Jabar

Ekonomi Jabar Moncer! Neraca Perdagangan Jawa Barat 2026 Surplus USD 2,12 Miliar

Didin Wahidin | 3 Maret 2026, 18:07 WIB
Ekonomi Jabar Moncer! Neraca Perdagangan Jawa Barat 2026 Surplus USD 2,12 Miliar
BPS merilis data ekspor impor terbaru. Neraca perdagangan Jawa Barat 2026 alami surplus USD 2,12 miliar pada Januari.

AKURAT JABAR – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat melaporkan performa impresif pada rilis perkembangan ekspor dan impor periode Januari 2026. Tercatat, neraca perdagangan Jawa Barat 2026 mencetak surplus sebesar USD 2,12 miliar pada awal tahun ini.

Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, mengungkapkan bahwa nilai ekspor Jawa Barat pada Januari 2026 menembus angka USD 3,14 miliar.

Capaian ini tumbuh positif sebesar 3,75 persen jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Baca Juga: BPS Jabar Catat Adanya Kenaikan Ekspor Jawa Barat

Dominasi Sektor Industri dan Golongan Barang Utama

Ari menjelaskan bahwa sektor industri manufaktur masih menjadi tulang punggung utama ekspor Tanah Pasundan dengan kontribusi mencapai 98,77 persen.

Sementara itu, sektor pertanian menyumbang 0,79 persen, disusul migas 0,43 persen, dan tambang 0,01 persen.

Faktanya, terdapat tiga golongan barang yang mendominasi pengapalan ke luar negeri, yaitu:

  1. Kendaraan dan bagiannya.

  2. Mesin dan perlengkapan elektrik.

  3. Mesin dan peralatan mekanis.

"Amerika Serikat tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar kami dengan nilai USD 527,75 juta, atau naik USD 28,22 juta dibanding tahun lalu," ujar Ari dalam konferensi pers Berita Resmi Statistik, Senin (2/3/2026).

Selain AS, Filipina mengekor di posisi kedua dengan nilai USD 261,28 juta.

Baca Juga: BPS Jabar Rilis Kenaikan Wisatawan Ke Jawa Barat Melalui BIJB

Kinerja Impor dan Mitra Dagang Utama

Berbanding terbalik dengan ekspor, kinerja impor Jawa Barat justru mengalami penurunan. Pada Januari 2026, nilai impor tercatat sebesar USD 1,02 miliar.

Angka ini menyusut 5,51 persen secara tahunan (year-on-year) dan turun 5,76 persen dibanding Desember 2025.

Oleh karena itu, Tiongkok masih memegang posisi sebagai negara asal impor terbesar bagi Jawa Barat dengan nilai USD 393,16 juta.

Di posisi selanjutnya, Korea Selatan menyumbang USD 107,67 juta dan Jepang sebesar USD 100,22 juta.

Baca Juga: Airlangga dan Dedi Mulyadi Kompak Dorong Ekspor Produk Dalam Negeri, Pelabuhan Patimban Jadi Sorotan

Surplus Dagang dengan Berbagai Negara

Hasilnya, surplus perdagangan USD 2,12 miliar ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Jawa Barat mencatat surplus terbesar dengan Amerika Serikat senilai USD 504,1 juta.

Selain itu, keunggulan dagang juga terjadi dengan beberapa negara ASEAN lainnya:

  • Filipina: Surplus USD 259,16 juta.

  • Thailand: Surplus USD 162,21 juta.

  • Vietnam: Surplus USD 126,86 juta.

Dengan demikian, konsistensi sektor industri dalam menjaga ritme ekspor diharapkan mampu terus memperkuat struktur ekonomi Jawa Barat di tengah fluktuasi pasar global sepanjang tahun 2026.

Baca Juga: Stok Melimpah! Pasokan Pangan di Jawa Barat Surplus Jelang Ramadan 2026

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.