Jabar

Sekolah Bukan Sekadar Gedung! Kadisdik Purwanto Luncurkan Standardisasi Sekolah Jawa Barat 2026 Fokus pada Kebersihan dan Lingkungan

Didin Wahidin | 30 Maret 2026, 15:36 WIB
Sekolah Bukan Sekadar Gedung! Kadisdik Purwanto Luncurkan Standardisasi Sekolah Jawa Barat 2026 Fokus pada Kebersihan dan Lingkungan
Halalbihalal Dinas Pendidikan Jawa Barat "Guyub Sauyunan Ngaronjatkeun Ajén Atikan" di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

AKURAT JABAR – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat resmi memperketat aturan pengelolaan lingkungan di seluruh satuan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto, menegaskan bahwa Standardisasi Sekolah Jawa Barat 2026 akan menjadi acuan wajib bagi SMA, SMK, dan SLB guna menciptakan ruang belajar yang sehat dan representatif.

Hal tersebut disampaikan Purwanto dalam kegiatan Halalbihalal bertajuk "Guyub Sauyunan Ngaronjatkeun Ajén Atikan" yang digelar di Aula Ki Hajar Dewantara, Kota Bandung, Senin (30/3/2026).

Ia menekankan bahwa kebersihan sekolah adalah cerminan langsung dari kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa.

Faktanya, Kadisdik Jabar sering melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke berbagai sekolah dan tidak segan memberikan teguran keras jika menemukan kondisi lingkungan yang kumuh atau tidak terawat.

Baca Juga: Bentuk Karakter Sejak Dini, Kapolri Puji Ketegasan KDM Soal Larangan Siswa Bawa Motor ke Sekolah

Empat Pilar Utama Standardisasi Pengelolaan Sekolah

Oleh sebab itu, Disdik Jabar saat ini tengah mematangkan pedoman teknis yang akan mulai diimplementasikan secara masif pada tahun 2026.

Kebijakan ini dirancang agar pengelolaan lingkungan sekolah tidak lagi bersifat sporadis, melainkan sistematis dan berkelanjutan.

Selanjutnya, Purwanto merinci empat poin utama yang masuk dalam draf standardisasi tersebut:

  1. Pengelolaan Sampah: Sistem pemilahan dan pengolahan limbah domestik sekolah yang mandiri.

  2. Sistem Air Limbah: Penataan sanitas dan saluran drainase yang higienis.

  3. Penataan Bangunan: Optimalisasi fungsi ruang agar tetap layak dan nyaman untuk belajar.

  4. Penghijauan: Penciptaan area hijau sebagai paru-paru sekolah sekaligus media edukasi lingkungan.

“Sekolah harus menjadi ruang belajar yang bersih. Keterbatasan fasilitas atau belum adanya rehabilitasi bangunan bukan alasan untuk mengabaikan kebersihan lingkungan,” tegas Purwanto di hadapan para kepala sekolah dan pengawas.

Baca Juga: Bongkar Area Parkir! Kadisdik Jabar Purwanto Lakukan Penataan Lingkungan Sekolah di Subang, Jadikan Sekolah Pusat Peradaban

Budaya Disiplin: Teguran untuk Perbaikan Kualitas

Menariknya, di hadapan seluruh pegawai yang hadir secara luring maupun daring, Purwanto menyampaikan permohonan maaf atas sikap tegasnya selama ini.

Ia mengaku sering menuntut target cepat dan memberikan teguran langsung demi menjaga marwah institusi pendidikan di Jawa Barat.

Penting untuk dicatat, standardisasi ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan bagian dari proses pembelajaran karakter bagi siswa.

Dengan lingkungan yang tertata, siswa diharapkan mampu menyerap nilai-nilai disiplin dan cinta lingkungan dalam keseharian mereka di sekolah.

Baca Juga: Kadisdik Jabar Purwanto Buka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H: Rawat Bumi dengan Pancaniti

Apresiasi dan Sinergi Mutu Pendidikan

Selain itu, Kadisdik memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh jajaran Disdik Jabar atas dedikasi mereka dalam mencapai target kinerja tahunan.

Penampilan apik dari siswa SMKN 10 Bandung dalam acara tersebut turut menjadi bukti nyata dari keberhasilan pembinaan bakat di sekolah kejuruan.

Akhirnya, sinergi antara kepala sekolah, pengawas, dan komite sekolah menjadi kunci utama keberhasilan Standardisasi Sekolah Jawa Barat 2026.

Purwanto berpesan agar seluruh pihak menjaga kebersamaan demi meningkatkan mutu pendidikan Jawa Barat di kancah nasional maupun internasional.

Baca Juga: Dukung Visi KDM, Kadisdik Jabar Purwanto Dorong Penguatan Kecintaan Siswa Terhadap Alam Melalui Tanaman Bambu

Menuju Sekolah Berstandar Global

Dengan demikian, kebijakan baru ini diharapkan mampu menghapus gap kualitas lingkungan antar sekolah di Jawa Barat.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memfasilitasi kebutuhan sekolah, namun kedisiplinan warga sekolah dalam menjaga lingkungan tetap menjadi faktor penentu utama.

Baca Juga: Pemprov Jabar Alokasikan Rp112,5 Miliar untuk Pembangunan Sekolah Baru di Jawa Barat

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.