Jabar

Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Purwakarta Disorot, Polres Tegaskan Perlindungan Korban Jadi Prioritas

Didin Wahidin | 13 Mei 2026, 18:42 WIB
Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Purwakarta Disorot, Polres Tegaskan Perlindungan Korban Jadi Prioritas
Polres Purwakarta memastikan penanganan kasus dugaan pencabulan anak dilakukan profesional dan humanis.

AKURAT JABAR - Kasus dugaan tindak pidana percabulan terhadap anak di Kabupaten Purwakarta menjadi perhatian serius jajaran kepolisian.

Dalam proses penyelidikan yang kini tengah berjalan, Polres Purwakarta memastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban anak.

Melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim, kepolisian juga menggandeng dinas terkait guna memberikan pendampingan psikologis maupun hukum terhadap korban selama tahapan pemeriksaan berlangsung.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen aparat penegak hukum dalam memberikan rasa aman bagi perempuan dan anak, sekaligus memastikan hak-hak korban tetap terlindungi secara maksimal.

Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya melalui Kasat Reskrim, AKP Uyun Saepul Uyun menjelaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut melalui pemeriksaan intensif terhadap korban dan saksi.

Baca Juga: Satreskrim Polres Purwakarta Ungkap Tawuran Pelajar di Campaka, Dua Pelaku Diamankan

“Unit PPA Polres Purwakarta bersama dinas terkait penanganan korban anak sedang melakukan pemeriksaan terhadap korban untuk mendapatkan keterangan dan fakta-fakta yang terjadi. Sementara terhadap terduga pelaku, saat ini proses penyidikannya masih terus kami lengkapi,” ujar AKP Uyun Saepul Uyun.

Menurutnya, penanganan perkara yang melibatkan anak tidak bisa dilakukan secara biasa. Penyidik harus memperhatikan kondisi mental dan psikologis korban agar proses hukum tidak menambah trauma yang dialami anak.

Karena itu, pendekatan humanis menjadi prioritas utama selama pemeriksaan berlangsung. Pendampingan dari keluarga maupun tenaga profesional juga dinilai penting agar korban merasa aman saat memberikan keterangan kepada penyidik.

Kasus kekerasan seksual terhadap anak sendiri masih menjadi ancaman serius di berbagai daerah, termasuk di Purwakarta.

Dampak yang ditimbulkan tidak hanya dirasakan dalam jangka pendek, tetapi juga dapat memengaruhi tumbuh kembang korban hingga masa depan mereka.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tindak Cepat Kasus Pemotongan Rambut Siswi SMKN 2 Garut, Fasilitasi Perbaikan di Salon Profesional

Situasi tersebut membuat keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi sangat penting, mulai dari keluarga, sekolah hingga lingkungan sekitar. Pencegahan dinilai menjadi langkah utama agar kasus serupa tidak terus berulang.

Selain fokus pada penegakan hukum terhadap terduga pelaku, Polres Purwakarta juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar, terutama terhadap keamanan anak-anak.

Masyarakat diminta tidak ragu melapor apabila mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak.

Kepolisian menilai keberanian melapor dapat membantu mempercepat penanganan kasus dan mencegah munculnya korban lain.

Terpisah, Kasi Humas Polres Purwakarta, IPTU Tini Yutini menegaskan bahwa perlindungan perempuan dan anak bukan hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Tewaskan Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Sempat Melawan Saat Diamankan

“Anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dilindungi bersama. Kami mengimbau kepada para orang tua dan masyarakat untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak, memberikan edukasi sejak dini, serta membangun komunikasi yang baik agar anak berani bercerita apabila mengalami atau mengetahui tindakan yang tidak semestinya,” ujar Tini.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi sensitif yang dapat memperburuk kondisi psikologis anak.

Menurutnya, privasi korban harus dijaga demi kepentingan pemulihan mental dan masa depan anak. Penyebaran identitas korban justru berpotensi menimbulkan tekanan sosial baru yang dapat menghambat proses pemulihan.

Polres Purwakarta memastikan seluruh proses hukum dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang menjadi kelompok rentan.

Baca Juga: Pelaku Penganiayaan Tewaskan Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Ditangkap, Sempat Melawan Saat Diamankan

Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus kekerasan seksual terhadap anak, edukasi mengenai perlindungan anak dinilai harus semakin diperkuat.

Orang tua diimbau lebih aktif membangun komunikasi terbuka dengan anak agar mereka merasa aman untuk berbicara ketika menghadapi situasi yang mengancam.

Dengan sinergi antara aparat penegak hukum, pemerintah, sekolah dan masyarakat, upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak diharapkan dapat semakin optimal sekaligus menekan angka kekerasan seksual terhadap anak di wilayah Purwakarta.

Baca Juga: Pesta Hajatan di Purwakarta Berakhir Tragedi: Pemilik Acara Tewas Setelah Dianiaya Kelompok Tak Dikenal

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.