Jabar

Dedi Mulyadi Soroti Banjir Bandung, Dorong Pembangunan Danau hingga Pembenahan Tata Ruang

Didin Wahidin | 23 April 2026, 18:44 WIB
Dedi Mulyadi Soroti Banjir Bandung, Dorong Pembangunan Danau hingga Pembenahan Tata Ruang
KDM soroti banjir Bandung dan dorong solusi danau, tata ruang, PLTSa, serta penghijauan di Bandung Selatan.

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menaruh perhatian serius terhadap persoalan banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberikan sambutan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, yang digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026).

Dalam forum resmi tersebut, Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM menekankan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus berbasis perencanaan jangka panjang dan kolaboratif antara pemerintah daerah dan provinsi.

Salah satu solusi utama yang ia tawarkan adalah memperbanyak pembangunan danau sebagai wadah penampungan air hujan.

Menurutnya, kondisi geografis Bandung yang memiliki karakteristik sebagai cekungan membuat wilayah ini rentan terhadap genangan air dan banjir.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Soroti Tata Ruang dan Alih Fungsi Lahan sebagai Penyebab Banjir Bandung Selatan

"Bandung itu harus diperbanyak danau karena Bandung itu adalah bendungan," imbuhnya.

KDM juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap memberikan dukungan dalam pembangunan danau, khususnya pada lahan-lahan yang telah lebih dulu dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Ia menilai langkah ini penting untuk menciptakan sistem pengendalian air yang lebih efektif di kawasan tersebut.

Selain aspek infrastruktur pengendalian air, KDM juga menyoroti pentingnya penataan ruang wilayah.

Ia secara tegas menyebut bahwa salah satu akar persoalan banjir adalah alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Baca Juga: Waspada Hujan Sore Hari, BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob dan Longsor Selama Idulfitri 2026 di Jawa Barat

"Penanganan banjir, Pak Bupati dalam tahun ini melakukan perubahan tata ruang karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah, sawah dibuat jadi pabrik," kata KDM.

Pernyataan tersebut menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang, terutama dalam menjaga fungsi lahan pertanian agar tidak terus berubah menjadi kawasan industri yang berpotensi memperparah risiko banjir.

Selain itu, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius dalam penanganan banjir di Kabupaten Bandung.

KDM menilai bahwa pengelolaan sampah yang belum optimal turut memperburuk kondisi saluran air dan mempercepat terjadinya genangan.

Sebagai solusi, ia menyampaikan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang telah disepakati antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan sejumlah kabupaten/kota di bawah koordinasi Kementerian Lingkungan Hidup.

Baca Juga: Cegah Banjir Kabupaten Bandung 2026, Dinsos Jabar Gerakkan Warga Bersihkan Irigasi Cijeruk

Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah energi.

Tidak hanya fokus pada infrastruktur dan sampah, KDM juga menekankan pentingnya upaya penghijauan di wilayah Bandung Selatan.

Dia mendorong penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi sebagai bagian dari strategi konservasi lingkungan.

Menurutnya, penghijauan tidak hanya berdampak pada perbaikan ekosistem dan daya serap air tanah, tetapi juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar melalui sektor pertanian berkelanjutan.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menyambut baik berbagai arahan yang disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat tersebut.

Baca Juga: Respons Cepat Bencana, Dinsos Jabar Kucurkan Bantuan Logistik Senilai Rp514 Juta untuk Korban Longsor Cisarua

Ia menekankan bahwa penyelesaian persoalan banjir membutuhkan kerja sama lintas wilayah di kawasan Bandung Raya.

Dadang juga menyatakan keselarasan dengan gagasan penghijauan di Bandung Selatan melalui pengembangan tanaman produktif seperti teh dan kopi.

Selain aspek lingkungan, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani lokal serta memperkuat sektor ekonomi berbasis agraria di Kabupaten Bandung.

Dengan berbagai usulan tersebut, penanganan banjir di Kabupaten Bandung diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga transformasi besar dalam tata kelola ruang, lingkungan, dan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Baca Juga: Gubernur KDM Tata Ruang Dibenahi, Tiga Langkah Masif Atasi Banjir Bandung Raya

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.