Dedi Mulyadi Dorong Biogas Jadi Energi Alternatif di Tengah Kenaikan Harga Elpiji

AKURAT JABAR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai bahwa kearifan lokal memiliki potensi besar sebagai solusi energi alternatif di tengah kenaikan harga gas elpiji nonsubsidi.
Pemanfaatan sumber daya lokal dinilai dapat menjadi langkah strategis dalam menjaga ketahanan energi masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi berbasis fosil.
Menurut Dedi, salah satu bentuk diversifikasi energi yang dapat dikembangkan secara luas adalah penggunaan biogas. Energi ini dihasilkan dari proses pengolahan limbah organik, terutama kotoran hewan seperti sapi.
Ia menyebutkan bahwa sejumlah peternak di wilayah Kabupaten Bandung Barat telah berhasil mengolah limbah ternak menjadi sumber energi yang bermanfaat.
Pemanfaatan biogas tersebut bahkan telah terbukti mampu menghasilkan api kompor dengan daya yang cukup besar untuk kebutuhan memasak sehari-hari.
Baca Juga: Pemda Jabar Siapkan Sanksi Tegas untuk Truk ODOL di Jalan Cikembar–Jampang Tengah Sukabumi
Hal ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana berbasis kearifan lokal mampu memberikan solusi nyata di tengah tekanan ekonomi.
“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, Senin (20/4/2026).
Selain biogas, Dedi juga mengungkapkan bahwa masyarakat dapat memanfaatkan berbagai sumber energi lain yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kemampuan ekonomi masing-masing.
Untuk masyarakat di wilayah perdesaan, penggunaan kayu bakar dinilai masih relevan sebagai alternatif energi tradisional.
Sementara itu, bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan, penggunaan kompor listrik dapat menjadi pilihan yang lebih praktis dan efisien.
Baca Juga: KDM Targetkan Rampung 2027, PLTMH Jabar Energi Bersih Harus Dorong Produktivitas Warga
Diversifikasi ini dinilai penting agar masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis sumber energi saja.
"Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita," ucap KDM.
Lebih lanjut, ia menyampaikan optimisme bahwa masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat, memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan berbagai perubahan kondisi ekonomi.
Kreativitas dan inovasi warga diyakini mampu melahirkan berbagai solusi alternatif yang efektif.
“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” katanya.
Baca Juga: Gubernur Jabar Tantang ITB Wujudkan Energi Baru Terbarukan dari Sampah dan Biogas
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul kebijakan kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang mulai diberlakukan pada 18 April 2026.
Kenaikan ini berdampak pada harga elpiji ukuran 12 kilogram yang kini mencapai Rp228.000 per tabung di wilayah Jawa Barat.
Selain itu, harga elpiji ukuran 5,5 kilogram juga mengalami penyesuaian menjadi Rp107.000 per tabung.
Meski demikian, pemerintah memastikan bahwa harga elpiji subsidi ukuran 3 kilogram tidak mengalami perubahan, sehingga tetap dapat diakses oleh masyarakat berpenghasilan rendah.
Kenaikan harga elpiji nonsubsidi ini mendorong perlunya strategi adaptif dari masyarakat, baik dalam mengelola konsumsi energi maupun dalam mencari sumber energi alternatif yang lebih terjangkau.
Dalam konteks ini, pendekatan berbasis kearifan lokal seperti pemanfaatan biogas dinilai menjadi solusi yang tidak hanya ekonomis, tetapi juga ramah lingkungan.
Selain mengurangi limbah, penggunaan biogas juga berpotensi menekan biaya rumah tangga serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon.
Oleh karena itu, pengembangan energi alternatif berbasis komunitas diharapkan dapat terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha.
Dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada, masyarakat Jawa Barat diharapkan mampu menghadapi tantangan kenaikan harga energi dengan lebih mandiri dan berkelanjutan.
Baca Juga: Perkuat Fiskal, Proyek RDMP Jadi Kunci Utama Mewujudkan Swasembada Energi Nasional
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







