Padukan Spiritual dan Ekologi, SMAN 24 Bandung Gelar Aksi Bersih Sekolah di Momentum Ramadan

AKURAT JABAR – SMAN 24 Bandung melakukan terobosan baru dalam mengisi bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Seluruh siswa melaksanakan aksi ekologi dengan membersihkan lingkungan sekolah, mulai dari ruang kelas, toilet, hingga seluruh sudut area pendidikan pada Jumat (27/2/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pesantren Ekologi SMAN 24 Bandung.
Selain menjalankan rutinitas ibadah seperti tadarus, salat duha, dan tausiah, para siswa juga mendapatkan edukasi khusus mengenai pengelolaan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung.
Baca Juga: Kadisdik Jabar Purwanto Buka Pesantren Ekologi Ramadan 1447 H: Rawat Bumi dengan Pancaniti
Kepala SMAN 24 Bandung, Lia Apriliana, menyebutkan bahwa Pesantren Ekologi tahun ini sengaja dirancang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Sebab, sekolah ingin menyeimbangkan aspek spiritual dengan tanggung jawab nyata terhadap lingkungan.
"Alhamdulillah, hari ini memasuki hari keempat Pesantren Ekologi. Jika biasanya fokus pada ibadah saja, tahun ini kami lengkapi dengan aksi ekologi. Ini adalah langkah yang sangat baik," ujar Lia Apriliana.
Baca Juga: Kadisdik Jabar Integrasikan Konservasi Bambu ke Kurikulum, Dukung Visi Ekologi KDM
Membentuk Karakter Manusia Waluya
Oleh karena itu, Lia menjelaskan bahwa kegiatan ini sangat sejalan dengan tujuan pendidikan berbasis nilai-nilai Pancawaluya.
Konsep ini menekankan pada keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan hidup.
Faktanya, sekolah memegang peran sentral sebagai pusat peradaban untuk membentuk karakter siswa yang unggul secara intelektual, spiritual, dan sosial.
Baca Juga: Kembalikan Fungsi Gunung, Gubernur Dedi Mulyadi Dorong MUI Jaga Ekologi Jawa Barat
Melalui Pesantren Ekologi, pihak sekolah berupaya mencetak generasi yang disiplin serta memiliki kepedulian lingkungan yang tinggi.
"Kami berharap peserta didik menjadi manusia waluya yang seimbang. Selain memperbaiki hubungan dengan Allah di bulan Ramadan yang penuh berkah, anak-anak juga tetap disiplin menjaga kebersihan," tambahnya.
Baca Juga: MPLS Panca Waluya : Gelar Aksi Ekologi Hebohkan Bandung, Ribuan Siswa Turun Tangan Lawan Sampah
Disiplin dan Berakhlak di Bulan Suci
Pasalnya, momentum Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk melipatgandakan nilai ibadah sekaligus memperbaiki perilaku.
Lia berharap semangat Pesantren Ekologi ini bisa menular ke sekolah-sekolah lain di Jawa Barat.
Hasilnya, para siswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari memilah sampah hingga menjaga kebersihan sanitasi sekolah.
Dengan demikian, SMAN 24 Bandung membuktikan bahwa pendidikan agama bisa berjalan beriringan dengan pelestarian alam.
"Mudah-mudahan para siswa semakin semangat menjalani Ramadan. Ibadah meningkat, namun kedisiplinan terhadap lingkungan juga tetap terjaga," pungkas Lia.
Baca Juga: Kadisdik Jabar Integrasikan Konservasi Bambu ke Kurikulum, Dukung Visi Ekologi KDM
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







