Cerita Pemain Persib Bandung Soal Perbedaan Bermain Saat Bulan Ramadan Jaga Kondisi Hingga Klasemen Liga 1

AKURAT JABAR - Berlatih dan bertanding di bulan Ramadan menjadi tantangan sendiri bagi seorang pemain yang pada siang harinya menjalankan ibadah puasa, termasuk Beckham Putra Nugraha.
Gelandang Persib Bandung bernomor punggung 7 ini sempat absen pada pertandingan pertama bulan Ramadan.
Namun, pada pertandingan berikutnya kontra Persik Kediri dan Semen Padang, Beckham kembali tampil. Selain bertanding, Persib Bandung juga tetap menjalani latihan rutin selama bulan Ramadan.
Beckham mengaku tidak mengalami masalah dengan program latihan dan agenda pertandingan di bulan Ramadan. Baginya, menjaga asupan makanan dan waktu istirahat yang cukup menjadi kuncinya.
"Tidak mudah bertanding di bulan puasa. Siang berpuasa, setelah buka, kita juga tidak bisa makan terlalu banyak, perut bisa sakit," kata Beckham.
"Tapi yang terpenting, makan harus seimbang. Saat sahur harus banyak makanan bergizi, dan nutrisi yang baik untuk tubuh karena itu bisa membantu kita saat bertanding malam harinya," lanjutnya.
Baca Juga: Klasemen Liga 1 Persib Bandung Tetap di Puncak, Bojan Hodak Pulang Kampung dulu ke Kroasia
Saat siang hari, Beckham tetap membagi waktu untuk istirahat dan latihan ringan secara individu. Beckham melakukan itu supaya tubuhnya tetap bugar.
"Latihan juga malam jadi sangat ada waktu, ya dimanfaatkan dengan olahraga juga. Sebelumnya juga sudah dilakukan di bulan Ramadan tahun kemarin, hasilnya bagus, dan Beckham ingin ulangi itu dan juara di tahun ini," pungkasnya.
Diketahui,untuk klasemen liga 1 Persib Bandung masih menduduki posisi puncak dengan Raihan skor 57 poin disusul Dewa United 49 poin dan Persebaya Surabaya 48 poin.
Baca Juga: Klasemen Liga 1 Persib Bandung Tetap di Puncak, Bojan Hodak Pulang Kampung dulu ke Kroasia
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 5BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik






