Jabar

Dedi Mulyadi Instruksikan Dinkes Jabar Siaga Hantavirus, Respons Cepat Jadi Kunci Pencegahan

Didin Wahidin | 12 Mei 2026, 20:49 WIB
Dedi Mulyadi Instruksikan Dinkes Jabar Siaga Hantavirus, Respons Cepat Jadi Kunci Pencegahan
Dedi Mulyadi minta Dinkes Jabar tingkatkan kewaspadaan dan pengawasan penyebaran Hantavirus di seluruh wilayah.

AKURAT JABAR - Meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Hantavirus di Jawa Barat menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, meminta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk memperketat pengawasan sekaligus meningkatkan langkah antisipasi terhadap penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat tersebut.

Instruksi itu disampaikan langsung oleh Dedi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat pada Senin, 11 Mei 2026.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak boleh lengah terhadap setiap ancaman kesehatan yang berpotensi membahayakan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa langkah cepat menjadi faktor utama dalam mencegah penyebaran penyakit agar tidak meluas di tengah masyarakat.

Baca Juga: Dinkes Jabar Dorong Pelaksanaan Imunisasi Campak ORI untuk Cegah Penyebaran

Pemerintah daerah, kata dia, harus mampu mengambil keputusan secara sigap ketika menemukan indikasi gangguan kesehatan di lapangan.

“Pokoknya setiap gejala apa pun yang mengancam kesehatan warga Jabar, kita harus cepat mengambil keputusan, mengambil tindakan, dan melakukan pencegahan. Respons cepat adalah kunci utama agar penyakit tidak menyebar lebih luas,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Pemprov Jawa Barat tengah memperkuat sistem kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, terutama dalam menghadapi potensi penyakit zoonosis atau penyakit yang berasal dari hewan dan dapat menular kepada manusia.

Selain menyoroti pentingnya respons cepat, Dedi juga menekankan perlunya koordinasi lintas sektor antara pemerintah daerah, dinas kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga unsur terkait lainnya.

Menurutnya, kerja sama antarlembaga sangat penting agar upaya pengawasan dan pencegahan berjalan lebih efektif.

Baca Juga: Disdik Jabar Tumbang 0-3 dari Dinkes di Laga Pembuka Liga Sabrengna Piala Gubernur Jabar 2026

Ia menilai penanganan penyakit menular tidak bisa dilakukan secara parsial. Karena itu, seluruh unsur pemerintahan diminta bergerak secara terpadu untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang maksimal.

“Dinkes Jabar dan tim teknis nanti yang akan menjelaskan secara lengkap kepada masyarakat,” tandasnya.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan menyusul meningkatnya perhatian terhadap penyebaran Hantavirus di sejumlah wilayah.

Penyakit ini dikenal sebagai infeksi yang ditularkan melalui paparan urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi virus. Penularan dapat terjadi ketika manusia menghirup partikel udara yang telah terkontaminasi.

Dalam beberapa kasus, Hantavirus dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal.

Baca Juga: Lindungi Relawan, Dinkes Jabar Siapkan Suntik Anti Tetanus di Lokasi Longsor Cisarua

Gejala awal umumnya meliputi demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, hingga gangguan pernapasan. Karena gejalanya menyerupai penyakit umum lainnya, kewaspadaan dini menjadi sangat penting untuk mencegah keterlambatan penanganan.

Jawa Barat sendiri sebelumnya pernah mencatat adanya kasus konfirmasi Hantavirus. Kondisi itu membuat pemerintah daerah terus memperkuat pemantauan guna mencegah munculnya kasus baru maupun potensi penyebaran yang lebih luas.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama. Area permukiman yang kotor dan menjadi sarang tikus dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit.

Selain itu, warga diminta rutin membersihkan rumah, menutup akses masuk tikus, menyimpan makanan di tempat tertutup, serta menggunakan alat pelindung saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran hewan pengerat.

Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat bersama tim teknis kesehatan disebut tengah menyiapkan langkah penguatan pengawasan, termasuk edukasi kepada masyarakat terkait pola penularan dan upaya pencegahan Hantavirus.

Baca Juga: DPRD Desak Pembangunan Pos Kesehatan Rest Area Jabar Secara Permanen, Privasi Pasien Jadi Alasan

Dengan adanya peningkatan kewaspadaan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap masyarakat tidak panik, namun tetap waspada dan aktif menjaga kebersihan lingkungan.

Pemerintah juga memastikan akan terus melakukan pemantauan situasi kesehatan masyarakat secara berkala demi meminimalkan risiko penyebaran penyakit menular di wilayah Jawa Barat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.