Jabar

Dedi Mulyadi Imbau Gen Z Tak Gelar Pesta Mewah, Prioritaskan Beli Rumah

Didin Wahidin | 15 April 2026, 21:03 WIB
Dedi Mulyadi Imbau Gen Z Tak Gelar Pesta Mewah, Prioritaskan Beli Rumah
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau generasi muda prioritaskan membeli rumah dibanding pesta pernikahan mewah.

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak generasi muda, khususnya Gen Z, untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan, terutama saat merencanakan pernikahan.

Ia menilai, biaya besar untuk pesta pernikahan sebaiknya dialihkan menjadi investasi jangka panjang seperti membeli rumah.

Pernyataan tersebut disampaikan saat kegiatan di Balai Nusantara Hunian Warisan Bangsa, Kabupaten Purwakarta, pada Selasa malam, 14 April 2026.

Dalam kesempatan itu, Dedi menekankan pentingnya perencanaan masa depan dibandingkan sekadar memenuhi gengsi sosial.

“Pesan saya, lebih baik uang buat pesta perkawinan dipakai beli rumah daripada jadi raja semalam besoknya sengsara,” ujarnya.

Baca Juga: Tren Pencatatan Nikah Syawal 2026 Meningkat Tajam, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Normal Meski WFA

Menurutnya, fenomena pesta pernikahan mewah yang kerap dilakukan sebagian masyarakat justru berpotensi menimbulkan beban ekonomi setelah acara selesai.

Oleh karena itu, ia mendorong perubahan pola pikir agar lebih mengutamakan kebutuhan dasar.

Dedi Mulyadi juga mengungkapkan rencananya untuk menerbitkan surat edaran yang berisi imbauan kepada masyarakat agar tidak memaksakan diri menggelar pesta pernikahan mewah jika kondisi finansial tidak memungkinkan.

“Nanti gubernur ngeluarin surat edarannya adalah, bagi mereka yang tidak punya kemampuan keuangan yang cukup, kawin tidak usah pesta, cukup dikawin di KUA saja,” ujar KDM, sapaan akrabnya.

Ia menilai, pernikahan sederhana bukanlah hal yang memalukan. Justru, langkah tersebut dapat membantu pasangan muda memulai kehidupan rumah tangga dengan kondisi keuangan yang lebih stabil.

Baca Juga: Hari Ibu ke-97: Wakil Bupati Garut Putri Karlina Ajak Perempuan Garut Perangi Nikah Dini

Selain itu, Dedi juga menegaskan bahwa memiliki rumah, meskipun bersubsidi, merupakan langkah penting yang harus diprioritaskan.

Dia menilai rumah dengan harga terjangkau dan cicilan ringan tetap layak menjadi pilihan.

Setelah memiliki hunian, masyarakat diimbau untuk merawatnya dengan baik sebagai aset jangka panjang. Menurutnya, kepemilikan rumah akan memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjutnya, telah menyiapkan berbagai skema bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah.

Program tersebut mencakup rumah subsidi, program bedah rumah, hingga pembangunan apartemen dengan harga terjangkau.

Baca Juga: Sidang Isbat Terpadu Tahun 2025, Hadirkan Kepastian Hukum Bagi Puluhan Pasangan di Purwakarta

“Ada bantuan untuk rumah tidak layak huni. Metodologinya, ada yang diusulkan melalui aspirasi DPR, ada juga yang rakyat bisa mengakses langsung melalui aplikasi khusus yang akan dibuat di Jabar,” katanya.

Tak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan.

Skema ini menawarkan bunga rendah untuk membantu masyarakat membeli rumah subsidi maupun hunian vertikal seperti rumah susun dan apartemen.

Dalam pengembangannya, Pemprov Jawa Barat juga berencana memperluas pembangunan hunian vertikal di sejumlah wilayah strategis. Beberapa kota yang menjadi target di antaranya Bekasi, Depok, Bogor, dan Bandung.

“Ada apartemen di Bekasi, nanti ada di Depok, ada di Bogor, dan kami juga nanti bangun di Bandung ya. Nah, termasuk Pemprov Jabar, Pak Sekda siapin segera Peraturan Gubernurnya, setiap kawasan industri wajib untuk menyiapkan apartemen untuk karyawan,” tuturnya.

Baca Juga: Pesta Hajatan di Purwakarta Berakhir Tragedi: Pemilik Acara Tewas Setelah Dianiaya Kelompok Tak Dikenal

Kebijakan tersebut diharapkan dapat memberikan solusi hunian bagi pekerja, khususnya di kawasan industri, sehingga mereka memiliki tempat tinggal yang layak dan terjangkau.

Melalui berbagai program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya mendorong kesejahteraan masyarakat sekaligus mengatasi persoalan perumahan yang masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

Imbauan Dedi Mulyadi ini menjadi pesan penting bagi generasi muda untuk lebih realistis dalam mengambil keputusan finansial.

Dengan mengutamakan kebutuhan utama seperti tempat tinggal, diharapkan mereka dapat membangun masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Baca Juga: Duka di Hari Bahagia, Dedi Mulyadi Minta Maaf atas Kasus Pemalakan Berujung Maut terhadap Pemangku Hajat di Purwakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.