Jabar

Disdik Jabar Minta Maaf atas Gangguan PCMB 2026, Pastikan Data Calon Murid Tetap Aman

Didin Wahidin | 14 Juni 2026, 21:33 WIB
Disdik Jabar Minta Maaf atas Gangguan PCMB 2026, Pastikan Data Calon Murid Tetap Aman
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto

AKURAT JABAR – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kendala akses yang terjadi pada laman Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) 2026 saat pengumuman hasil pemetaan.

Gangguan tersebut terjadi ketika ribuan masyarakat secara bersamaan mengakses sistem untuk melihat hasil pemetaan calon murid baru. Kondisi tersebut menyebabkan layanan mengalami perlambatan dan tidak dapat diakses secara optimal dalam beberapa waktu.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa kendala teknis yang terjadi dipicu oleh tingginya antusiasme masyarakat serta proses penyempurnaan fitur pengumuman agar data yang ditampilkan benar-benar akurat dan presisi.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Dinas Pendidikan, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para orang tua dan calon murid baru dalam mengakses pengumuman hasil PCMB," ujar Purwanto dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil PCMB 2026, Sabtu (13/6/2026) malam.

Baca Juga: SPMB Jabar 2026, Dedi Mulyadi Minta Orang Tua Siswa Tidak Panik Hadapi Pemetaan

Sistem Tetap Aman dan Data Tidak Terganggu

Purwanto menegaskan bahwa secara keseluruhan sistem PCMB masih berada dalam kondisi aman dan stabil. Kendala yang muncul hanya berkaitan dengan optimalisasi layanan pada fitur pengumuman dan tidak berdampak terhadap keamanan data calon murid.

Menurutnya, seluruh data peserta pemetaan tetap tersimpan dengan baik di sistem dan tidak mengalami gangguan maupun kehilangan data.

"Kami memberikan jaminan penuh bahwa seluruh data pemetaan calon murid baru tersimpan dengan sangat aman. Tidak ada satu pun hak calon murid yang dirugikan secara administratif akibat proses penyempurnaan sistem ini," tegasnya.

Ia menjelaskan, tim teknis Disdik Jabar terus bekerja melakukan penyempurnaan agar masyarakat dapat mengakses layanan pengumuman secara lebih cepat dan nyaman.

Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor pendidikan.

Baca Juga: Mark Aditya Ditunjuk Pimpin Tikomdik Jabar, Pemprov Perkuat Integrasi Sistem SPMB

Pemerintah Siapkan Solusi bagi Murid yang Belum Tertampung

Selain menjelaskan gangguan sistem, Disdik Jabar juga memastikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah bagi calon murid yang belum mendapatkan tempat di sekolah negeri.

Purwanto menegaskan bahwa pelaksanaan PCMB bertujuan memetakan seluruh calon murid secara komprehensif agar mereka memperoleh layanan pendidikan sesuai dengan kondisi dan pilihan yang tersedia.

Namun, pemerintah mengakui daya tampung SMA dan SMK negeri di Jawa Barat masih belum mampu mengakomodasi seluruh lulusan jenjang sebelumnya.

Berdasarkan data sementara, terdapat sekitar 77 ribu calon murid yang belum tertampung di sekolah negeri.

"Anak-anak yang belum tertampung di sekolah negeri akan kami salurkan ke sekolah-sekolah swasta yang bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagai bagian dari upaya perlindungan layanan pendidikan," ungkap Purwanto.

Menurutnya, kerja sama dengan sekolah swasta terus diperluas melalui koordinasi antara Cabang Dinas Pendidikan dan lembaga pendidikan di berbagai daerah.

Langkah tersebut diprioritaskan di wilayah yang memiliki jumlah calon murid belum tertampung cukup tinggi.

Baca Juga: Tinjau SMAN 1 Purwakarta, Kadisdik Jabar Pastikan SPMB Sekolah Maung Transparan Sesuai Arahan Gubernur

Pemprov Jabar Berikan Dukungan Pembiayaan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan skema dukungan pembiayaan bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke sekolah swasta mitra pemerintah.

Bantuan tersebut meliputi biaya Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang akan diberikan sesuai skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.

"Melalui skema tersebut, biaya pendidikan seperti Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) maupun Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) akan mendapat dukungan pembiayaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sesuai skala prioritas dan kapasitas fiskal daerah," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga terus memperluas layanan SMA Terbuka di sejumlah wilayah yang membutuhkan sebagai alternatif untuk memastikan seluruh anak di Jawa Barat tetap memperoleh hak pendidikan.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya anak putus sekolah akibat keterbatasan daya tampung pendidikan formal.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegaskan SPMB Sekolah Maung Bebas Titipan, Pelanggar Terancam Dicopot

Masyarakat Diminta Tetap Tenang

Disdik Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir terhadap keamanan data maupun hasil pemetaan yang telah dilakukan.

Purwanto menegaskan seluruh proses PCMB dijalankan secara akuntabel dan akan terus dievaluasi agar kualitas pelayanan semakin baik pada masa mendatang.

"Kami memastikan data calon murid tetap aman dan tidak ada manipulasi dalam proses ini. Atas berbagai kendala yang terjadi, kami kembali memohon maaf dan akan terus melakukan perbaikan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," pungkasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan seluruh hak calon murid tetap terlindungi dan tidak ada peserta yang dirugikan akibat kendala teknis yang terjadi pada sistem PCMB 2026.

Dengan evaluasi yang terus dilakukan, Disdik Jabar berharap proses penerimaan murid baru tahun ini dapat berjalan lebih optimal, transparan, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.