Waspada Peperangan Kognitif: Dr. Stepi Anriani Soroti Manipulasi Massal di Ruang Digital

JAKARTA, 28 April 2026 – Di tengah arus informasi yang tak terbendung, ancaman terhadap stabilitas sosial kini bergeser ke ranah digital. Jaringan Cendekiawan Muda sukses menggelar forum diskusi "Bincang Cendekia Vol. 5" bertajuk "Pembatasan Media Sosial: Solusi Atas Disinformasi atau Ancaman Bagi Ruang Digital?" di Tebet, Jakarta Selatan, Senin (27/4).
Disinformasi Sebagai Senjata Global
Direktur Eksekutif Intelligence and National Security Studies (INSS), Dr. Stepi Anriani, S.IP., M.Si., mengungkapkan fakta krusial bahwa medan pertempuran modern telah bertransformasi menjadi peperangan kognitif (cognitive warfare).
"Disinformasi kini menempati peringkat kelima sebagai ancaman global. Media sosial bukan sekadar platform komunikasi, melainkan wadah yang mampu memicu manipulasi massal dan memecah belah masyarakat," tegas Dr. Stepi dalam keynote speech-nya.
Dominasi Algoritma dan Kesadaran Digital
Menanggapi fenomena tersebut, Respiratori Saddam Al Jihad, Penasehat Jaringan Cendekiawan Muda sekaligus Ketua Umum PB HMI 2018-2020, menyoroti pergeseran perilaku manusia menjadi "makhluk digital". Ia menilai bahwa ketergantungan pada teknologi telah mengikis interaksi sosial yang otentik.
"Manusia saat ini telah bertransformasi menjadi 'makhluk digital' di mana kesadaran mereka lebih banyak dibentuk oleh algoritma daripada interaksi sosial nyata."
Dikte Algoritma: Interaksi manusia kini lebih banyak diatur oleh algoritma penyedia platform.
Krisis Kesadaran: Munculnya kondisi di mana kesadaran digital lebih dominan dibandingkan kesadaran sosial, sehingga masyarakat rentan terhadap polarisasi.
Tantangan Demokrasi di Ruang Siber
Teddy Chrisprimanata Putra, S.T., M.Sos., Founder Jaringan Cendekiawan Muda dan Sekjen PP KMHDI 2023-2025, menekankan bahwa struktur ruang digital Indonesia yang "terlampau demokratis" justru menjadi pisau bermata dua.
"Dinamika yang sangat riuh membuat masyarakat awam kesulitan memvalidasi informasi. Batas antara kebenaran dan disinformasi menjadi kabur karena kompleksitas platform yang ada saat ini," ujar Teddy.
Poin Utama Diskusi Bincang Cendekia Vol. 5:
Peperangan Kognitif: Informasi palsu digunakan secara sistematis untuk memengaruhi persepsi publik.
Ancaman Global: Disinformasi diakui sebagai salah satu risiko terbesar dunia saat ini.
Literasi Digital: Mendesaknya kebutuhan akan edukasi agar masyarakat tidak hanya menjadi objek algoritma.
Kebijakan Media Sosial: Perlunya keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan regulasi untuk menekan hoaks.
Jaringan Cendekiawan Muda adalah wadah kolaboratif bagi para intelektual muda Indonesia untuk mendiskusikan isu-isu strategis nasional, mulai dari ketahanan digital, sosial, hingga politik guna memberikan solusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik


