Jabar

Kolaborasi Kejari dan Pemkab Purwakarta Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Jaksa Masuk Sekolah

Didin Wahidin | 30 April 2026, 20:06 WIB
Kolaborasi Kejari dan Pemkab Purwakarta Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Jaksa Masuk Sekolah
Program JMS di SMAN 1 Purwakarta tekankan peran orang tua dalam pendidikan karakter generasi muda.

AKURAT JABAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, Jawa Barat, terus mendorong penguatan pendidikan karakter generasi muda melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kegiatan penyuluhan hukum tersebut digelar di Aula SMA Negeri 1 Purwakarta pada Kamis (30/4), dengan melibatkan siswa, guru, serta orang tua atau wali murid.

Agenda ini tidak sekadar menjadi forum edukasi hukum, tetapi juga menjadi momentum penting kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dalam membangun generasi berkarakter.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap program pembinaan pelajar.

Program JMS yang diinisiasi Kejari Purwakarta ini selaras dengan visi pendidikan karakter di Jawa Barat yang dikenal dengan konsep Gapura Panca Waluya.

Konsep tersebut menekankan pembentukan generasi yang sehat, baik, benar, terampil, dan cerdas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Kepala Kejari Purwakarta, Apsari, menegaskan bahwa kehadiran Bupati dalam kegiatan ini menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor.

Baca Juga: Kejari Purwakarta Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bale Pangwaluya Adhyaksa, Bupati Om Zein: Luar Biasa!

Menurutnya, pendidikan anak tidak bisa berjalan optimal tanpa keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, aparat hukum, sekolah, hingga keluarga.

"Selain para murid, kita juga mengundang orang tua siswa atau wali murid dan para guru, untuk sama-sama bergandengan tangan, antara pemerintah, aparat penegak hukum, wali murid, dan sekolah bagaimana kita bersama-sama menjaga anak-anak, mempersiapkan anak-anak Purwakarta untuk ke depannya nantinya bisa berguna bagi nusa dan bangsa," kata Dewi, Kamis (30/4).

Kejari Purwakarta juga mengusung tagline “Jawara Kasomeah” dalam setiap programnya. Filosofi ini menekankan bahwa generasi muda tidak hanya dituntut berprestasi, tetapi juga harus memiliki etika, sopan santun, dan nilai moral yang kuat.

Dengan demikian, pelajar diharapkan mampu menjadi individu unggul yang tetap menjunjung tinggi adab dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Om Zein, dalam kesempatan tersebut memberikan penekanan penting mengenai peran utama orang tua dalam pendidikan anak.

Ia mengingatkan bahwa sekolah sejatinya hanya berfungsi sebagai pendukung, sementara tanggung jawab utama tetap berada di lingkungan keluarga.

"Sesungguhnya sekolah ini adalah membantu orang tua, karena tugas utama pendidikan itu adalah menjadi tanggung jawab kedua orang tuanya. Kita ingin mewujudkan titik puncak pendidikan orang sunda, yaitu Cageur, Bageur, Bener, Singer, Pinter," kata Om Zein.

Baca Juga: Skandal Dana Hibah & BOS Rp20 Miliar di Buru Selatan, PB SEMMI Desak Kajati Maluku Periksa Kadis Pendidikan

Ia menambahkan, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sinergi yang berkelanjutan antara orang tua dan institusi pendidikan.

Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter yang kuat dan berintegritas.

Dalam implementasinya, program ini juga melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk KCD Wilayah IV Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk jenjang SMA serta Dinas Pendidikan Purwakarta untuk tingkat SMP.

Keterlibatan lintas instansi ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang komprehensif di daerah.

"Agenda ini kita melibatkan pihak KCD Wilayah IV Disdik Jabar untuk tingkat SMA sederajat dan Dinas Pendidikan Purwakarta untuk jenjang SMP," ujar Om Zein.

Melalui kegiatan JMS ini, Kejari Purwakarta dan Pemerintah Kabupaten Purwakarta menunjukkan komitmen bersama dalam menciptakan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran hukum, moralitas, serta karakter yang kuat.

Upaya ini menjadi langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, Purwakarta berupaya menjadi contoh daerah yang berhasil mengintegrasikan pendidikan hukum dan karakter dalam sistem pembelajaran.

Program ini pun diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif yang luas bagi masa depan generasi muda.

Baca Juga: Kajati Jabar Apresiasi Program Gerakan Nyaah Ka Indung Perdana di Purwakarta

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.