Jabar

Kebun Harmoni Bantu Penyintas Banjir Aceh Tamiang Bangun Ketahanan Pangan

Aris Rismawan | 5 Agustus 2026, 10:53 WIB
Kebun Harmoni Bantu Penyintas Banjir Aceh Tamiang Bangun Ketahanan Pangan
Program Kebun Harmoni EWINDO dan SITH ITB membantu penyintas banjir Aceh Tamiang membangun ketahanan pangan melalui hidroponik dan budidaya lele.

AKURAT JABAR - Program Kebun Harmoni mulai menunjukkan hasil bagi warga penyintas banjir dan longsor yang masih menempati hunian sementara (Huntara) di Kabupaten Aceh Tamiang. Melalui program pemberdayaan tersebut, masyarakat berhasil memanen sayuran hidroponik dan ikan lele hasil budidaya bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat pemulihan pascabencana.

Program ini merupakan kolaborasi PT East West Seed Indonesia (EWINDO) bersama Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB). Keduanya mengembangkan pendekatan pemberdayaan masyarakat agar penyintas tidak hanya menerima bantuan pangan, tetapi juga memiliki kemampuan memproduksi kebutuhan pangan secara mandiri.

Selama beberapa bulan terakhir, warga mengikuti pelatihan budidaya sayuran hidroponik, pemanfaatan growbox pada lahan terbatas, budidaya ikan lele dengan sistem bioflok, hingga pembuatan pupuk organik cair dan bokashi. Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari proses penanaman, pemeliharaan, pengelolaan hingga panen.

Pegiat hidroponik Aceh yang mendampingi program tersebut, Obi, mengatakan keberhasilan Kebun Harmoni tidak hanya terlihat dari hasil panen, tetapi juga dari perubahan semangat masyarakat.

"Yang paling membahagiakan bukan hanya melihat sayuran tumbuh, tetapi melihat warga kembali memiliki semangat untuk berkegiatan bersama. Mereka belajar, saling membantu, dan mulai percaya bahwa mereka mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarganya sendiri. Harapannya, ketika kembali ke rumah masing-masing, ilmu ini tetap mereka bawa dan terus dikembangkan," ujar Obi.

Hasil panen memberikan manfaat langsung bagi keluarga yang masih tinggal di Huntara. Sayuran hidroponik membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga, sedangkan ikan lele menjadi sumber protein yang mudah diperoleh. Aktivitas berkebun juga menciptakan rutinitas positif yang memperkuat kebersamaan warga sekaligus mendukung pemulihan psikososial setelah bencana.

Panen bersama dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Aceh Tamiang, Kepala Desa Bundar, serta Kepala Desa Kota. Pemerintah daerah berharap program tersebut dapat menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus membangun kembali kehidupan warga terdampak bencana.

Vice President Director PT East West Seed Indonesia (EWINDO), Isak Heryawan, mengatakan ukuran keberhasilan Kebun Harmoni bukan semata-mata jumlah hasil panen, melainkan tumbuhnya kemampuan masyarakat untuk mandiri.

"Di EWINDO, kami percaya bahwa benih bukan hanya awal dari sebuah tanaman, tetapi juga awal dari harapan. Karena itu, kontribusi kami tidak berhenti pada penyediaan benih. Melalui Kebun Harmoni, kami ingin berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, dan membantu membangun kemampuan agar mereka dapat menghasilkan pangan secara mandiri. Ketika masyarakat mampu menanam, memanen, dan berbagi hasilnya bersama, di situlah ketahanan pangan sekaligus harapan mulai tumbuh," kata Isak.

Melalui Kebun Harmoni, EWINDO bersama SITH ITB berharap semakin banyak komunitas terdampak bencana dapat membangun kembali kehidupan yang lebih mandiri. Program tersebut diharapkan membuktikan bahwa proses pemulihan tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kebersamaan, serta lahirnya harapan baru untuk masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.