Jaga Hulu Citarum, Gerakan Pramuka Jawa Barat Targetkan Hijaukan 100 Hektare Lahan di Situ Cisanti

AKURAT JABAR – Gerakan Pramuka Jawa Barat menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam melalui program Gerakan Aksi untuk Lingkungan (GAUL).
Sebanyak 500 anggota Pramuka Penggalang dan Penegak memadati kawasan hulu Sungai Citarum, Situ Cisanti, Desa Cibeureum, Kabupaten Bandung, untuk melakukan aksi penanaman pohon massal pada Jumat (13/2/2026).
Oleh karena itu, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis untuk memulihkan ekosistem di titik nol Sungai Citarum.
Sebab, kelestarian wilayah hulu menjadi penentu utama dalam meminimalkan risiko bencana banjir dan longsor di wilayah hilir.
Baca Juga: Pembangunan Infrastruktur Jawa Barat 2025: KDM Tuntaskan Jalan dan Reboisasi
Sinergi Lintas Sektoral dan Target 50 Ribu Pohon
Dalam keterangannya, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat, Herman Suryatman, menegaskan bahwa aksi ini lahir dari sinergi kuat bersama berbagai dinas terkait.
Maka dari itu, dukungan bibit dan pupuk organik mengalir dari Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, hingga Dinas Lingkungan Hidup.
Herman menargetkan total penghijauan mencapai 100 hektare dengan dukungan 50 ribu pohon di masa mendatang.
Baca Juga: DPRD Jabar Ingatkan Pemda Jaga Resapan Air: Angka Lahan Hijau Masih 40 Persen
Lebih lanjut, tahap awal pengerjaan telah menyentuh lahan seluas 4 hektare dan akan berlanjut ke area seluas 6 hektare pada pekan depan.
"Ini wujud nyata bahwa pembangunan tidak boleh hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi wajib mengutamakan pelestarian lingkungan," tegas Herman.
"Gerakan Pramuka Jawa Barat mengambil peran terdepan dalam menjaga daya dukung alam ini,” sambung dia.
Baca Juga: Darurat Lingkungan! Pemdaprov Jabar Siapkan Moratorium Penebangan Hutan Jabar di Area Rawan Bencana
Edukasi Karakter dan Pemantauan Rutin
Sementara itu, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bandung, Emma Dety Permanawati, memberikan instruksi khusus agar pohon yang telah ditanam tetap terpantau.
Oleh sebab itu, ia meminta para pembina dan peserta melakukan pengecekan rutin minimal satu bulan sekali guna memastikan tanaman tumbuh dengan optimal.
Selain itu, Emma menilai kegiatan di alam terbuka seperti ini sangat efektif sebagai sarana edukasi karakter bagi generasi muda.
Baca Juga: Data Mengejutkan: Jawa Barat Kehilangan 1,2 Juta Hektare Kawasan Lindung, Hanya Tersisa 400 Ribu Ha
Dengan demikian, keterlibatan langsung anggota Pramuka diharapkan mampu melahirkan generasi yang mencintai sektor lingkungan hidup dan pertanian.
"Kami masih menyisakan enam hektare lahan yang siap tanam. Kami juga telah menyiapkan bibit dan pupuk hasil koordinasi dengan para penyuluh," ujar Emma.
"Nantinya, penanaman ini tidak hanya berhenti di Desa Cibeureum, tetapi akan meluas ke wilayah lain di Kecamatan Kertasari," pungkasnya.
Pada akhirnya, melalui program GAUL ini, Gerakan Pramuka Jawa Barat berupaya menjadi motor penggerak bagi keberlanjutan pembangunan yang berbasis lingkungan.
Sinergi antara aksi nyata dan pembentukan karakter generasi muda diharapkan mampu menjaga nafas Sungai Citarum untuk masa depan yang lebih baik.
Baca Juga: PJT II Serahkan 2.500 Bibit Pohon ke Perumda Tirta Raharja untuk Dukung Konservasi DAS Citarum
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







