Jabar

BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas

Shandi Sanjaya | 17 Juni 2026, 04:13 WIB
BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas

AKURAT JABAR - MAKASSAR – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Kota Makassar sukses menggelar Forum Dialog Kebangsaan dengan tema "Akselerasi Kesejahteraan Masyarakat: Peran Mahasiswa Dalam Memutus Rantai Kesenjangan Menuju Indonesia Emas". Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 16 Juni 2026 di Kopi Teko, Kota Makassar ini dipandu oleh BEM UNISMUH Makassar selaku tuan rumah.

​Acara strategis ini dihadiri oleh jajaran pengurus BEM se-Kota Makassar serta puluhan mahasiswa dari berbagai kampus terkemuka. Di antaranya adalah Andi Rama Ramadhan (Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar), Nur Intan Maharani Illyas (Presiden Mahasiswa UNM), Muh. Zain Aditya (Presiden Mahasiswa STIEM Bongaya), Sekjend DEMA UIN Alauddin Makassar, dan Muh. Farhan Parsia (Presma Poltekkes).

Soroti Isu Nasional dan Jaga Independensi Gerakan Mahasiswa

​Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar, Andi Rama Ramadhan, mengungkapkan bahwa Dialog Kebangsaan ini digelar untuk merespons berbagai dinamika nasional yang tengah menjadi sorotan publik. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga isu gerakan mahasiswa yang mengarah pada "Reformasi Jilid II".

​Dalam kesempatan tersebut, Andi Rama memberikan pernyataan tegas terkait arah pergerakan mahasiswa saat ini agar tidak mudah ditunggangi oleh kepentingan tertentu.

"Dalam menyikapi situasi kebangsaan belakangan ini, gerakan mahasiswa harus tetap mengedepankan independensi. Gerakan kita harus matang berbasis data, serta tidak boleh ditunggangi oleh kepentingan politik praktis maupun elit oligarki apalagi dengan tren isu Reformasi Berjilid," tegas Andi Rama.

​Selain itu, forum ini juga mendesak pemerintah agar tidak kalah dalam menindak tegas para mafia, memberantas korupsi, serta memperkuat tata kelola pengawasan program kesejahteraan rakyat demi menyongsong masa depan bangsa.​"Kami berharap dan menegaskan agar negara tidak boleh kalah oleh mafia. Perkuat pemberantasan korupsi, bongkar mafia migas, serta perkuat tata kelola dan pengawasan terhadap pelaksanaan program-program yang bertujuan menyejahterakan rakyat demi terwujudnya Indonesia Emas 2045," tambahnya.

Hadirkan Akademisi dan Demisioner Presma: Jaga Kondusivitas Bangsa

​Selain memfasilitasi diskusi antar-pengurus aktif, dialog ini juga menghadirkan sejumlah narasumber kompeten dari kalangan akademisi hingga para demisioner Presiden Mahasiswa di Makassar untuk memberikan pandangan yang komprehensif.

​Para tokoh yang hadir sebagai pemateri antara lain:

  • Ahmad Aidil Fahri (Presiden Mahasiswa UIN Alauddin Makassar 2020)

  • Muh. Hasby Assidiq (Presiden Mahasiswa UNISMUH Makassar 2024-2025)

  • Hasrul (Presiden Mahasiswa UNM 2024-2025)

  • Dr. Kurniawan, S.H., M.H. (Akademisi)

​Dalam pemaparannya, Ahmad Aidil Fahri selaku Demisioner Presma UIN Alauddin Makassar mengingatkan para mahasiswa agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi di saat Indonesia sedang berusaha bangkit. Ia mengajak mahasiswa untuk tetap objektif dalam melihat program pemerintah

​"Kita harus bersama-sama menjaga kondusivitas situasi dan mendorong pemerintah agar tidak kalah dengan pihak asing maupun pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa. Negara kita bukan negara yang bisa didikte, negara kita kuat. Mari kita dukung penguatan tata kelola pelaksanaan program-program pemerintah. Tidak semua hal harus kita tolak," pungkas Ahmad Aidil.

​Melalui Forum Dialog Kebangsaan ini, BEM Se-Kota Makassar sepakat untuk terus mengawal kebijakan pemerintah secara kritis namun tetap berbasis data, kondusif, dan mengutamakan keutuhan NKRI demi tercapainya Indonesia Emas 2045.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.