Jabar

Ramai di Media Sosial, Om Zein Klarifikasi Lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Merupakan Refleksi Pribadi

Shandi Sanjaya | 1 Juli 2026, 17:50 WIB
Ramai di Media Sosial, Om Zein Klarifikasi Lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' Merupakan Refleksi Pribadi

AKURAT KABAR - PURWAKARTA, 1 JULI 2026 – Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, atau yang akrab disapa Om Zein, akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait lagu berbahasa Sunda berjudul "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" yang belakangan menjadi perbincangan hangat dan menuai beragam kritik di media sosial.

​Lagu tersebut sempat memicu polemik karena potongan liriknya dinilai oleh sebagian kalangan mengandung stereotip tertentu terhadap perempuan. Menanggapi dinamika yang berkembang, Om Zein menegaskan bahwa karya seni tersebut murni merupakan refleksi personal atas perjalanan masa lalunya, bukan instrumen untuk menyudutkan pihak mana pun.

​Sebuah Karya Introspeksi dari Masa Lalu

​Menurut penjelasan Om Zein, lagu dan puisi tersebut sebenarnya telah diciptakan sejak tahun 2020 jauh sebelum dinamika politik saat ini bergulir. Karya ini lahir dari ruang kontemplasi mendalam mengenai fase kehidupan yang pernah ia lalui.

"Itu puisi dan lagu diciptakan tahun 2020, bercerita tentang diri saya sendiri. Berawal dari renungan atas perilaku saya sendiri yang menurut saya saat itu saya nakal. Saya bersyukur Tuhan menciptakan saya jadi lelaki. Mungkin jika saya diciptakan jadi perempuan, terjadi apa yang saya pikirkan karena saya belum bisa menjaga diri," ujar Om Zein saat memberikan keterangan kepada redaksi.


​Melalui lirik tersebut, Om Zein ingin menggambarkan proses transisi spiritual dan moral seorang pria yang menyadari kekurangannya di masa lalu, sekaligus menjadi pengingat pribadi untuk terus memperbaiki diri.

​Permohonan Maaf dan Komitmen Menjaga Harmoni

​Menyadari bahwa karya seninya telah menimbulkan multi-interpretasi dan ketidaknyamanan di ruang publik, Bupati Purwakarta ini dengan berjiwa besar menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada masyarakat, khususnya bagi pihak-pihak yang merasa tersinggung.

​"Saya mohon maaf jika ada pihak yang merasa tidak nyaman dengan lirik lagu itu. Namun tidak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Itu murni cerita tentang diri saya sendiri," tegasnya.

​Melalui klarifikasi terbuka ini, Om Zein berharap masyarakat dapat melihat karya "Lalaki Langit, Lalanang Bejat" secara utuh sebagai sebuah bentuk kejujuran seniman dalam berintrospeksi, bukan sebagai sarana diskriminasi gender atau penyudutan terhadap kelompok tertentu. Ia juga mengajak publik untuk kembali fokus pada program-program pembangunan daerah dan menjaga kondusivitas sosial di Purwakarta.

​Saepul Bahri Binzein, yang akrab disapa Om Zein, adalah Bupati Purwakarta yang dikenal aktif berinteraksi dengan masyarakat melalui pendekatan budaya dan seni. Selain menjalankan tugas-tugas administratif pemerintahan, ia kerap menuangkan gagasan, kritik sosial, dan refleksi hidupnya melalui karya sastra Sunda, puisi, dan lagu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.