Kunjungan Kerja ke Purwakarta, Dedi Mulyadi Tekankan Efisiensi Anggaran dan Revolusi Pendidikan Sains

AKURAT JABAR – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahmi di Kabupaten Purwakarta, Kamis (12/3/2026).
Dalam pidato filosofisnya, pria yang mengawali karier politik di "Kota Pensiun" ini menekankan pentingnya efisiensi anggaran negara dan transformasi mental bagi generasi muda Jawa Barat.
Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Purwakarta, pejabat Pemprov Jabar, serta profesional terkemuka seperti Aliaman Saragih dari Indorama.
Kehadiran tokoh-tokoh ini mempertegas sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam membangun daerah.
Analogi Drone: Strategi Cerdas Kelola Anggaran Infrastruktur
Faktanya, KDM menyoroti pentingnya pemerintah melakukan improvisasi di tengah keterbatasan fiskal.
Ia menggunakan analogi strategi militer Iran yang lebih memilih mengembangkan teknologi drone ketimbang membeli pesawat tempur mahal.
Menurutnya, logika efisiensi tersebut harus menjadi landasan pembangunan infrastruktur di Jawa Barat.
“Pemerintah harus berimprovisasi. Otak efisien seperti pemilihan drone ini yang harus kita pakai dalam membangun jalan dan fasilitas publik agar lebih cepat dan tepat sasaran,” ujar KDM.
Selain itu, ia membela kebijakan manajemen fiskal Pemprov Jabar terkait percepatan proyek infrastruktur.
KDM menegaskan bahwa memacu pembangunan di tahun sebelumnya adalah langkah cerdas untuk menghindari lonjakan harga material di masa depan.
Baca Juga: Genjot PAD, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein Minta Kendaraan Operasional Mutasi ke Plat T
Revolusi Mental: Perempuan Jabar Harus Cerdas Sains
Menariknya, KDM menaruh perhatian besar pada perubahan pola pikir pendidikan.
Ia menginginkan anak-anak perempuan di Jawa Barat tidak hanya mengandalkan aspek fisik, tetapi mengutamakan kecerdasan saintifik sebagai daya tawar utama.
“Saya ingin anak-anak perempuan Jawa Barat sekolah fisika, kimia, dan biologi. Kecantikan boleh jadi kebanggaan, tapi kecerdasan harus di atas itu. Dengan kecerdasan, mereka memiliki kemandirian dan daya tawar yang tinggi,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan pola asuh terhadap putrinya, Nyi Hyang, yang dididik untuk mencintai alam dan mengasah konsentrasi melalui seni tari tradisional.
Purwakarta Nyaman: Larangan Truk Besar Masuk Kota
Selanjutnya, dalam hal penataan wilayah, KDM mengeluarkan instruksi detail terkait pengaturan lalu lintas.
Ia meminta agar kendaraan sumbu tiga tidak lagi melintasi jalur kota, mulai dari Jalan Sindang Kasih hingga Jalan Pahlawan, kecuali untuk logistik mendesak dan angkutan karyawan.
“Purwakarta harus menjadi wilayah yang menenangkan, bukan menyeramkan. Trotoar harus kita perlebar dan pohon-pohon ditanam dengan baik. Kebersihan adalah cermin kesejahteraan,” tambah KDM.
Diplomasi Infrastruktur Perbatasan Cianjur-Purwakarta
Akhirnya, KDM menutup pidatonya dengan menyinggung perbaikan infrastruktur di wilayah perbatasan, termasuk akses jalan menuju Maleber di Cianjur.
Dengan gaya bicara khasnya, ia memastikan anggaran perbaikan jalan perbatasan telah siap untuk tahun ini.
Namun, ia memberikan syarat mutlak bagi warga sekitar untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur yang masif akan berbanding lurus dengan kenyamanan dan keindahan lingkungan.
Baca Juga: Kawal Uang Rakyat, Bupati Purwakarta Om Zein Wajibkan Audit Inspektorat Sebelum Bayar Proyek
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










