Hunian Wawasan Bangsa Purwakarta Diresmikan, Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

AKURAT JABAR - Pemerintah terus memperkuat penyediaan hunian layak melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu wujud nyata ditunjukkan melalui peresmian Perumahan Hunian Wawasan Bangsa di Kabupaten Purwakarta pada Selasa, 14 April 2026.
Peresmian tersebut dilakukan oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, bersama Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Proyek hunian ini dikembangkan oleh Lippo Group sebagai bagian dari dukungan sektor swasta terhadap program perumahan nasional.
Apresiasi untuk Kolaborasi Semua Pihak
Dalam sambutannya, Maruarar Sirait menyampaikan penghargaan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan kawasan tersebut.
Dia menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi faktor utama keberhasilan proyek ini.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur Dedi Mulyadi atas kepemimpinan yang dinilai responsif terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam sektor perumahan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jawa Barat yang memimpin dengan hati dan selalu mendukung program perumahan di Jawa Barat,” ujar Menteri Ara.
Selain itu, dukungan dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga dianggap berperan besar dalam kelancaran pembangunan.
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein - yang akrab disapa Om Zein - turut diapresiasi karena dinilai mampu mendorong kebijakan yang berpihak pada masyarakat, dunia usaha, serta keberlanjutan lingkungan.
“Terima kasih kepada Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein yang pro rakyat, pro dunia bisnis, dan juga pro terhadap lingkungan hidup,” lanjutnya.
Baca Juga: Pemprov Jabar dan Kementerian PKP Siapkan Hunian Vertikal TOD di Lahan KAI Kiaracondong untuk MBR
Peran Strategis Sektor Swasta
Menteri yang akrab disapa Ara ini menegaskan bahwa sektor swasta memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan perumahan.
Ia mencontohkan kontribusi James Riady yang telah menghibahkan lahan di kawasan Meikarta untuk pembangunan rumah susun subsidi.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah dan swasta mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Menteri Ara menekankan bahwa pembangunan perumahan tidak dapat dilakukan secara terpisah, melainkan harus melibatkan berbagai pihak dalam satu ekosistem yang saling mendukung.
Baca Juga: Solusi Banjir dan Hunian Layak, Menteri PKP Resmikan Proyek Rumah Susun Subsidi Meikarta
Model Pengembangan Hunian Masa Depan
Maruarar Sirait menilai Perumahan Hunian Wawasan Bangsa memiliki potensi menjadi model pengembangan kawasan hunian di masa mendatang.
Konsep yang diusung dinilai tidak hanya memperhatikan kualitas bangunan, tetapi juga integrasi fasilitas dan lingkungan.
Ia berharap proyek ini dapat menjadi referensi bagi pengembang lain dalam menghadirkan hunian yang terjangkau, nyaman, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Atasi Backlog Hunian, Kementerian PKP Sosialisasi Program Apartemen Bersubsidi di Kabupaten Bekasi
Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat
Gubernur Dedi Mulyadi menyatakan bahwa kebutuhan hunian di Jawa Barat masih sangat tinggi. Oleh karena itu, kehadiran proyek seperti Hunian Wawasan Bangsa dinilai sangat penting dalam menjawab kebutuhan tersebut.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci percepatan pembangunan perumahan, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang pesat.
“Kami menyambut baik pembangunan Hunian Wawasan Bangsa ini. Jawa Barat membutuhkan banyak hunian layak, dan kolaborasi dengan sektor swasta menjadi kunci percepatan,” ujarnya.
Testimoni Penghuni: Hunian Terjangkau dan Strategis
Manfaat proyek ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satu penghuni, Ajeng, mengungkapkan alasan memilih tinggal di kawasan tersebut karena lokasinya yang strategis.
Menurutnya, hunian ini dekat dengan tempat kerja suaminya yang merupakan karyawan perusahaan otomotif, serta memiliki akses mudah ke berbagai fasilitas umum seperti sekolah, rumah sakit, pasar, dan tempat ibadah.
“Saya memilih tinggal di sini karena dekat dengan tempat kerja suami, juga dekat dengan sekolah, rumah sakit, pasar, dan masjid. Selain itu harganya juga terjangkau,” ujarnya.
Ajeng menempati rumah tipe HWB 2B dengan luas tanah sekitar 24,6 meter persegi dan bangunan 29,3 meter persegi yang dilengkapi dua kamar tidur.
Hunian tersebut diperoleh dengan harga sekitar Rp120 juta, dengan cicilan sekitar Rp800 ribu per bulan selama 15 tahun.
Baca Juga: Kukuhkan Kepala Perwakilan BPKP Jabar, KDM Dorong Evaluasi Anggaran Pemda Agar Lebih Cermat
Dorong Hunian Terjangkau dan Berkelanjutan
Perumahan Hunian Wawasan Bangsa diharapkan menjadi salah satu solusi dalam menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Selain itu, proyek ini juga mencerminkan pendekatan pembangunan yang terintegrasi dan berorientasi jangka panjang.
Melalui peresmian ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menegaskan komitmen untuk memperluas akses masyarakat terhadap hunian layak.
Kolaborasi antara pemerintah dan swasta diharapkan terus diperkuat guna menciptakan ekosistem perumahan yang inklusif, modern, dan berkelanjutan di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










