Opening Webinar Learning Camp MAI 14 Resmi Dibuka, 700 Peserta Siap Nyalakan Mimpi Menembus PTN

AKURAT JABAR - Menandai dimulainya perjalanan akademik dan pengembangan diri bagi ratusan talenta muda Indonesia, Opening Webinar Learning Camp (LC) MAI Angkatan ke-14 resmi diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom. Mengusung tema inspiratif “Rise to Infinity: Nyalakan Mimpi Bangun Masa Depan,” kegiatan ini menjadi titik awal bagi 700 peserta terpilih menuju fase Intensive Camp 1.
Program ini mencatatkan antusiasme yang luar biasa dengan total pendaftar mencapai 7.142 orang. Setelah melalui proses seleksi ketat pada Februari lalu, terpilih 700 peserta yang dinilai memiliki potensi dan dedikasi tinggi untuk mengikuti rangkaian pembinaan komprehensif ini.
Integrasi Akademik, Karakter, dan Soft Skills
Wadifah, selaku pembina program, dalam laporan seleksi dan overview program menjelaskan bahwa Learning Camp MAI bukan sekadar bimbingan belajar biasa. Program ini merupakan pendampingan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang mengintegrasikan pembekalan akademik, pembinaan keislaman, serta pendalaman soft skills.
Ketua MAI Institute, Erry Septianto, menekankan pentingnya pemanfaatan peluang ini dengan maksimal. Dalam sambutannya, ia memberikan pesan kuat bagi seluruh peserta:
“Keberhasilan menembus PTN sangat bergantung pada komitmen dan konsistensi peserta selama mengikuti program.” Ujar Erry Septianto.
Inspirasi dari Tokoh Muda dan Awardee LPDP
Untuk membakar semangat para peserta, acara ini menghadirkan dua figur inspiratif. Fathia Fairuza, Founder Shape Your Life sekaligus awardee LPDP, membawakan materi bertajuk “Dream It Loud, Live It Proud.” Ia mendorong peserta untuk berani memvisualisasikan mimpi besar yang disertai dengan strategi dan tindakan nyata.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Aisha Rizqy Paramitha, Co-Founder Madani Scholars dan Buku Bacarita. Melalui materi berjudul “Do It Scared, Do It Anyway,” Aisha memberikan perspektif baru mengenai keberanian dalam menghadapi tantangan seleksi PTN.
“Rasa takut adalah bagian dari proses. Keberanian bukan tentang menghilangkan rasa takut, tetapi tetap melangkah dan bertumbuh di tengah keraguan.” Tegas Aisha Rizqy Paramitha.
Persiapan Menuju Intensive Camp 1
Selain sesi motivasi, webinar ini juga melingkupi sosialisasi teknis mengenai pelaksanaan Intensive Camp 1. Para peserta diberikan gambaran mendalam mengenai sistem pembelajaran, jadwal kegiatan yang terstruktur, hingga tata tertib program yang dirancang untuk membentuk kedisiplinan.
Opening Webinar ini menjadi simbol resmi dimulainya perjuangan 700 peserta Learning Camp MAI Angkatan ke-14. Dengan pondasi mental yang kuat dan visi yang jelas, mereka kini bersiap untuk menyalakan mimpi dan membangun masa depan melalui pendidikan tinggi negeri terbaik di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik


