Gubernur Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan Korban Longsor Lembang 2026 dan Siapkan Lahan Relokasi

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menunjukkan komitmen nyata dalam menangani dampak bencana alam di wilayahnya.
Pria yang akrab dengan sapaan KDM ini secara resmi menyerahkan stimulan Bantuan Korban Longsor Lembang 2026 sebesar Rp10 juta bagi setiap kepala keluarga (KK) terdampak.
Penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Aula Gemah Ripah, Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (16/3/2026).
Selain santunan uang tunai, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini tengah mematangkan rencana pembangunan rumah relokasi permanen bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal.
“Kami sedang menyiapkan rumah untuk warga yang terkena bencana pada Mei 2025 lalu. Di lokasi tersebut ada lima rumah yang longsor dan kondisi penghuninya sempat terlantar,” ujar KDM usai menyerahkan bantuan secara simbolis.
Instruksikan Kepala Desa Cari Lahan Relokasi Aman
Faktanya, proses penyediaan lahan untuk pembangunan rumah baru tersebut sedang berjalan intensif.
KDM telah menginstruksikan pemerintah desa setempat untuk segera mengidentifikasi lahan yang aman dan layak huni bagi para korban longsor di Desa Cibogo, Kecamatan Lembang.
Oleh sebab itu, langkah ini menjadi solusi jangka panjang agar warga tidak lagi merasa was-was terhadap ancaman bencana serupa.
Selama hampir setahun terakhir, para korban terpaksa menumpang di rumah kerabat atau menyewa kontrakan karena hunian asli mereka sudah tidak layak huni.
Baca Juga: Waspadai Sesar Lembang, Pemda Purwakarta Gencarkan Edukasi dan Simulasi Bencana
Bersihkan Jalur Wisata: KDM Guyur Kadeudeuh ke Pemilik Jongko
Selanjutnya, aksi sosial KDM tidak berhenti pada korban bencana alam saja. Gubernur juga memberikan uang “kadeudeuh” kepada para pemilik jongko atau warung kecil di sepanjang jalur wisata Subang.
Beberapa titik yang menjadi sasaran pemberian bantuan meliputi:
Kawasan Cilumber RW 04, 07, dan 12.
Wilayah Ciburial RW 01.
Menariknya, pemberian uang kadeudeuh dengan besaran bervariasi ini merupakan bagian dari upaya penataan estetika jalur wisata.
KDM ingin para pedagang tetap mendapatkan dukungan ekonomi saat proses pembersihan dan penataan kawasan wisata dilakukan oleh pemerintah.
Target Penataan Hingga Kawasan Ledeng
Selain itu, KDM menegaskan bahwa penataan ini akan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh.
Ia ingin memastikan jalur wisata di Jawa Barat tampil lebih asri, tertib, dan nyaman bagi para pelancong.
“Kami mulai melakukan pembersihan dari wilayah Subang sebagai contoh awal. Nantinya penataan ini akan terus berlanjut hingga ke kawasan Ledeng, dan jumlah penerimanya bisa mencapai ratusan orang,” pungkas KDM penuh optimisme.
Akhirnya, sinergi antara pemberian bantuan sosial dan penataan kawasan wisata ini diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Jawa Barat.
Dengan demikian, kebijakan Bantuan Korban Longsor Lembang 2026 ini membuktikan kehadiran pemerintah provinsi di tengah kesulitan warga sekaligus langkah konkret dalam mitigasi bencana.
Baca Juga: Antisipasi Cuaca Ekstrem, BPBD Jabar Siagakan Puluhan Posko Mudik di Titik Rawan Bencana
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










