Jabar

Binokasih Mulang Salaka Awali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Sumedang

Didin Wahidin | 3 Mei 2026, 18:04 WIB
Binokasih Mulang Salaka Awali Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Sumedang
Kirab Mahkota Binokasih Mulang Salaka dimulai dari Sumedang menuju sejumlah daerah di Jawa Barat hingga puncak di Bandung.

AKURAT JABAR - Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran resmi dimulai dengan prosesi sakral pengarakkan Mahkota Binokasih Mulang Salaka dari Museum Geusan Ulun, Sabtu (2/5/2026).

Mahkota bersejarah tersebut diarak menggunakan kereta kencana sebagai simbol penghormatan terhadap warisan leluhur Sunda.

Prosesi penyerahan mahkota ke dalam kereta berlangsung khidmat di halaman museum dan disaksikan sejumlah tokoh penting.

Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain H.R.I Lukman Soeriadisoeria, Dedi Mulyadi, Erwan Setiawan, serta Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman.

Turut hadir pula Bupati Sumedang dan jajaran pejabat pemerintah provinsi maupun kabupaten.

Baca Juga: Pemprov Jabar Resmi Tetapkan 18 Mei sebagai Hari Tatar Sunda, Tonggak Kebangkitan Budaya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjelaskan bahwa tradisi kirab Mahkota Binokasih sebenarnya telah lama dilakukan.

Namun, pada tahun ini konsepnya dikemas lebih kental dengan nuansa budaya dibandingkan sebelumnya yang menggunakan kendaraan modern.

“Mulai tahun ini Mahkota Binokasih diarak, bukan lagi pakai mobil Jeep, tetapi dengan acara kebudayaan yang berasal dari nilai leluhur kita, dibawa keliling Jabar," ujar KDM, sapaan akrab gubernur.

"Mampir di delapan tempat, kemudian puncaknya nanti di Kota Bandung menuju Gedung Sate, dan kemudian nanti kembali lagi ke Sumedang,” tambah dia.

Ia menambahkan, kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Tatar Sunda yang akan digelar rutin setiap tahun dalam tajuk Milangkala Tatar Sunda.

Baca Juga: Dedi Mulyadi: Anggaran Gaji Honorer Ada, Tunggu Arahan PAN-RB untuk Pembayaran

Perayaan tersebut tidak hanya berlangsung di wilayah Jawa Barat, tetapi juga mencakup daerah-daerah di Banten dan Jawa Tengah yang masih memiliki keterkaitan budaya Sunda.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah provinsi terhadap pelestarian budaya Sunda, khususnya di wilayah Sumedang.

“Ini sebuah perhelatan yang luar biasa, syarat akan makna bagaimana sebuah milangkala menjadi cerminan sejarah dan kompas bagi masa depan Jawa Barat dan Sumedang di dalamnya,” ujarnya.

Kirab Napak Tilas Padjadjaran ini tidak hanya menjadi seremoni budaya, tetapi juga perjalanan historis yang menelusuri jejak kejayaan Kerajaan Padjadjaran.

Dari Sumedang, rombongan akan bergerak menuju Kawali pada Minggu, kemudian melanjutkan perjalanan ke Kampung Naga pada Senin malam.

Baca Juga: West Java Festival 2025 Siap Meriahkan Bandung, Angkat Tema Gapura Panca Waluya

Perjalanan akan berlanjut ke Cianjur pada Selasa, dilanjutkan ke Bogor pada Rabu.

Selanjutnya, rombongan akan singgah di Karawang pada Jumat, kemudian ke Depok pada Sabtu, dan berakhir di Kabupaten Cirebon pada Minggu.

Puncak kegiatan kirab budaya ini akan digelar di Bandung pada 16 Mei 2026. Acara tersebut akan menampilkan kirab seni budaya dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Selanjutnya, pada malam harinya, tepatnya 17 Mei 2026, akan digelar acara puncak bertajuk Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda di Gedung Sate. Pertunjukan kolosal budaya dijadwalkan menjadi penutup rangkaian kegiatan tersebut.

Kirab ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Sunda sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda.

Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi meningkatkan daya tarik pariwisata budaya di berbagai daerah yang dilalui.

Baca Juga: Simbol Budaya Sunda: Tugu Pancakarsa Kujang Raksasa 14 Meter Jadi Ikon Baru Bogor

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.