Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik

AKURAT JABAR - JAKARTA, 17 Juni 2026 – Forum Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan nasional yang tergabung dalam Jaringan Cendekiawan Muda (JCM) resmi menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait kondisi nasional saat ini. Bangsa Indonesia dinilai tengah menghadapi tantangan multidimensi yang kompleks, mulai dari tekanan ekonomi global, persoalan fiskal, ketahanan energi dan pangan, hingga kualitas demokrasi serta tata kelola pemerintahan.
Pernyataan sikap tersebut dibacakan langsung oleh Muh Jusrianto, Sekretaris Jenderal PB HMI sekaligus Founder Jaringan Cendekiawan Muda, dalam forum strategis yang mempertemukan para Sekjen organisasi mahasiswa tingkat nasional (Cipayung Plus).
Dalam keterangan resminya, JCM menyoroti beberapa program strategis nasional, kondisi makro ekonomi, hingga insiden pembungkaman kebebasan akademik yang terjadi di lingkungan kampus baru-baru ini.
Tata Kelola Internal dan Kolaborasi Multisektor
Muh Jusrianto menegaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya bersumber dari eksternal, melainkan juga dari kualitas tata kelola di dalam negeri. JCM mendorong adanya sinergi yang lebih erat antara pemerintah dan elemen masyarakat.
"tantangan terbesar bangsa saat ini tidak hanya berasal dari faktor eksternal, melainkan juga dari kualitas tata kelola internal negara. Menurutnya, persatuan nasional hanya dapat terwujud apabila dibangun di atas fondasi pemerintahan yang transparan, akuntabel, demokratis, dan terbuka terhadap partisipasi publik. Karena itu, JCM mendorong pemerintah untuk memperkuat kolaborasi antara negara, masyarakat sipil, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," ujar Muh Jusrianto.
Catatan Kritis: Program MBG, Koperasi Desa, dan Energi
Meskipun mendukung tujuan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), JCM memberikan catatan kritis yang tegas terkait implementasinya di lapangan. Forum ini juga menyoroti program Koperasi Desa Merah Putih serta kebijakan energi agar tetap berpihak pada rakyat kecil.
"Pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), forum ini mendukung tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia, namun mengingatkan adanya potensi persoalan tata kelola, pengawasan, dan distribusi yang harus segera dibenahi. Selain itu, JCM mendorong pelaksanaan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara profesional dan transparan agar tidak menjadi instrumen yang dimanfaatkan oleh kepentingan oligarkis di tingkat lokal. Forum ini juga meminta pemerintah memastikan kebijakan energi tetap berpihak kepada masyarakat menengah ke bawah dan pelaku UMKM yang paling rentan terdampak gejolak harga.
Penguatan Kondisi Fiskal Negara
Di sektor ekonomi makro, stabilitas fiskal menjadi sorotan utama. JCM menilai penataan anggaran yang sehat adalah kunci utama agar Indonesia mampu bertahan di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.
"langkah konkret untuk memperkuat kondisi fiskal nasional melalui peningkatan penerimaan negara, efisiensi belanja pemerintah, pemberantasan kebocoran anggaran, serta penguatan sektor-sektor produktif. Menurut JCM, fiskal yang sehat merupakan prasyarat utama bagi keberlanjutan pembangunan, perlindungan sosial, serta ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global yang terus meningkat.
Kecam Pembubaran Diskusi di UGM dan Jaga Independensi Mahasiswa
JCM juga mengeluarkan kecaman keras terhadap aksi pembubaran diskusi ilmiah yang diselenggarakan oleh Total Politik di Universitas Gadjah Mada (UGM). Tindakan intimidasi tersebut dinilai mencederai esensi demokrasi di lingkungan akademik.
"tindakan intimidatif terhadap kegiatan akademik merupakan bentuk pembungkaman yang mencederai demokrasi dan kebebasan akademik. JCM menegaskan bahwa perbedaan pandangan seharusnya diselesaikan melalui dialog, argumentasi, dan pertukaran gagasan, bukan dengan persekusi maupun pembubaran paksa. Kampus harus tetap menjadi ruang aman bagi dialektika intelektual dan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab."
Selain isu akademik, JCM berkomitmen menjaga marwah gerakan mahasiswa agar tidak terseret ke dalam pusaran politik praktis atau ditunggangi oleh kepentingan elektoral kelompok tertentu.
"menolak segala bentuk intervensi dan penungangan gerakan mahasiswa oleh kepentingan politik praktis. Forum ini menilai mahasiswa harus tetap menjaga independensi sebagai kekuatan moral dan agen kontrol sosial yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Oleh karena itu, setiap bentuk mobilisasi mahasiswa yang diarahkan untuk kepentingan elektoral maupun agenda politik kelompok tertentu harus ditolak secara terbuka. JCM mengajak seluruh elemen bangsa menjaga stabilitas nasional, merawat demokrasi yang sehat, serta mengawal pembangunan dengan sikap kritis, objektif, dan konstruktif."
Daftar Organisasi yang Tergabung dalam JCM:
Forum Jaringan Cendekiawan Muda ini diwakili oleh para Sekretaris Jenderal organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan tingkat nasional, yaitu:
Muh Jusrianto (Sekjend PB HMI)
Nazmul Watan (Sekjend PP KAMMI)
Hafidh Fadhlurrohman (Sekjend PP HIMA PERSIS)
Patra Dewa (Sekjend DPP GMNI)
Dwi Purnomo (Sekjend PP HIKMAHBUDHI)
Julfikar Hasan (Sekjend EN LMND)
I Nengah Candra Irawan (Sekjen PP KMHDI)
Putri Sukmaniara (Sekjend PP PMKRI)
Muhammad Zaki Mubarak (Sekjend DPP IMM)
Sembilan organisasi nasional ini menyatakan komitmen bersama untuk terus mengawal kebijakan publik secara objektif, menjaga iklim demokrasi yang sehat, dan memastikan arah pembangunan nasional tetap berjalan lurus sesuai dengan cita-cita keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik


