Jabar

Om Zein Pimpin Deklarasi SPMB 2026/2027 di Purwakarta yang Transparan dan Tanpa Diskriminasi

Didin Wahidin | 20 Mei 2026, 13:22 WIB
Om Zein Pimpin Deklarasi SPMB 2026/2027 di Purwakarta yang Transparan dan Tanpa Diskriminasi
Bupati Purwakarta Om Zein memimpin deklarasi dukungan SPMB 2026/2027 saat upacara Harkitnas di Taman Pasanggrahan Padjadjaran.

AKURAT JABAR - Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan komitmennya dalam menciptakan sistem pendidikan yang adil dan transparan melalui Deklarasi SPMB 2026 Purwakarta.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, saat upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026.

Upacara tersebut berlangsung di Taman Pasanggrahan Padjadjaran pada Rabu, 20 Mei 2026, dengan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemangku kepentingan pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat integritas dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Deklarasi SPMB 2026 Purwakarta menjadi simbol kesepakatan bersama untuk menghadirkan sistem penerimaan siswa yang objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi.

Seluruh pihak yang terlibat sepakat untuk mendukung proses pendidikan yang bersih dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Dalam naskah deklarasi yang dibacakan secara bersama-sama, terdapat komitmen kuat dari seluruh unsur yang hadir.

Baca Juga: Sekolah Maung Jabar Jadi Jalur Prestasi SPMB 2026, Ini Penjelasan Kadisdik Purwanto

Mereka menyatakan tidak akan melakukan intervensi dalam setiap tahapan pelaksanaan SPMB. Selain itu, semua pihak juga menyatakan kesiapan untuk tunduk pada proses hukum apabila ditemukan pelanggaran.

“Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi bentuk komitmen nyata untuk menjaga integritas sistem pendidikan,” menjadi pesan utama yang tercermin dalam kegiatan tersebut.

Penandatanganan deklarasi dilakukan oleh berbagai unsur pimpinan daerah dan lembaga terkait.

Di antaranya Bupati Purwakarta, Ketua DPRD, Dandim 0619/Purwakarta, Kapolres Purwakarta, Kepala Kejaksaan Negeri, Ketua Pengadilan Negeri, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama, Ketua Dewan Pendidikan, serta Ketua Asosiasi Komite Satuan Pendidikan Indonesia (AKSPI) Kabupaten Purwakarta.

Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa Deklarasi SPMB 2026 Purwakarta bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga menjadi gerakan bersama lintas sektor.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai prinsip keadilan dan keterbukaan.

Om Zein dalam kesempatan tersebut juga menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem pendidikan.

Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Dimulai, Disdik Pastikan Akses Pendidikan Adil dan Transparan

Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan pendidikan, termasuk dalam proses penerimaan murid baru.

Pelaksanaan SPMB yang bersih diharapkan mampu memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik tanpa memandang latar belakang. Dengan demikian, tidak ada lagi praktik diskriminasi atau intervensi yang dapat merugikan calon siswa.

Selain itu, deklarasi ini juga menjadi langkah preventif untuk meminimalisasi potensi penyimpangan dalam proses penerimaan siswa.

Dengan adanya komitmen bersama, pengawasan terhadap pelaksanaan SPMB akan semakin kuat dan terarah.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta berharap melalui Deklarasi SPMB 2026 Purwakarta, sistem penerimaan murid baru dapat berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Harapan ini sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berintegritas.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional juga dinilai tepat untuk menegaskan semangat perubahan dalam dunia pendidikan.

Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Dimulai Akhir Mei, Disdik Pastikan 826 Ribu Lulusan SMP-MTs Punya Akun Digital

Semangat kebangkitan tidak hanya dimaknai secara historis, tetapi juga sebagai dorongan untuk memperbaiki sistem yang ada demi masa depan generasi muda.

Dengan adanya deklarasi ini, seluruh masyarakat diharapkan turut berperan aktif dalam mengawal pelaksanaan SPMB.

Transparansi dan keadilan hanya dapat terwujud apabila semua pihak memiliki kesadaran dan komitmen yang sama.

Deklarasi SPMB 2026 Purwakarta menjadi langkah strategis dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik.

Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan agar proses penerimaan murid baru semakin berkualitas, adil, dan terpercaya.

Baca Juga: Kadisdik Purwanto: Ratusan Ribu Murid yang Tidak Lolos SPMB Dapat Mendaftar ke Jenjang SMA/SMK/MA Swasta dan PKBM

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.