Jabar

RUPST 2025 Bank BJB: Dedi Mulyadi Targetkan Lompatan Kinerja, Susi Pudjiastuti Masuk Radar

Didin Wahidin | 30 April 2026, 13:41 WIB
RUPST 2025 Bank BJB: Dedi Mulyadi Targetkan Lompatan Kinerja, Susi Pudjiastuti Masuk Radar
RUPST 2025 Bank BJB di Bandung bahas direksi baru dan target peningkatan kinerja 2026.

AKURAT JABAR - Bank BJB resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 di Bale Pakuan, Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Selasa (28/4/2026).

Forum strategis ini menjadi momentum penting dalam menentukan arah bisnis perusahaan, termasuk penetapan jajaran direksi dan komisaris baru.

Penunjukan manajemen baru tersebut diharapkan mampu membawa bank daerah terbesar di Indonesia ini melangkah lebih agresif di tengah persaingan industri perbankan nasional yang semakin ketat.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan, kepemimpinan baru harus mampu meningkatkan kinerja bank secara menyeluruh pada 2026.

Ia menyoroti sejumlah indikator utama yang menjadi perhatian, seperti efisiensi biaya operasional, peningkatan dividen bagi pemegang saham, kualitas kredit yang lebih sehat, serta pertumbuhan dana pihak ketiga.

“Kinerja bank harus lebih efisien, laba meningkat, dan kualitas kredit semakin baik. Itu indikator yang harus dicapai,” tegasnya.

Baca Juga: Klarifikasi KDM Soal Rencana Pinjaman Pemprov Jabar Rp2 Triliun ke BJB: Tunggu Tagihan DBH!

Kinerja Moncer 2025 Jadi Modal Besar

Sepanjang tahun buku 2025, bank bjb mencatatkan performa yang solid. Total aset perusahaan mencapai Rp221,3 triliun.

Angka ini menempatkan bank bjb sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar di Indonesia.

Capaian tersebut tidak datang secara instan. Penguatan pangsa pasar, inovasi teknologi yang terus dikembangkan, serta kolaborasi erat dengan pemegang saham menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan.

Transformasi digital juga menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan daya saing bank bjb, terutama dalam memperluas layanan dan meningkatkan pengalaman nasabah di era perbankan modern.

Baca Juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Tagih Kewajiban BUMN Rp3,7 Triliun ke BJB

Nama Susi Pudjiastuti Jadi Sorotan

Dalam proses penyusunan jajaran direksi dan komisaris, Dedi Mulyadi mengungkapkan bahwa dirinya turut merekomendasikan sejumlah figur yang dinilai memiliki integritas tinggi. Salah satu nama yang mencuat adalah Susi Pudjiastuti.

Sosok mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut dinilai memiliki pengalaman dan ketegasan yang dapat memberikan nilai tambah dalam pengambilan keputusan strategis.

"Saya merekomendasikan orang-orang dalam bjb yang menurut saya memiliki integritas," ucap Dedi.

Ia menambahkan, Susi Pudjiastuti memiliki kapasitas untuk memberikan pertimbangan penting kepada pemerintah daerah, khususnya dalam perannya sebagai pemegang saham utama bank bjb.

Baca Juga: Dirut Bank BJB Mengundurkan Diri, Gubernur Dedi Mulyadi Soroti Hal Ini

Sejumlah Agenda Strategis Disahkan

Selain penetapan direksi dan komisaris, RUPST juga membahas dan menyetujui sejumlah agenda penting lainnya.

Di antaranya adalah persetujuan Laporan Tahunan Tahun Buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih, serta penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik untuk tahun buku 2025.

Tak hanya itu, rapat juga mengesahkan pengkinian Rencana Aksi Pemulihan bank bjb sebagai langkah mitigasi risiko, serta perubahan anggaran dasar perseroan guna menyesuaikan dengan kebutuhan bisnis dan regulasi terbaru.

Keputusan-keputusan tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur fundamental perusahaan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor dan pemegang saham.

Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Apresiasi Kredit dengan Syarat Ringan Bank BJB, Capai Ratusan Miliar!

Tantangan 2026: Efisiensi dan Ekspansi

Memasuki 2026, bank bjb menghadapi tantangan sekaligus peluang besar. Persaingan industri perbankan yang semakin kompetitif menuntut perusahaan untuk lebih adaptif dan inovatif.

Dedi Mulyadi menekankan pentingnya efisiensi dan ekspansi yang terukur agar bank bjb tetap menjadi pemain utama di sektor perbankan daerah.

Dengan dukungan manajemen baru, bank ini diharapkan mampu meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi di Jawa Barat dan Banten.

RUPST 2025 pun menjadi titik awal transformasi lanjutan bagi bank bjb, dengan harapan dapat menciptakan kinerja yang lebih kuat, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Yusuf Saadudin Terpilih Sebagai Dirut Bank BJB, Gubernur Dedi Mulyadi Tegaskan Profesionalisme

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.