Jabar

Disdik Purwakarta Gencarkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Perkuat Pencegahan Perundungan

Didin Wahidin | 25 April 2026, 09:50 WIB
Disdik Purwakarta Gencarkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, Perkuat Pencegahan Perundungan
Disdik Purwakarta dorong sekolah aman, nyaman, dan bebas perundungan lewat sosialisasi lintas sektor.

Purwakarta — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta menegaskan perannya sebagai motor penggerak dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman melalui kegiatan sosialisasi tingkat kabupaten yang digelar pada Kamis, 23 April 2026 di Aula Bapperida Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan ini menjadi langkah konkret Disdik Purwakarta dalam mengimplementasikan kebijakan nasional, yakni Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman.

Selain itu, kegiatan ini juga merujuk pada Surat Edaran Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 3 Tahun 2026 terkait penguatan pelaksanaan sekolah yang aman dan kondusif.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta Ir. Sri Jaya Midan, M.P., yang diwakili oleh Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H. Dicky Darmawan, S.H., M.Hum.

Hadir pula Kepala Badan Perencanaan Riset dan Inovasi Daerah Drs. Suhandi, M.Si., sebagai bentuk dukungan terhadap sinergi lintas perangkat daerah dalam sektor pendidikan.

Baca Juga: Respons Cepat Sidak Bupati Om Zein, Disdik Purwakarta Perketat Disiplin Kepala Sekolah dan Guru

Peran sentral Disdik Purwakarta terlihat jelas dalam sesi pemaparan materi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta Sadiyah, M.Pd., melalui Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dr. Dede Supendi, M.Pd., menekankan pentingnya transformasi budaya sekolah sebagai fondasi utama dalam mendukung kualitas pendidikan.

"mplementasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman merupakan upaya strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung tumbuh kembang peserta didik secara optimal, baik dari aspek akademik maupun non-akademik," kata Dede saat memaparkan materi.

Penegasan tersebut memperlihatkan komitmen Disdik Purwakarta dalam tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga memastikan kesejahteraan psikologis dan sosial siswa.

Menurutnya, sekolah ideal harus mampu menjadi ruang belajar yang bebas dari ancaman, tekanan, maupun diskriminasi.

Baca Juga: Video Viral Siswa Lecehkan Guru di Purwakarta, Dedi Mulyadi Dorong Hukuman Edukatif

Ia menjelaskan bahwa sekolah tidak hanya dituntut bebas dari kekerasan fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan suasana yang inklusif, ramah anak, serta menjunjung tinggi nilai-nilai penghormatan terhadap keberagaman.

Selain itu, penguatan peran satuan pendidikan dalam pencegahan perundungan, diskriminasi, serta berbagai bentuk kekerasan menjadi bagian penting dalam kebijakan ini.

Dalam konteks ini, Disdik Purwakarta menempatkan pencegahan perundungan (bullying) sebagai prioritas utama.

Sekolah diharapkan mampu membangun sistem deteksi dini serta mekanisme penanganan yang responsif terhadap berbagai potensi pelanggaran yang terjadi di lingkungan pendidikan.

Lebih jauh, Disdik juga mendorong terciptanya kolaborasi yang erat antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.

Baca Juga: Disdik Jabar Terapkan Pembinaan 3 Bulan bagi Siswa Pelaku Perundungan, Utamakan Pendekatan Edukatif

Hal ini dinilai penting agar implementasi budaya sekolah aman tidak berjalan secara parsial, melainkan terintegrasi dan berkelanjutan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa keberhasilan implementasi budaya sekolah aman dan nyaman memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, serta masyarakat.

Oleh karena itu, melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama serta komitmen bersama dalam mewujudkannya.

Sosialisasi ini turut dihadiri berbagai unsur organisasi perangkat daerah (OPD) serta mitra strategis. Di antaranya Dewan Pendidikan, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kepolisian Resor Purwakarta, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), hingga Asosiasi Komite Satuan Pendidikan Indonesia (AKSPI) Kabupaten Purwakarta.

Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa upaya menciptakan sekolah aman dan nyaman bukan hanya tanggung jawab Disdik semata, melainkan menjadi agenda bersama lintas sektor.

Baca Juga: Mendiknasmen Abdul Mu’ti Pastikan Kasus Perundungan Siswa SMAN 1 Purwakarta Sudah Ditangani

Sebagai langkah lanjutan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta melalui Disdik akan mendorong pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman yang akan dituangkan dalam Keputusan Bupati. Pokja ini nantinya diharapkan menjadi ujung tombak implementasi kebijakan di lapangan.

Dengan langkah strategis ini, Disdik Purwakarta kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan daerah melalui penguatan ekosistem sekolah yang aman, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik.

Upaya ini juga sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menempatkan keamanan dan kenyamanan sebagai prasyarat utama dalam menciptakan generasi unggul di masa depan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.