Hari Jadi ke-448 Sumedang: Wagub Jabar Tekankan Tata Kelola Aman dan Pembangunan Berkelanjutan

AKURAT JABAR - Peringatan Hari Jadi ke-448 di Kabupaten Sumedang menjadi momen penting untuk refleksi sekaligus memperkuat arah pembangunan daerah.
Momentum ini dimanfaatkan untuk menegaskan kembali komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui tata kelola yang baik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dalam Rapat Paripurna DPRD Sumedang yang berlangsung pada Rabu (22/4/2026).
Dalam forum resmi tersebut, ia menekankan pentingnya prinsip kehati-hatian dalam penyelenggaraan pemerintahan, khususnya bagi aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Erwan, terdapat empat aspek utama yang harus menjadi pedoman ASN agar terhindar dari persoalan administratif maupun hukum.
Baca Juga: Kisah Ihsan di Sumedang, Wakil Gubernur Jabar Terharu dan Jamin Lanjut Sekolah
Ia menyebutkan bahwa aspek pertama adalah keamanan dalam tahap perencanaan.
“Pertama adalah aman dalam perencanaan. Segala sesuatu harus direncanakan dengan baik. Ketika kita akan membangun, siapkan FS dan DED-nya,” ujarnya.
Ia melanjutkan, aspek kedua adalah keamanan dalam penganggaran. Artinya, alokasi anggaran harus sesuai dengan rencana yang telah disusun secara matang.
Selanjutnya, aspek ketiga adalah keamanan dalam pelaksanaan program yang harus berjalan sesuai RAB serta anggaran yang telah ditetapkan.
Adapun aspek keempat, lanjutnya, adalah keamanan dalam pelaporan. Meski sering dianggap sepele, menurut Erwan, kesalahan dalam tahap ini dapat menimbulkan dampak serius.
Baca Juga: Angkat Ekonomi Lokal, Dedi Mulyadi Puji Inovasi Eduwisata Garudafood Sumedang
“Kadang ini dianggap sepele, tetapi ketika terjadi kesalahan dalam pelaporan, ini juga akan berakibat pada permasalahan yang lain,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika keempat aspek tersebut diterapkan secara konsisten, maka ASN dapat menjalankan tugas dengan tenang hingga masa pensiun tanpa menghadapi persoalan hukum.
“Insyaallah kalau kita berpegang teguh kepada empat aspek keamanan tadi, kita akan pensiun dengan tenang, tidak lagi dibebani oleh permasalahan ketika sedang bekerja menjadi ASN,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Erwan juga mengapresiasi perjalanan panjang Sumedang yang telah mencapai usia 448 tahun.
Dia menilai, keberhasilan suatu daerah tidak hanya dilihat dari capaian saat ini, tetapi juga dari kemampuannya menjaga warisan masa lalu dan mempersiapkan masa depan.
Baca Juga: Wagub Erwan Tinjau Arus Mudik di Terminal Ciakar Sumedang, Pastikan Layanan Posko Terpadu Optimal
“Daerah yang besar adalah daerah yang mampu menjaga warisan masa lalu, menjawab tantangan masa kini, dan menyiapkan masa depan dengan keyakinan,” ucapnya.
Sebagai bagian dari kawasan aglomerasi Bandung Raya, Sumedang memiliki peran strategis dalam mendukung ibu kota provinsi.
Oleh karena itu, ia mendorong agar daerah ini mampu menjadi pelopor dalam berbagai sektor pembangunan.
Erwan juga menyampaikan optimismenya terhadap kepemimpinan Bupati Dony Ahmad Munir dan Wakil Bupati Fajar Aldila.
Ia meyakini, di bawah kepemimpinan keduanya, Sumedang akan terus berkembang ke arah yang lebih baik.
Baca Juga: Wagub Erwan Tinjau Arus Mudik di Terminal Ciakar Sumedang, Pastikan Layanan Posko Terpadu Optimal
“Di sini kita tidak lagi bicara masalah partai, tidak lagi bicara masalah fraksi, tapi bicara bagaimana mensejahterakan masyarakat Sumedang,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Dony Ahmad Munir mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan Hari Jadi Sumedang sebagai momentum memperkuat kecintaan terhadap daerah serta semangat gotong royong.
“Ini adalah hajat bersama, kita rayakan bersama-sama tentunya dengan harapan kita semua terus berpartisipasi, terus mendoakan Sumedang menjadi daerah yang ada dalam lindungan Allah, semakin maju daerahnya, semakin sejahtera masyarakatnya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa usia 448 tahun mencerminkan perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengabdian.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus segera diselesaikan.
Dony memaparkan beberapa indikator yang masih menjadi pekerjaan rumah, di antaranya angka kemiskinan sekitar 8 persen, tingkat pengangguran terbuka 6 persen, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur yang masih mencapai 10 persen.
“Kami harus menghadirkan kebijakan, program, dan kegiatan yang bisa menuntaskan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan infrastruktur jalan, meningkatkan produksi pertanian dan sebagainya,” jelasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sumedang meluncurkan sejumlah program inovatif.
Salah satunya adalah program “Rabu Ngangkot” yang mewajibkan ASN menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti berjalan kaki, bersepeda, atau angkutan umum setiap hari Rabu.
Program ini bertujuan untuk menghemat bahan bakar, mengurangi polusi udara, sekaligus mendukung perekonomian sopir angkutan kota.
Baca Juga: Tragedi Pondasi TPT: Longsor di Desa Cisempur Jatinangor Telan Empat Korban Jiwa
Selain itu, pemerintah juga mendorong kebijakan pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap perangkat daerah.
Tak hanya itu, gerakan Rabu dan Jumat Bersih juga digalakkan untuk membangun budaya hidup bersih serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya air minum dalam kemasan.
Dengan berbagai upaya tersebut, peringatan Hari Jadi ke-448 Sumedang diharapkan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga momentum nyata untuk mempercepat pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Pemerintah daerah pun optimistis Sumedang akan terus tumbuh menjadi wilayah yang maju, berdaya saing, serta mampu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakatnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







