SPMB Jabar 2026 Dimulai Akhir Mei, Disdik Pastikan 826 Ribu Lulusan SMP-MTs Punya Akun Digital

AKURAT JABAR - Dinas Pendidikan Jawa Barat mulai mempersiapkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 dengan menitikberatkan pada pemetaan minat siswa dan penguatan koordinasi lintas sektor pendidikan di seluruh kabupaten dan kota di Jabar.
Tahapan pemetaan minat tersebut dijadwalkan dimulai pada 25 Mei 2026 untuk Sistem Penerimaan Murid Baru Sekolah Manusia Unggul (Maung), sementara SPMB reguler akan dimulai pada 29 Mei 2026.
Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, dalam Rapat Kerja dan Sosialisasi Penyelenggaraan SPMB yang digelar di Aula Dewi Sartika Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa, 12 Mei 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari kepala cabang dinas, dinas pendidikan kabupaten/kota, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga Kelompok Kerja Kepala Madrasah se-Jawa Barat.
“Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota,” ujar Purwanto.
Menurutnya, proses pemetaan minat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini karena tidak hanya berfokus pada penerimaan siswa, tetapi juga memastikan arah pendidikan lanjutan sesuai minat dan potensi peserta didik.
Purwanto menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan seluruh lulusan SMP dan MTs tahun 2026 dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK maupun MA, baik negeri maupun swasta.
Data Disdik Jabar mencatat jumlah lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat mencapai 826.996 siswa. Sementara kapasitas daya tampung SMA, SMK dan MA di Jabar mencapai 909.183 kursi.
Dengan jumlah tersebut, Disdik menilai secara umum tidak terdapat persoalan terkait kapasitas penerimaan siswa baru di Jawa Barat.
“Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung,” katanya.
Meski demikian, Purwanto mengingatkan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan SPMB bukan semata persoalan jumlah kursi sekolah, melainkan proses distribusi siswa, pemetaan minat, jarak sekolah hingga keberlanjutan pendidikan peserta didik.
Karena itu, seluruh lulusan SMP dan MTs diwajibkan memiliki akun digital masing-masing untuk mengikuti tahapan penginputan peminatan dan pilihan sekolah tujuan.
Distribusi akun digital tersebut dijadwalkan berlangsung pada 18 hingga 22 Mei 2026.
“Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing,” tegas Purwanto.
Melalui sistem digital tersebut, siswa nantinya dapat melakukan proses pemilihan sekolah secara mandiri berdasarkan minat dan jalur pendidikan yang tersedia.
Disdik Jabar juga meminta keterlibatan aktif seluruh pihak mulai dari kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala cabang dinas, kepala sekolah, pengawas hingga Kementerian Agama agar proses penginputan data siswa berjalan optimal.
Sebagai langkah penguatan koordinasi, Disdik Jabar akan membentuk Team Management Office (TMO) di setiap kabupaten dan kota.
Tim tersebut akan melibatkan unsur dinas pendidikan daerah, cabang dinas pendidikan, Kementerian Agama wilayah, MKKS SMP dan Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
“TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota,” ucapnya.
Selain memastikan pelaksanaan SPMB berjalan lancar, Disdik Jabar juga memberi perhatian terhadap pendataan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Pendataan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari evaluasi pelayanan pendidikan dan upaya menekan angka putus sekolah di Jawa Barat.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Barat, Mardi Wibowo, mengapresiasi langkah Disdik Jabar dalam memperkuat koordinasi pelaksanaan SPMB 2026.
Menurutnya, sistem penerimaan siswa baru menjadi pintu awal pelayanan pendidikan yang harus menjunjung prinsip keadilan bagi masyarakat.
“SPMB ini perlu kita jaga karena merupakan titik awal layanan kita dalam memberikan rasa keadilan kepada masyarakat,” ujar Mardi.
Ia menilai keberhasilan pelaksanaan SPMB bukan hanya bergantung pada regulasi yang dibuat pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh koordinasi, komunikasi dan komitmen seluruh pihak yang terlibat.
“Saya percaya, di bawah pimpinan Pak Kadis, insya Allah pelaksanaan SPMB di Provinsi Jawa Barat bisa berlangsung jauh lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Dengan sistem pemetaan minat berbasis digital dan kolaborasi lintas lembaga, Disdik Jabar berharap pelaksanaan SPMB 2026 dapat berjalan lebih tertib, transparan dan merata sehingga seluruh lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat memperoleh akses pendidikan lanjutan sesuai kebutuhan dan potensi masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







