Jabar

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru Pemkot Bandung Fokus Penataan Ruas Jalan

| 23 Desember 2025, 16:53 WIB
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru Pemkot Bandung Fokus Penataan Ruas Jalan

AKURAT JAWA BARAT -  Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memfokuskan penataan di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan strategis. Langkah ini diarahkan untuk menjaga kenyamanan, meningkatkan keamanan, serta mempercantik wajah Kota Bandung bagi warga dan wisatawan.

Pemkot Bandung menjalankan penataan tersebut sebagai bagian dari upaya menciptakan kota yang lebih tertib dan menarik selama lonjakan aktivitas akhir tahun. Pemerintah ingin memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar di tengah meningkatnya kunjungan wisata.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan, penataan kota tersebut masuk dalam program beautification sekaligus langkah antisipatif menghadapi lonjakan wisatawan selama periode Nataru.

“Demi kenyamanan dan kondusivitas menjelang Nataru, kami memberikan perhatian lebih pada titik-titik jalan tertentu sebagai bagian dari upaya beautification Kota Bandung,” ujar Farhan, dikutip Akurat Jabar dari laman Pemprov Jabar, Selasa 23 Desember 2025.

Farhan memaparkan, Pemkot Bandung menetapkan empat fokus utama dalam penataan kota. Pemerintah menitikberatkan kebersihan lingkungan, kualitas infrastruktur jalan, penerangan jalan umum serta pengaturan lalu lintas, hingga aspek estetika kota.

“Empat hal ini kami perhatikan secara serius. Mulai dari kebersihan, infrastruktur jalan, penerangan dan pengaturan lalu lintas, sampai keindahan kota seperti taman dan pohon,” jelasnya.

Meski demikian, Farhan menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah menyiapkan pengamanan ekstra mengingat tingginya aktivitas dan kepadatan selama libur panjang Nataru.

“Paling penting tetap keamanan dan kenyamanan. Karena suasananya ramai sekali, maka akan ada penjagaan khusus, petugas kebersihan tambahan, semuanya ekstra,” katanya.

Farhan juga mengungkapkan, kunjungan wisatawan ke Kota Bandung selama ini rata-rata mencapai sekitar 700 ribu orang per bulan. Ia memperkirakan jumlah tersebut melonjak signifikan pada dua bulan terakhir tahun ini.

“Dalam dua bulan ini, kemungkinan bisa hampir mencapai dua juta kunjungan. Kalau total setahun, jumlah wisatawan lokal dan mancanegara sekitar 8,7 juta orang,” ungkapnya.

Ia memprediksi, jumlah kunjungan wisatawan pada akhir tahun ini dapat menembus angka satu juta orang per bulan, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, kelihatannya memang naik,” ujarnya.

Untuk mengukur dampak ekonomi dari peningkatan kunjungan tersebut, Pemkot Bandung berencana melakukan penghitungan bersama Badan Pusat Statistik (BPS) pada akhir Desember.

“Nanti di akhir Desember kami bersama BPS akan menghitung ulang dampak ekonomi dari berbagai event dan dari dibukanya kembali Bandung sebagai destinasi wisata utama di Indonesia,” tutur Farhan.

Farhan berharap, hasil perhitungan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi kebijakan ke depan. Ia menilai, setiap peningkatan jumlah wisatawan selalu membawa konsekuensi yang harus diantisipasi secara matang.

“Mudah-mudahan ini bisa menjadi pelajaran, karena setiap kali ada peningkatan jumlah wisatawan, pasti ada konsekuensi yang harus kita siapkan bersama,” tutup Farhan.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.