Jabar

Polda Jabar Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang ke Perairan Jawa Barat

Didin Wahidin | 13 September 2026, 20:02 WIB
Polda Jabar Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang ke Perairan Jawa Barat
Polda Jabar memperluas pemantauan perairan Jawa Barat untuk membantu pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda. - (Akurat Jabar/Humas Polda Jabar)

AKURAT JABAR – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) turut memperluas upaya pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperluas pemantauan hingga ke sejumlah wilayah perairan Jawa Barat. Polisi juga mengajak masyarakat nelayan serta jajaran Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) untuk ikut mengamati kondisi di laut.

Pelibatan nelayan dinilai penting untuk memperbesar jangkauan informasi di lapangan. Terlebih, terdapat kemungkinan objek atau korban terbawa arus laut dari sekitar Selat Sunda menuju wilayah perairan Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengatakan pihaknya sedang mengantisipasi kemungkinan tersebut.

"Apakah di situ (perairan Selat Sunda) ada kemungkinan bisa hanyut sampai ini (perairan Jabar)," kata Pipit kepada wartawan di Kabupaten Garut, Jumat (11/09/2026).

Baca Juga: Polda Jabar Tegas Soal Konten Teror Pocong Viral, Kreator Hoaks Terancam Diproses Hukum

Polda Jabar Libatkan Nelayan

Pipit menjelaskan, informasi mengenai hilangnya rombongan jurnalis telah disampaikan kepada masyarakat nelayan di wilayah Jawa Barat.

Selain itu, jajaran Satpolairud juga diminta meningkatkan perhatian terhadap wilayah perairan yang menjadi area aktivitas masyarakat.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas pencarian di luar titik awal hilangnya rombongan. Dengan melibatkan nelayan, informasi mengenai kemungkinan adanya benda atau tanda-tanda keberadaan korban dapat lebih cepat diteruskan kepada petugas.

Polda Jabar berharap masyarakat yang beraktivitas di laut dapat memberikan informasi apabila menemukan sesuatu yang berkaitan dengan operasi pencarian.

Pemantauan tersebut sekaligus melengkapi operasi SAR gabungan yang hingga kini masih berlangsung di wilayah Selat Sunda.

Lima Jurnalis Hilang Kontak

Lima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat bersama tiga awak kapal untuk melakukan peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Rombongan menggunakan kapal cepat dari wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang, Banten. Namun, komunikasi dengan mereka terputus pada Senin (7/9/2026).

Sejak saat itu, keberadaan delapan orang yang berada dalam kapal tersebut belum diketahui.

Kelima jurnalis yang masuk dalam daftar pencarian adalah Muhammad Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu Agency.

Mereka berada di kawasan perairan Selat Sunda untuk menjalankan tugas jurnalistik sekaligus mendokumentasikan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang saat itu mengalami peningkatan aktivitas erupsi.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya yang berada di kapal tersebut. Dengan demikian, total terdapat delapan orang yang masih menjadi bagian dari operasi pencarian.

Baca Juga: Rompi Press Tak Mampu Selamatkan Saleh Aljafarawi: Jurnalis Muda Asal Palestina Ditembak di Tengah Gencatan Senjata Gaza

Operasi SAR Terus Diperluas

Upaya pencarian tidak hanya dilakukan di sekitar titik terakhir rombongan diketahui berada. Tim SAR gabungan secara bertahap memperluas sektor penyisiran berdasarkan berbagai pertimbangan, termasuk kondisi cuaca, arah angin, gelombang dan kemungkinan pergerakan arus laut.

Pada perkembangan terbaru, operasi pencarian telah memasuki hari keenam pada Minggu (13/9/2026).

Tim SAR gabungan memperluas area pencarian hingga sekitar 6.010 mil laut persegi dan membaginya menjadi enam sektor. Pencarian dilakukan melalui unsur laut dan udara dengan melibatkan sejumlah kapal serta helikopter.

Perluasan wilayah tersebut menunjukkan besarnya cakupan operasi untuk menemukan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Sebelumnya, pada hari kelima pencarian, tim SAR juga menemukan sejumlah benda saat melakukan penyisiran di sekitar perairan selatan Gunung Anak Krakatau.

Empat benda yang ditemukan berupa jeriken, helm dan dua jaket. Namun, hingga laporan tersebut disampaikan, benda-benda itu belum dapat dipastikan berkaitan dengan kapal cepat atau delapan orang yang masih dalam pencarian.

Temuan tersebut tetap ditindaklanjuti oleh tim SAR melalui pemantauan lebih lanjut menggunakan peralatan udara. Petugas masih melakukan verifikasi untuk mengetahui apakah benda-benda tersebut memiliki keterkaitan dengan rombongan yang hilang.

Baca Juga: Presiden Prabowo Bertemu 7 Jurnalis dari 7 Media di Hambalang Bahas Isu-isu Terkini

Sinyal Komunikasi Turut Dilacak

Selain penyisiran melalui jalur laut dan udara, pencarian juga didukung pemantauan jaringan telekomunikasi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau sinyal perangkat komunikasi milik lima jurnalis dan tiga orang lainnya yang hilang.

Pemantauan dilakukan melalui jaringan BTS di sekitar Selat Sunda, termasuk wilayah Banten dan Lampung. Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio di kedua wilayah tersebut juga dilibatkan untuk memeriksa kemungkinan adanya sinyal yang tertangkap.

Data yang diperoleh dari pemantauan jaringan kemudian diteruskan kepada tim SAR sebagai bahan untuk menentukan kemungkinan lokasi keberadaan rombongan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari pencarian multidisiplin yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat pesisir hingga unsur lainnya.

Peran Nelayan Dinilai Penting

Keterlibatan masyarakat pesisir juga menjadi salah satu unsur penting dalam operasi pencarian. Nelayan memiliki pengetahuan mengenai karakteristik perairan yang menjadi wilayah aktivitas mereka sehari-hari.

Sebelumnya, warga pesisir di sekitar Carita juga ikut membantu penyisiran dengan menggunakan armada lokal. Mereka menyisir sejumlah kawasan perairan yang dinilai memiliki kemungkinan berkaitan dengan jalur pergerakan korban.

Dalam konteks perluasan pencarian ke wilayah Jawa Barat, informasi dari nelayan dapat membantu petugas apabila terdapat benda atau tanda-tanda yang ditemukan di laut.

Karena itu, Polda Jabar meminta jajaran Satpolairud dan masyarakat nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan selama melakukan aktivitas di perairan.

Informasi sekecil apa pun yang berpotensi berkaitan dengan operasi pencarian diharapkan dapat segera dilaporkan kepada pihak berwenang sehingga dapat diverifikasi dan ditindaklanjuti.

Baca Juga: Polda Jabar Kerahkan 2.000 Personel Amankan Laga Persib vs Persijap di Stadion GBLA

Polda Jabar Berharap Korban Segera Ditemukan

Polda Jabar menyatakan langkah pemantauan di wilayah perairan Jawa Barat dilakukan untuk membantu memperbesar peluang ditemukannya lima jurnalis dan tiga awak kapal.

Perluasan pencarian juga menjadi bentuk dukungan antardaerah terhadap operasi kemanusiaan yang dipimpin tim SAR di Selat Sunda.

Hingga perkembangan terbaru pada Minggu (13/9/2026), delapan orang yang berada dalam kapal cepat tersebut masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan penyisiran melalui sejumlah sektor yang telah ditentukan.

Dengan semakin luasnya area pencarian, koordinasi antarinstansi dan masyarakat menjadi faktor penting. Informasi dari nelayan, warga pesisir maupun pengguna transportasi laut dapat menjadi tambahan bagi petugas dalam menentukan titik yang perlu diperiksa.

Polda Jabar berharap seluruh upaya tersebut dapat membantu mempercepat proses pencarian dan memberikan titik terang mengenai keberadaan para jurnalis serta awak kapal yang hilang kontak.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan mengedepankan keselamatan personel di tengah kondisi perairan dan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai keberadaan korban. Informasi resmi dari tim SAR dan instansi yang terlibat menjadi rujukan utama dalam mengikuti perkembangan operasi pencarian.***

Baca Juga: Kabasarnas dan Kapolda Jabar Tinjau Kesiapan Posko Terpadu KM 57 Tol Japek

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.