Jabar

Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta Perkuat Ajeg Budaya dan Kebersamaan Masyarakat

Didin Wahidin | 21 Juli 2026, 16:43 WIB
Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta Perkuat Ajeg Budaya dan Kebersamaan Masyarakat
Ribuan warga memadati pusat Kota Purwakarta untuk menyaksikan arak-arakan Festival Budaya dalam rangka Hari Jadi Purwakarta ke-195 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58.

AKURAT JABAR – Ribuan warga memadati kawasan pusat Kota Purwakarta pada Senin (20/7/2026) malam untuk menyaksikan Festival Budaya Purwakarta yang menjadi puncak peringatan Hari Jadi Purwakarta ke-195 sekaligus Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke-58. Mengusung tema "Ajeg Budaya Purwakarta Istimewa", kegiatan tersebut menghadirkan arak-arakan budaya yang menampilkan kekayaan seni, adat, dan tradisi dari berbagai wilayah di Kabupaten Purwakarta.

Sepanjang Jalan Jenderal Sudirman hingga Pertigaan BTN dipenuhi masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya festival. Cahaya lampu, iringan musik tradisional, tarian daerah, serta ragam busana adat menciptakan suasana meriah yang memperlihatkan kuatnya komitmen masyarakat dalam menjaga warisan budaya.

Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai lokal sekaligus mengenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat luas.

Kegiatan dihadiri unsur pimpinan daerah, di antaranya pimpinan DPRD Kabupaten Purwakarta beserta anggota dan jajaran kesekretariatan. Mereka hadir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta berbagai unsur pemerintahan lainnya sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya.

Arak-arakan dimulai sekitar pukul 19.00 WIB dari Pertigaan Patung Egrang di Kelurahan Nagri Kaler. Selanjutnya rombongan bergerak menyusuri jalan utama Kota Purwakarta sebelum berakhir di Pertigaan Patung Kuda kawasan BTN, Kelurahan Nagri Tengah.

Sejak sore hari, masyarakat telah memadati sepanjang rute perjalanan. Warga dari berbagai desa dan kelurahan berdiri dengan tertib untuk menyaksikan setiap penampilan peserta festival yang menampilkan keberagaman seni dan budaya.

Di barisan terdepan, Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein menaiki Kereta Kencana. Kehadirannya menggunakan kendaraan tradisional tersebut menjadi simbol penghormatan terhadap sejarah serta nilai-nilai budaya yang selama ini menjadi bagian dari identitas Kabupaten Purwakarta.

Di belakang rombongan Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami bersama jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, dan tamu kehormatan mengikuti arak-arakan dengan menunggangi kuda.

Formasi tersebut menambah daya tarik festival sekaligus menggambarkan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga budaya lokal.

Festival Budaya Purwakarta juga menghadirkan pasukan berkuda, delegasi kesenian dari berbagai kabupaten dan provinsi, serta penampilan kelompok seni dari seluruh kecamatan di Kabupaten Purwakarta.

Setiap peserta menampilkan ciri khas budaya masing-masing melalui tarian tradisional, musik daerah, hingga pakaian adat yang menjadi identitas daerah.

Beragam komunitas seni, sanggar budaya, pelajar, dan organisasi masyarakat ikut memeriahkan kegiatan tersebut. Penampilan mereka memperlihatkan bahwa keberagaman budaya dapat menjadi perekat persatuan sekaligus kekuatan dalam membangun karakter daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Sri Puji Utami mengatakan penyelenggaraan Festival Budaya memiliki makna lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Purwakarta kepada masyarakat maupun tamu yang datang dari berbagai daerah.

"Festival Budaya Hari Jadi Purwakarta bukan sekadar perayaan seremonial yang berlalu begitu saja. Ini adalah momen berharga untuk kita buka seluas-luasnya, memperkenalkan kekayaan seni, adat istiadat, dan tradisi yang menjadi milik kita bersama, baik kepada masyarakat sendiri maupun para tamu yang hadir dari berbagai daerah," kata Teh Puji.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar sehingga memberikan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat maupun pengunjung yang hadir.

Menurut Teh Puji, keberhasilan penyelenggaraan festival merupakan hasil kolaborasi banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, panitia pelaksana, pelaku seni, komunitas budaya hingga masyarakat yang bersama-sama menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.

"Ini adalah hasil kerja sama yang indah. Antara pemerintah daerah, jajaran keamanan, panitia pelaksana, para seniman, komunitas budaya, dan seluruh masyarakat yang bahu-membahu menjaga ketertiban serta menjaga semangat gotong royong selama kegiatan berlangsung," jelasnya.

Ia juga berharap semangat Ajeg Budaya tidak berhenti pada momentum peringatan hari jadi daerah, tetapi terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Purwakarta. Pelestarian budaya dinilai penting untuk menjaga identitas daerah di tengah perkembangan zaman.

Selain memperkuat nilai budaya, Festival Budaya Purwakarta diharapkan memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ramainya kunjungan masyarakat menjadi peluang bagi pelaku UMKM, pengrajin, dan pelaku seni untuk memperkenalkan karya mereka kepada khalayak yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta juga memandang festival ini sebagai salah satu strategi memperkuat citra daerah berbasis budaya. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong tumbuhnya rasa bangga terhadap budaya lokal sekaligus meningkatkan daya tarik Purwakarta sebagai destinasi wisata budaya di Jawa Barat.

Melalui Festival Budaya 2026, Purwakarta kembali menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik, tetapi juga pada pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya.

Semangat Ajeg Budaya menjadi fondasi penting agar warisan leluhur tetap terjaga serta dapat diwariskan kepada generasi mendatang sebagai identitas yang membanggakan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.