SPPG Depok Darangdan Pastikan Menu Sesuai Standar Harga Pasar

AKURAT JABAR – Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Depok Darangdan Purwakarta angkat bicara terkait dinamika program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, SPPG memastikan telah menerima evaluasi mendalam dari Tim Investigasi Badan Gizi Nasional (BGN) guna menjaga akuntabilitas program.
Kepala SPPG Depok Darangdan, Ratu Genialda, menegaskan bahwa kehadiran Tim Investigasi BGN merupakan langkah penting untuk melakukan verifikasi faktual di lapangan.
Evaluasi tersebut mencakup dua poin utama: tudingan adanya ulat pada makanan serta klarifikasi mengenai kewajaran harga bahan baku menu.
Klarifikasi Standar Harga dan Kebutuhan Gizi
Faktanya, salah satu fokus investigasi adalah mengenai harga bahan baku, termasuk harga sawi hijau yang sempat dipertanyakan publik.
Ratu menjelaskan bahwa menu yang didistribusikan pada 10 Maret 2026 telah melalui perhitungan matang oleh ahli gizi.
Menu tersebut terdiri dari mie ayam, sawi hijau, ayam dadu bumbu kecap, serta jagung marning porsi besar.
Menurutnya, masukan dari tim investigasi akan menjadi dasar untuk memperketat pengawasan terhadap mitra penyedia bahan baku.
“Kami memberikan keterangan agar masyarakat mendapatkan informasi yang utuh dan tidak terpotong. Ke depan, kami akan semakin ketat mengawasi kejujuran mitra soal harga bahan baku untuk memastikan penggunaan anggaran tetap akuntabel,” ujar Ratu Genialda, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga: Wakil Kepala BGN Bongkar Praktik Pungli Calon Mitra SPPG: Tidak Ada Ampun!
Menepis Isu Makanan Berulat dari Akun Anonim
Selanjutnya, terkait isu makanan tidak layak atau berulat, pihak SPPG mengklarifikasi bahwa hingga saat ini tidak ada laporan resmi dari pihak sekolah.
Berdasarkan data lapangan, program ini menyasar 22 sekolah penerima manfaat dan seluruhnya tidak ada yang mengirimkan komplain secara langsung.
Oleh sebab itu, Ratu menyayangkan informasi yang berkembang liar di media sosial yang bersumber dari akun anonim tanpa tindak lanjut konfirmasi.
“Kami baru mengetahui isu tersebut dari komentar di media sosial. Sebenarnya, SPPG selalu siap mengganti makanan apabila ditemukan yang tidak layak. Namun, sampai sekarang tidak ada konfirmasi atau bukti fisik dari pengirim informasi tersebut,” tegasnya.
Baca Juga: BGN Bantah Kematian Siswa SMK di Bandung Barat Akibat Santap Menu Makan Bergizi Gratis
Komitmen Perbaikan dan Permohonan Maaf
Menariknya, meski isu tersebut belum terbukti secara prosedural, pihak SPPG tetap menunjukkan sikap kooperatif dan rendah hati.
Ratu menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul di tengah masyarakat selama proses transisi dan pelaksanaan program ini.
Sebagai bentuk nyata dari evaluasi BGN, SPPG Depok Darangdan berkomitmen melakukan tiga langkah strategis:
Melakukan perbaikan menyeluruh dalam pengelolaan dapur.
Meningkatkan pengawasan kualitas makanan di setiap tahapan distribusi.
Melakukan pemeriksaan harga bahan baku secara lebih ketat guna mencocokkan dengan standar pasar.
“Kami berterima kasih atas masukan dari masyarakat dan Tim Investigasi BGN. Ini adalah bagian dari upaya bersama untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan lebih baik, jujur, dan transparan ke depan,” tutup Ratu.
Baca Juga: Cegah Kasus Keracunan Terulang, Pemprov Jabar Ultimatum Semua SPPG Kantongi SLHS Sebelum 30 Oktober
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









