Bupati Purwakarta Dorong Pendidikan Kolaboratif, Dukungan Program Berkebun di Sekolah

AKURAT JABAR – Bupati Purwakarta yang akrab disapa Om Zein menegaskan bahwa tanggung jawab pendidikan tidak hanya berada di pundak sekolah, melainkan merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat.
Dalam kunjungannya ke SMPN 3 Campaka, Om Zein menekankan pentingnya peran kolektif seluruh pihak dalam proses pendidikan.
Menurutnya, setiap pihak tidak boleh hanya bergantung pada orang lain, melainkan harus aktif mengambil bagian.
“Tanggung jawab bersama ini menjadi tugas besar, sehingga tidak saling mengandalkan. Tapi saling mengambil alih tanggung jawab,” ujar Saepul Bahri Binzein.
Lebih lanjut, Bupati Purwakarta menyoroti tema kegiatan yang mengusung konsep “fasilitasi semesta”.
Baca Juga: Hardiknas 2026 Jabar: Disdik Tegaskan Kolaborasi Pendidikan Bermutu untuk Semua
Ia menjelaskan bahwa seluruh unsur yang terlibat dalam pendidikan harus menjadi aktor utama, bukan sekadar partisipan pasif.
“Semestinya, semua menjadi tokoh utama sebagai guru dalam pendidikan anak-anak kita,” jelas Om Zein.
Pada kesempatan yang sama, Om Zein menanggapi rencana program “kick off” berkebun di sekolah.
Program ini, menurutnya, akan diterapkan secara bertahap dan menjadi pilot project di beberapa sekolah sebelum diperluas ke seluruh wilayah Purwakarta.
“Kita akan lakukan di semua sekolah, namun saat ini masih percobaan di beberapa sekolah dulu,” tambahnya.
Program berkebun di sekolah ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan minat siswa terhadap lingkungan dan pertanian, tetapi juga memperkuat nilai kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
Om Zein berharap langkah ini dapat menjadi model pendidikan inovatif yang mengintegrasikan praktik nyata dalam pembelajaran sehari-hari.
Kehadiran Bupati Purwakarta di SMPN 3 Campaka juga dimaksudkan untuk memberikan motivasi serta memperkuat sinergi antara pihak sekolah dan masyarakat.
Sinergi ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus mempersiapkan generasi muda yang kreatif dan mandiri.
Langkah-langkah yang diinisiasi oleh Om Zein mencerminkan pendekatan pendidikan berbasis komunitas, di mana setiap warga memiliki peran dalam mendukung perkembangan anak-anak.
Baca Juga: Hardiknas 2025: Bupati Om Zein Resmi Larang Siswa Pakai HP di Purwakarta
Dengan adanya program percobaan berkebun dan keterlibatan aktif masyarakat, Purwakarta menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan pendidikan holistik yang inklusif dan berkelanjutan.
Om Zein menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah dan sekolah, tetapi membutuhkan kontribusi aktif dari seluruh warga.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Saat semua pihak berperan, anak-anak akan mendapatkan pembelajaran yang lebih baik dan menyeluruh,” tutup Bupati.
Dengan berbagai langkah ini, Purwakarta berupaya menjadi pionir pendidikan inovatif di Jawa Barat, menekankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sekolah sebagai fondasi utama kesuksesan pendidikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







