutin setiap tahun.
"Insya Allah, aksi donor darah ini akan terus berlanjut," katanya.
Direktur RSUD Bayu Asih, dr. Tri Muhammad Hani, mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan INI dan IPPAT Purwakarta. Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kebutuhan darah sekaligus memperkuat kolaborasi antara rumah sakit dan organisasi profesi.
"Terima kasih, karena telah mempercayakan RSUD Bayu Asih sebagai tempat pelaksanaan kegiatan donor darah. Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kolaborasi yang sangat positif sekaligus wujud nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan," ujar pria yang akrab disapa Dokter Hani tersebut.
Dr. Hani menjelaskan kebutuhan darah di RSUD Bayu Asih saat ini mencapai sekitar 850 hingga 1.000 kantong setiap bulan. Namun, Instalasi Pengelolaan Darah Rumah Sakit (IPDRS) RSUD Bayu Asih baru mampu memenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan tersebut.
Pada periode tertentu, pemenuhan stok bahkan dapat berada di bawah angka tersebut. Salah satu penyebabnya adalah jumlah pendonor yang belum sebanding dengan kebutuhan darah di rumah sakit.
Untuk memenuhi kebutuhan hingga 1.000 kantong darah per bulan, RSUD Bayu Asih membutuhkan dukungan masyarakat melalui kegiatan donor darah yang dilakukan secara masif, terencana, dan berkelanjutan.
Kebutuhan darah tersebut salah satunya digunakan untuk pelayanan pasien thalassemia. RSUD Bayu Asih menjadi salah satu pusat pelayanan pasien thalassemia untuk wilayah Purwakarta, Subang, dan Karawang atau Purwasuka.
Kondisi tersebut membuat ketersediaan darah secara berkesinambungan menjadi faktor penting dalam menjaga pelayanan bagi pasien yang membutuhkan transfusi secara rutin.
RSUD Bayu Asih dan INI-IPPAT Purwakarta pun berencana mengembangkan kerja sama tersebut. Kegiatan donor darah diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan tahun ini, tetapi dapat menjadi agenda tahunan dengan cakupan peserta yang lebih luas.
Ke depan, kegiatan tersebut juga diharapkan terbuka bagi masyarakat umum yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk ikut mendonorkan darah.
Selain membantu memenuhi kebutuhan darah rumah sakit, kegiatan rutin tersebut diharapkan dapat membangun budaya donor darah sukarela di tengah masyarakat Purwakarta dan wilayah sekitarnya.
"Karena itu, kami sangat berterima kasih atas dukungan INI dan IPPAT. Kami berharap kolaborasi seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin dan dikembangkan menjadi agenda tahunan bersama yang melibatkan masyarakat secara terbuka," jelas dr. Hani.
"Kami ingin kegiatan donor darah ini menjadi gerakan kepedulian bersama, karena setiap kantong darah yang didonorkan memiliki arti yang sangat besar dan dapat menjadi harapan hidup bagi pasien yang membutuhkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengenal Habibi Samsul Bahri, Bakal Calon BPD Cikumpay dari RW 02
- 2Persib Tekuk Cong Viettel, Dua Kartu Merah Warnai Duel Panas ACL Two
- 3HMM dan HMTI STT Wastukancana Perkuat Kepedulian Sosial Melalui Santunan Anak Yatim
- 4Respon Tegas Om Zein Wajibkan Siskamling dan Jam Malam Siswa di Purwakarta
- 513.044 Pekerja Kena PHK di Jabar, 24 Ribu Lowongan Kerja Disiapkan
- 6Pemprov Jabar Bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah, Sekda Herman Siap Turun Langsung
- 7Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang
- 8Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 9Pemprov Jabar Benahi Kawasan Stadion GBLA, Akses Tol, Banjir, hingga Hunian Warga Jadi Prioritas
- 10Varietas Cabai Tahan Penyakit Jadi Strategi Hadapi Kemarau Panjang





