Jabar

Polda Jabar Siap Kawal May Day 2026, Imbau Buruh Waspada Provokator

Didin Wahidin | 26 April 2026, 22:13 WIB
Polda Jabar Siap Kawal May Day 2026, Imbau Buruh Waspada Provokator
Polda Jabar siapkan pengamanan humanis untuk kawal aksi May Day 2026 agar tetap aman dan kondusif.

AKURAT JABAR - 2026 – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menegaskan komitmennya dalam menjamin keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya aksi penyampaian aspirasi para pekerja.

Kepolisian menyatakan dukungan penuh terhadap hak buruh untuk menyampaikan pendapat di ruang publik.

Namun demikian, seluruh kegiatan diharapkan tetap berjalan secara damai, tertib, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang dilindungi.

Meski begitu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan individu dan kepentingan umum.

“Polda Jawa Barat mendukung penuh kegiatan penyampaian pendapat dalam rangka May Day. Kami mengimbau agar seluruh rekan-rekan buruh dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, Minggu (26/4/2026).

Untuk memastikan kelancaran kegiatan, Polda Jabar telah menyiapkan pola pengamanan yang mengedepankan pendekatan humanis.

Baca Juga: May Day 2025: Presiden Prabowo Tanggapi 6 Tuntutan Buruh

Personel yang diterjunkan dibekali kemampuan komunikasi persuasif guna menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat keamanan dan massa aksi.

Selain itu, strategi pengamanan juga dirancang agar aktivitas masyarakat umum tetap berjalan normal. Kepolisian ingin memastikan bahwa momentum May Day tidak mengganggu stabilitas sosial maupun mobilitas warga.

“Kami mengedepankan dialog dalam setiap titik pengamanan. Tujuannya jelas, agar tercipta sinergi antara aparat, buruh, dan masyarakat, sehingga suasana di wilayah Jawa Barat tetap kondusif,” tambahnya.

Di sisi lain, Polda Jabar juga mengingatkan adanya potensi gangguan keamanan yang dapat muncul dari pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Dalam aksi massa berskala besar, risiko penyusupan oleh provokator dinilai cukup tinggi.

Sebagai langkah antisipasi, kepolisian telah memperketat pengawasan di sejumlah titik strategis. Upaya ini dilakukan untuk mendeteksi dini pergerakan mencurigakan yang berpotensi memicu kericuhan.

Polda Jabar juga menekankan pentingnya peran koordinator lapangan (korlap) dalam menjaga ketertiban barisan massa. Kolaborasi antara peserta aksi dan aparat keamanan dinilai krusial dalam mencegah potensi konflik.

Baca Juga: Gedung Sate Membara! Aksi Demo Buruh Tolak UMSK 2026 Berakhir Ricuh, Massa Bakar Ban dan Dobrak Gerbang

“Kami mengimbau para pimpinan serikat buruh agar lebih jeli memantau barisan masing-masing. Segera lapor kepada petugas jika ditemukan individu yang mencoba memancing keributan," ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

"Kita harus menjaga situasi agar tetap kondusif dan menghindari potensi gesekan di mana Polisi dan TNI dibenturkan dengan buruh serta masyarakat,” sambung dia.

Selain pengamanan massa, kepolisian juga menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional di sejumlah pusat kota.

Kebijakan ini bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan tanpa mengurangi ruang bagi buruh untuk menyampaikan aspirasi.

Polda Jabar memastikan pendekatan yang dilakukan tetap mengedepankan sisi humanis. Namun, aparat juga menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang melanggar hukum, termasuk aksi anarkis dan perusakan fasilitas umum.

“Tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku pelanggaran hukum. Kami berharap May Day tahun ini menjadi momentum yang damai dan bermartabat. Dengan kewaspadaan bersama, kita jaga stabilitas keamanan di wilayah Jawa Barat tetap kondusif,” pungkasnya.

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks. Semua pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga suasana yang aman dan kondusif.

Baca Juga: Persilakan Buruh Demo, Gubernur Dedi Mulyadi Wanti-wanti Jaga Fasilitas Publik dan Bongkar Fakta UMSK Purwakarta

Dengan sinergi antara buruh, aparat keamanan, dan masyarakat, Polda Jabar berharap peringatan May Day 2026 dapat berlangsung tertib, aman, serta menjadi contoh penyampaian aspirasi yang konstruktif bagi daerah lain.

Momentum Hari Buruh diharapkan tidak hanya menjadi ajang penyampaian tuntutan, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional.

Baca Juga: Purwakarta Memanas! Ratusan Buruh Tuntut Kenaikan UMK 9 Persen, Massa Ojol Geruduk Polres Protes Penganiayaan

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.