Jabar

Dinilai Langgar Juknis BGN, Operasional Dapur MBG Ciseureuh 5 Purwakarta Tuai Protes Warga

Shandi Sanjaya | 25 April 2026, 16:37 WIB
Dinilai Langgar Juknis BGN, Operasional Dapur MBG Ciseureuh 5 Purwakarta Tuai Protes Warga
Foto ini ilustrasi ai

AKURAT KABAR - PURWAKARTA, 25 April 2026 – Sejumlah warga Kampung Sukamulya, Kelurahan Ciseureuh, Kabupaten Purwakarta, melayangkan protes terkait operasional unit dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) Ciseureuh 5 yang berlokasi di Jalan Irigasi. Warga menuntut adanya transparansi terkait pengelolaan limbah serta komitmen pengelola terhadap pemberdayaan tenaga kerja lokal sesuai petunjuk teknis Badan Gizi Nasional (BGN).

​Keresahan masyarakat ini dipicu oleh kekhawatiran akan dampak lingkungan jangka panjang. Mengingat lokasi dapur berdekatan dengan saluran irigasi dan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang tengah ditata oleh Pemerintah Kabupaten Purwakarta, potensi limbah cair dan bau menyengat dianggap dapat mengganggu ekosistem serta kenyamanan warga, terutama saat memasuki musim kemarau.

Fokus Utama Keluhan Warga

​Beberapa poin krusial yang menjadi tuntutan warga Sukamulya meliputi:

  • Pengelolaan Limbah & IPAL: Warga mempertanyakan ketersediaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang standar untuk mencegah pencemaran ke saluran irigasi sekitar.

  • Legalitas Operasional: Perlunya klarifikasi mengenai kelengkapan administrasi, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan legalitas badan usaha pengelola.

  • Realisasi Kuota Tenaga Kerja Lokal: Sesuai juknis BGN yang mensyaratkan 70% tenaga kerja berasal dari warga lokal, masyarakat menilai implementasi di lapangan masih jauh dari harapan.

​Seorang tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa warga pada dasarnya mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis, namun menekankan bahwa aspek prosedural dan dampak sosial tidak boleh diabaikan.

​"Kami tidak menghalangi program nasional ini. Namun, jika izin dan dampak lingkungan tidak dikelola sesuai aturan BGN, warga yang akan menanggung ruginya. Kami menuntut hak masyarakat sekitar untuk dilibatkan secara aktif sebagai tenaga kerja," tegasnya.


Ancaman Aksi Massa

​Masyarakat Sukamulya menegaskan bahwa mereka membuka ruang dialog dengan pihak pengelola maupun mitra dapur MBG Ciseureuh 5. Namun, apabila aspirasi mengenai dampak lingkungan dan penyerapan tenaga kerja ini tidak segera ditanggapi secara serius, warga berencana melakukan aksi massa sebagai bentuk protes terbuka.

​Hingga saat ini, pihak pengelola dapur MBG Ciseureuh 5 belum memberikan pernyataan resmi terkait keluhan yang disampaikan oleh warga. Masyarakat berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta dan Badan Gizi Nasional dapat turun tangan untuk memediasi serta memastikan operasional dapur berjalan selaras dengan kepentingan lingkungan dan kesejahteraan warga lokal.

​Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Ciseureuh 5 merupakan bagian dari inisiatif nasional untuk pemenuhan gizi masyarakat. Berlokasi di wilayah strategis Jalan Irigasi, unit ini diharapkan menjadi percontohan distribusi gizi, namun saat ini tengah mendapatkan sorotan terkait kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan sosial.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.