Sekolah Maung Jabar Dapat Dukungan Akademisi, Siap Cetak Generasi Unggul Berbasis Kearifan Lokal

AKURAT JABAR - Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai respons positif dari berbagai kalangan.
Dukungan datang dari akademisi, perguruan tinggi, hingga komunitas alumni sekolah yang menilai program ini sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pendidikan berbasis kearifan lokal.
Gagasan Sekolah Maung dinilai tidak hanya menghadirkan inovasi dalam sistem pendidikan, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi masa depan yang unggul dan berdaya saing tinggi.
Salah satu dukungan disampaikan oleh perwakilan Komite SMAN 3 Bandung sekaligus dosen Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Isma Widiaty.
Ia menjelaskan bahwa konsep Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif.
“Konsep Sekolah Maung merupakan pengembangan dari Sekolah Garuda Transformatif, sebagai terobosan untuk memfasilitasi anak-anak dengan potensi kecerdasan di atas rata-rata,” ujarnya usai Rapat Kerja Persiapan Penyelenggaraan Sekolah Maung di Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Kepala SMA di Jabar Dukung Sekolah Maung, Dorong Lahirnya SDM Unggul
Menurutnya, program ini memiliki potensi besar jika dirancang dengan ciri khas yang kuat, terutama dengan tetap berakar pada budaya Sunda.
Ia menekankan pentingnya pembenahan dari berbagai aspek, mulai dari sistem penerimaan siswa, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) guru, kurikulum, hingga sarana dan prasarana pendukung.
“Kami mendukung penuh dan berharap program ini dapat segera terealisasi pada 2026,” tambahnya.
Dukungan serupa juga disampaikan akademisi lainnya dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Ahmad Yani.
Ia menilai Sekolah Maung sebagai inovasi pendidikan yang mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan utama dalam proses pembelajaran.
“Kami melihat konsep Sekolah Maung ini sangat luar biasa karena mengangkat kearifan lokal sebagai kekuatan utama,” katanya.
Baca Juga: Sekolah Maung Purwakarta Siap Beroperasi, Pilot Proyek Jabar di Tajug Gede
Ia menegaskan bahwa pihak kampus siap memberikan kontribusi nyata, tidak hanya dalam bentuk dukungan konseptual, tetapi juga dalam pengembangan kurikulum, fasilitas pendidikan, hingga metode pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Kami tidak hanya mendukung secara narasi, tetapi juga siap berkontribusi nyata,” tegasnya.
Komitmen serupa juga datang dari Institut Teknologi Bandung. Prof. Fatimah Arofiati Noor menyatakan kesiapan institusinya untuk turut berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
“Kami berkomitmen untuk bersama-sama meningkatkan kompetensi dan kapasitas siswa serta guru di Jawa Barat,” ucapnya.
Ia berharap kolaborasi lintas institusi ini mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat untuk menjadi pemimpin masa depan.
Baca Juga: Cetak SDM Adaptif, Gubernur Dedi Mulyadi Gagas Sekolah Maung Jawa Barat 2026
Sementara itu, akademisi dari Universitas Padjadjaran, drg. Erli Sarilita, menyoroti pentingnya program ini dalam penguatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Kami berharap program ini mampu mencetak generasi yang memiliki daya saing tinggi, baik untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Ke depan, mereka diharapkan dapat kembali berkontribusi dalam pembangunan Jawa Barat,” harapnya.
Dari unsur alumni, dukungan juga mengalir melalui Ketua Harian Ikatan Alumni SMAN 3 Bandung, Gun Gun Saptari Hidayat.
Dia menilai program Sekolah Maung sebagai momentum penting bagi kemajuan pendidikan di Jawa Barat.
“Ini menjadi momentum penting bagi kemajuan pendidikan di Jawa Barat agar semakin istimewa, maju, dan berdampak,” ungkapnya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi: Pendidikan Harus Terapkan Ilmu, Bukan Sekadar Teori di Kelas
Ia menambahkan bahwa kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh kualitas pendidikannya. Oleh karena itu, kehadiran Sekolah Maung diharapkan mampu menjadi titik awal kebangkitan sektor pendidikan di Jawa Barat.
“Kami berharap Sekolah Maung menjadi titik awal kebangkitan pendidikan di Jawa Barat,” pungkasnya.
Dengan dukungan luas dari berbagai pihak, implementasi Sekolah Maung diharapkan dapat segera terealisasi dan menjadi model pendidikan unggulan berbasis kearifan lokal.
Program ini sekaligus diharapkan mampu menjawab tantangan global dengan tetap menjaga identitas budaya daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







