Polda Jabar Kerahkan 2.000 Personel Amankan Laga Persib vs Persijap di Stadion GBLA

AKURAT JABAR – Kepolisian Daerah Jawa Barat menyiapkan pengamanan besar-besaran untuk mengawal pertandingan penutup kompetisi BRI Super League antara Persib Bandung menghadapi Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, Sabtu, 23 Mei 2026.
Sebanyak 2.000 personel gabungan diterjunkan guna memastikan jalannya pertandingan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di area stadion, tetapi juga mencakup sejumlah titik keramaian di Kota Bandung yang diperkirakan dipadati masyarakat usai laga berlangsung.
Langkah antisipasi tersebut dilakukan menyusul tingginya antusiasme suporter terhadap pertandingan pamungkas Persib musim ini.
Aparat kepolisian belajar dari pengalaman sebelumnya ketika euforia kemenangan maupun konvoi suporter menyebabkan kepadatan di beberapa ruas jalan dan pusat keramaian.
Baca Juga: Gol Menit 90+7 Bakar Asa Juara Persib, Igor Tolic Soroti Mental Baja Pemain
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian khusus aparat ialah kawasan Dago Cikapayang yang kerap dipenuhi massa saat perayaan berlangsung.
Polisi memastikan pengawasan di area tersebut akan diperketat untuk mencegah gangguan ketertiban umum.
Karo Ops Polda Jabar, Kombes Pol. La Ode Aries, mengatakan bahwa pengamanan dilakukan secara maksimal demi menjaga keamanan masyarakat selama pertandingan hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
Menurutnya, fokus utama aparat bukan hanya menjaga situasi di dalam stadion, tetapi juga memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di sekitar lokasi pertandingan.
“Pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar situasi tetap aman dan kondusif, baik di area stadion maupun di titik keramaian setelah pertandingan selesai,” ujar Karo Ops.
Baca Juga: Wagub Jabar Imbau Bobotoh Jaga Kondusivitas Jelang Persib vs Persijap di GBLA
Untuk mendukung pengamanan, Polda Jabar menerapkan sistem pengamanan berlapis dengan pola empat ring.
Skema tersebut mencakup area luar stadion, akses menuju GBLA, pintu masuk penonton, hingga tribun di dalam stadion.
Pemeriksaan ketat juga akan dilakukan kepada seluruh penonton yang hendak masuk ke area pertandingan.
Aparat bersama panitia pelaksana memastikan proses sterilisasi dilakukan demi menghindari masuknya barang-barang berbahaya.
“Penonton dilarang membawa barang berbahaya seperti flare, kembang api, ataupun benda tajam yang dapat dilempar ke dalam lapangan. Selain itu, minuman dalam kemasan botol plastik dan kaleng juga tidak diperbolehkan masuk ke tribun penonton,” tegas Karo Ops.
Baca Juga: Persib Taklukkan PSM di Parepare, Penentuan Juara Liga 1 Digelar di GBLA
Polda Jabar bersama panitia pelaksana serta perwakilan Bobotoh turut menyepakati pemberlakuan sanksi tegas bagi penonton yang melanggar aturan.
Penonton yang kedapatan membawa barang terlarang dipastikan akan langsung ditindak petugas.
Selain dikeluarkan dari area stadion, pelanggar juga dapat dikenakan pencabutan hak menonton pertandingan sebagai bentuk penegakan aturan demi keselamatan bersama.
Dalam laga tersebut, kapasitas penonton di Stadion GBLA juga dibatasi maksimal 32 ribu orang atau sekitar 75 persen dari total kapasitas stadion.
Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan penonton dan mencegah potensi berdesakan di tribun.
Baca Juga: Persib di Ambang Juara Liga Super 2025/2026, Kapolda Jabar Imbau Bobotoh Rayakan dengan Tertib
Pembatasan kapasitas dilakukan berdasarkan pertimbangan keamanan serta kenyamanan seluruh penonton yang hadir langsung di stadion.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki tiket resmi agar tidak memaksakan diri datang ke kawasan stadion.
Kehadiran penonton tanpa tiket dikhawatirkan memicu penumpukan massa serta menghambat arus lalu lintas di sekitar GBLA.
Selain pengamanan pertandingan, aparat juga menyiapkan langkah antisipasi terhadap potensi konvoi dan perayaan suporter usai laga berlangsung. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan.
Sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin tetap menyaksikan pertandingan, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian telah menyiapkan sejumlah titik nonton bareng resmi di berbagai wilayah.
Baca Juga: Kapolda Jabar Ambil Alih Pengamanan Persib vs Persija 2026 di GBLA
Lokasi nobar tersebut tersebar di kantor kelurahan, fasilitas publik, hingga kantor kepolisian sektor terdekat.
Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan di area stadion sekaligus memberikan ruang aman bagi masyarakat untuk mendukung Persib Bandung.
Polda Jabar pun mengajak seluruh suporter untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan, dan mengedepankan semangat sportivitas selama pertandingan berlangsung.
Dengan pengamanan maksimal yang melibatkan ribuan personel, laga Persib Bandung kontra Persijap Jepara diharapkan dapat berjalan lancar tanpa gangguan keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







