Jabar

Refleksi 96 Tahun: Perjalanan Panjang Bayu Asih dalam Mewujudkan Pelayanan Ekstra Untuk Masyarakat

Aris Rismawan | 19 Oktober 2026, 12:20 WIB
Refleksi 96 Tahun: Perjalanan Panjang Bayu Asih dalam Mewujudkan Pelayanan Ekstra Untuk Masyarakat
RSUD Bayu Asih Purwakarta - net

AKURAT JABAR, PURWAKARTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih, ternyata merupakan fasilitas kesehatan yang cukup tua di Kabupaten Purwakarta. Pada Jumat (18 Oktober 2024) kemarin, rumah sakit milik pemerintah ini genap berusia 96 tahun.

Hampir satu abad, Rumah Sakit Bayu Asih beroperasi dengan segala plus minusnya. Tentu, banyak perjalanan yang telah dilalui hingga rumah sakit plat merah ini bisa tetap eksis di tengah perkembangan jaman.

Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, dr Tri Muhammad Hani mengatakan, sejauh ini pihaknya terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan di berbagai sisi.

Ikhtiar ini, bagian dari upayanya dalam mengemban amanah memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya.

"Di usia yang tidak lagi muda ini, Ada keberhasilan yang patut kita syukuri, ada pengabdian yang layak kita hargai, tetapi juga ada kekurangan, keterbatasan, dan berbagai persoalan yang harus kita akui serta terus kita perbaiki," ujar pria yang karib disapa dr Hani itu, belum lama ini.

Hani menuturkan, tahun ini pihaknya memilih untuk memperingati Milangkala RSUD Bayu Asih secara sederhana, tanpa perayaan besar-besaran.

Bukan tanpa alasan, pihaknya tak ingin ada perayaan HUT di tengah keprihatinan terhadap bencana kabut asap yang melanda sebagian wilayah, tuntutan efisiensi anggaran, serta kesibukan seluruh jajaran rumah sakit dalam mempersiapkan akreditasi.

Sehingga, pihaknya memandang bahwa momentum ulang tahun ini lebih bermakna apabila dijadikan sebagai ruang untuk bersyukur, merenung, mengevaluasi diri, dan memperkuat komitmen pengabdian.

"Karena sesungguhnya, yang terpenting bukanlah seberapa meriah kita merayakan ulang tahun, melainkan seberapa besar manfaat dan kebaikan yang telah kita berikan kepada masyarakat," jelas dia.

Dalam kesempatan ini, pihaknya turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Purwakarta dan sekitarnya atas kepercayaan yang telah diberikan kepada RSUD Bayu Asih selama 96 tahun perjalanan pengabdiannya.

"Dari lubuk hati yang paling dalam, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat," tegas dia.

Menurut dia, Kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus terus dijaga oleh jajarannya. Karena, pihaknya menyadari sepenuhnya bahwa perjalanan pelayanan RSUD Bayu Asih masih jauh dari sempurna.

"Masih banyak kekurangan yang harus kami benahi. Masih ada pelayanan yang belum memenuhi harapan. Masih ada keluhan yang belum tertangani dengan baik. Bahkan, mungkin masih ada masyarakat dan keluarga pasien yang pernah merasa kecewa, kurang nyaman, atau belum mendapatkan pelayanan sebagaimana yang mereka harapkan," kata dia.

Untuk semua itu, atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Civitas Hospitalia RSUD Bayu Asih Purwakarta, pihaknya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya.

"Kami tidak ingin menutupi kekurangan dengan sederet keberhasilan, ataupun menjadikan berbagai keterbatasan sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri," tambah dia.

Pihaknya juga menyadari bahwa di balik setiap keluhan, ada harapan masyarakat yang belum sepenuhnya mampu terpenuhi. Di balik setiap kritik, ada kepedulian dan keinginan agar RSUD Bayu Asih menjadi lebih baik.

Karena itu, kritik, saran, dan masukan dari masyarakat akan senantiasa dijadikan cermin jajarannya untuk berintrospeksi dan bahan evaluasi untuk terus berbenah.

"Kami memahami bahwa pelayanan kesehatan bukan semata-mata tentang gedung yang megah, peralatan yang canggih, atau berbagai penghargaan yang berhasil diraih," tambah dia.

Lebih dari itu, pelayanan kesehatan adalah tentang kepedulian, ketulusan, keramahan, kecepatan, keselamatan, dan bagaimana setiap pasien diperlakukan secara manusiawi, dengan penuh empati serta penghormatan terhadap martabatnya.

"Kepada seluruh Civitas Hospitalia RSUD Bayu Asih yang saya banggakan, Milangkala ke-96 ini hendaknya menjadi momentum refleksi kita bersama," jelas dia.

Jangan sampai panjangnya usia rumah sakit membuat kita merasa telah cukup baik. Sebaliknya, semakin bertambah usia, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjadi lebih baik.

Terkait persiapan akreditasi yang sedang dijalani, pihaknya berharap, hendaknya tidak dimaknai semata-mata sebagai upaya memperoleh predikat atau sertifikat.

Akreditasi harus menjadi bagian dari ikhtiar kita membangun budaya mutu, budaya keselamatan pasien, kedisiplinan, profesionalisme, dan kepedulian yang benar-benar hadir dalam pelayanan sehari-hari.

Pembenahan harus terus kita lakukan di semua lini, mulai dari tata kelola organisasi, manajemen, sarana dan prasarana, sistem pelayanan, hingga sikap, perilaku, dan budaya kerja seluruh pegawai.

Tidak harus menunggu segala sesuatunya sempurna untuk mulai melakukan perubahan. Perbaikan sekecil apa pun, apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh, konsisten, dan bersama-sama, akan membawa perubahan yang besar.

"Saya percaya, dengan kebersamaan, kerja keras, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab seluruh Civitas Hospitalia, RSUD Bayu Asih akan terus tumbuh menjadi rumah sakit yang semakin baik dan semakin dipercaya masyarakat," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.