Gunakan Drone, Pemkab Purwakarta Semprotkan Biosaka N Level 1 untuk Redam Bau di TPA Cikolotok

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta menempuh langkah inovatif untuk menekan polusi udara di kawasan pembuangan sampah.
Petugas menyemprotkan cairan Biosaka N Level 1 dalam sebuah simulasi khusus di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA Cikolotok), Desa Margasari, Kecamatan Pasawahan, Sabtu (28/2/2026).
Langkah strategis ini bertujuan menguji efektivitas Biosaka dalam meredam bau tak sedap yang sering mengeluhkan warga sekitar.
Baca Juga: Kurangi Beban TPA, DPRD Jabar Desak Solusi Sampah Jawa Barat 2026 Dimulai dari Desa
Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, M.P., memimpin langsung kegiatan yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan tersebut.
"Kami menyemprotkan Biosaka N Level 1 di sekitar TPA Cikolotok untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi warga Purwakarta," ujar Sri Jaya Midan.
Teknologi Drone untuk Persebaran Merata
Pemkab Purwakarta tidak hanya melakukan penyemprotan secara manual.
Petugas mengerahkan unit drone untuk menyebarkan cairan Biosaka secara merata di atas tumpukan sampah yang menggunung.
Penggunaan pesawat nirawak ini menjamin molekul air yang tercampur Biosaka menyebar sempurna hingga ke celah-celah timbunan.
Baca Juga: Gubernur Dedi Mulyadi Apresiasi Sistem Pengelolaan Sampah KIKC, Minta Industri Lain di Jabar Meniru
Selain mengandalkan teknologi udara, sejumlah pejabat yang hadir juga turut menyemprotkan cairan tersebut secara manual sebagai bentuk dukungan nyata.
Turut mendampingi Sekda dalam kegiatan tersebut antara lain Asda Bidang Perekonomian dan Pembangunan, dr. Agung Darwis Suriaatmadja, M.Kes, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Erlan Diansyah, serta Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Hadjanto Purnama.
Baca Juga: Respons Cepat Temuan Pandawara, Dinas SDA Jabar Angkut Sampah di Oxbow Cicukang Kabupaten Bandung
Darurat Kapasitas: TPA Cikolotok Nyaris Penuh
Meskipun penyemprotan Biosaka mampu meredam bau, persoalan kapasitas lahan tetap menjadi tantangan besar bagi Pemkab Purwakarta.
Saat ini, tingkat keterisian TPA Cikolotok sudah hampir menyentuh angka 90 persen dari batas kapasitas maksimalnya.
Beban sampah di wilayah Purwakarta tergolong sangat tinggi. Berdasarkan data terkini:
Produksi Sampah: Mencapai sekitar 400 ton setiap hari.
Sampah Terangkut: Hanya berkisar 150 hingga 200 ton per hari yang mampu dibawa ke TPA.
Kendala Utama: Keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah menjadi hambatan utama pengangkutan.
Baca Juga: Gubernur Jabar Tantang ITB Wujudkan Energi Baru Terbarukan dari Sampah dan Biogas
Maka dari itu, penggunaan Biosaka menjadi salah satu solusi strategis untuk menciptakan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di tengah keterbatasan lahan.
Pemkab Purwakarta berkomitmen terus mengevaluasi hasil simulasi ini agar polusi udara akibat bau tumpukan sampah dapat diminimalisir demi kesehatan masyarakat luas.
Baca Juga: Bupati Purwakarta Om Zein Terbitkan Surat Edaran Gerakan Ngosrek Bareng
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










