Jabar

Dobrak Stagnasi, BEM Solo Raya Pindahkan Corong Perjuangan Mahasiswa ke Dunia Siber

Shandi Sanjaya | 23 Juni 2026, 17:41 WIB
Dobrak Stagnasi, BEM Solo Raya Pindahkan Corong Perjuangan Mahasiswa ke Dunia Siber

AKURAT JABAR - SUKOHARJO - 23 Juni 2026 – Aliansi BEM Solo secara terbuka menyerukan reformasi total terhadap metode perjuangan gerakan mahasiswa yang dinilai mulai mengalami stagnasi akibat kurang adaptif terhadap perkembangan zaman. Langkah dekonstruksi strategi konvensional ini dinilai mendesak agar suara rakyat tetap relevan dan mampu menjadi corong perlawanan yang efektif di era modern.

​Seruan untuk merombak strategi perjuangan konvensional menuju ruang digital ini ditegaskan dalam Forum Diskusi Publik bertajuk "Menjawab Kepemimpinan Pemuda: Mengawal Ekonomi Kerakyatan, Merawat Ruang Demokrasi" di Aula Gedung Perpustakaan, Universitas Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo, Senin malam (22/6/2026).

​Menghadapi Realitas Algoritma Media Sosial

​Hadir sebagai pemantik diskusi di hadapan ratusan perwakilan mahasiswa se-Solo Raya, pengamat kebijakan publik Erwina Tri, S.I.Kom., memaparkan realitas sosiologis baru. Menurutnya, keputusan masyarakat hari ini tidak lagi murni dipengaruhi nalar logis, melainkan disetir oleh algoritma media sosial.

​"Hari ini pilihan masyarakat dibentuk oleh konten digital. Gerakan mahasiswa tidak boleh gagap teknologi. Kita harus mengutamakan kembali nalar logis dalam memproses masalah, lalu merumuskannya secara taktis ke dalam ruang-ruang digital agar gerakan tidak tenggelam oleh arus disinformasi," ujar Erwina.

​Digitalisasi Sebagai Penguat Gerakan Inklusif

​Menyambung hal tersebut, Koordinator Pusat (Korpus) Aliansi BEM Solo, Dimas, mengakui adanya kejenuhan dan kelangkaan inovasi dalam metode aksi yang selama ini ditunjukkan ke publik. Kendati demikian, digitalisasi dipandang bukan sebagai pelemah gerakan, melainkan alat penguat yang baru.

​"Kita harus jujur bahwa salah satu akar dari mandeknya gerakan hari ini adalah keterpautan pada metode-metode lama yang monoton. Sudah saatnya kita mereformulasi metode gerakan secara mengakar dan konsisten. Kita manfaatkan perkembangan ruang digital secara maksimal agar gerakan mahasiswa tetap modern, hidup, dan tidak mati ditelan waktu," tegas Dimas saat membacakan pernyataan sikap resmi Aliansi BEM Solo.

​Lebih lanjut, Dimas menjelaskan bahwa pemanfaatan ruang digital di Solo Raya juga harus diselaraskan dengan karakteristik lokal, yaitu nilai toleransi. Digitalisasi gerakan harus dimanfaatkan untuk merangkul lebih banyak elemen masyarakat, menghargai perbedaan pandangan, serta menyatukan berbagai kelompok dalam semangat kebhinekaan untuk satu perjuangan bersama.

​"Nilai-nilai perjuangan kita tidak boleh menjadi kuno dan stagnan. Justru lewat ruang digital, gerakan inklusif yang saling merangkul dan tidak mudah diadu domba bisa kita gaungkan secara lebih luas dan masif dari Solo untuk Indonesia," imbuh Dimas.

​Komitmen Garda Depan Digital

​Melalui rilis resmi ini, Aliansi BEM Solo memastikan bahwa pemuda dan mahasiswa Solo tidak akan tinggal diam dan siap menjadi garda depan yang berpikir kritis, bergerak cerdas, serta bersatu dalam solidaritas nyata di ruang siber maupun nyata.

​Forum strategis ini menghadirkan pengamat kebijakan, Erwina Tri, S.I.Kom., serta lima pimpinan organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo, yaitu:

​Dimas (Presiden Mahasiswa UNISRI)

​Silvi (Presiden Mahasiswa POLINUS)

​Ahnaf (Presiden Mahasiswa UDB)

​Banu (Presiden Mahasiswa UNIVET)

​Bunga (Ketua BEM POLINSADA)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.