Sekda Jabar Dorong Implementasi Pancawaluya untuk Bentuk Generasi Muda Unggul

AKURAT JABAR - Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus mendorong penguatan karakter generasi muda melalui implementasi Pancawaluya Jawa Barat.
Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat memimpin upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di halaman Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kota Bandung, Rabu (20/5/2026).
Upacara tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto, Sekretaris Dinas Pendidikan Deden Saepul Hidayat, serta perwakilan aparatur sipil negara (ASN) dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jabar.
Dalam kesempatan itu, Sekda Herman terlebih dahulu membacakan amanat tertulis Menteri Komunikasi dan Digital.
Usai membacakan amanat, ia menegaskan bahwa gerakan Pancawaluya bukan sekadar program pemerintah, melainkan gerakan kolektif yang harus didukung seluruh masyarakat Jawa Barat.
“Ini bukan program Pak Gubernur semata, tetapi program pembeda Provinsi Jawa Barat dan milik seluruh warga Jawa Barat,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa Pancawaluya Jawa Barat merupakan konsep pembentukan karakter yang mengintegrasikan lima nilai utama dalam filosofi Sunda.
Kelima nilai tersebut meliputi cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), pinter (pintar), dan singer (mawas diri atau terampil).
Menurut Herman, implementasi nilai cageur dilakukan melalui pembiasaan hidup sehat, baik secara fisik maupun mental.
Hal ini diwujudkan melalui kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, hingga disiplin waktu dalam aktivitas sehari-hari, termasuk hadir tepat waktu di sekolah.
"Kebijakan masuk sekolah pukul 06.30 WIB menjadi salah satu bagian nyata dari upaya membentuk fisik dan mental peserta didik yang kuat," ujarnya.
Baca Juga: SPMB Jabar 2026 Dimulai, Disdik Pastikan Akses Pendidikan Adil dan Transparan
Selanjutnya, nilai bageur diterapkan melalui pendekatan pendidikan berbasis kasih sayang.
Pendidikan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membangun empati sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Untuk nilai bener, Sekda menekankan pentingnya pembentukan karakter disiplin sejak dini.
Peserta didik didorong untuk mematuhi aturan yang berlaku serta dilibatkan dalam aktivitas rumah tangga guna melatih tanggung jawab dan kemampuan sosial.
Sementara itu, aspek pinter diwujudkan melalui penguatan budaya literasi. Herman mengajak seluruh ASN, tenaga pendidik, serta masyarakat luas untuk aktif menumbuhkan minat baca dan budaya belajar di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Sekolah Maung Jabar Jadi Jalur Prestasi SPMB 2026, Ini Penjelasan Kadisdik Purwanto
Ia menambahkan bahwa perpaduan dari empat nilai tersebut akan melahirkan generasi yang memiliki karakter singer.
Generasi ini diharapkan mampu menjadi individu yang tangguh, adaptif, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi tantangan masa depan.
Lebih jauh, Herman mengimbau seluruh ASN di Jawa Barat untuk berperan aktif dalam mendukung implementasi Pancawaluya di berbagai lini kehidupan.
Ia menyebutkan tiga ranah utama yang harus menjadi fokus, yaitu lingkungan keluarga, masyarakat, dan satuan pendidikan.
“Hari Kebangkitan Nasional harus diwujudkan dengan tindakan nyata untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin di tanahnya sendiri,” tegasnya.
Baca Juga: Disdik Jabar Mulai Uji Coba Aplikasi SPMB 2026, 826 Ribu Siswa SMP-MTs Bakal Terdata
Peringatan Harkitnas 2026 tersebut berlangsung dengan suasana penuh semangat nasionalisme.
Di akhir kegiatan, suasana menjadi semakin hangat ketika Sekda bersama tim paduan suara dari SMKN 10 Bandung menyanyikan lagu “Indonesia Jaya” karya Guruh Soekarno Putra.
Momentum tersebut tidak hanya menjadi refleksi sejarah kebangkitan nasional, tetapi juga pengingat pentingnya membangun generasi masa depan yang unggul melalui nilai-nilai budaya lokal.
Dengan penguatan Pancawaluya Jawa Barat, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, berakhlak baik, serta siap menjadi pemimpin di masa depan.
Baca Juga: Kepala SMA di Jabar Dukung Sekolah Maung, Dorong Lahirnya SDM Unggul
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







