Jabar

Revitalisasi Pendidikan Vokasi Jabar, Pemerintah Gandeng Industri Ciptakan SDM Siap Kerja

Didin Wahidin | 23 April 2026, 14:52 WIB
Revitalisasi Pendidikan Vokasi Jabar, Pemerintah Gandeng Industri Ciptakan SDM Siap Kerja
Pemerintah pusat dan Pemprov Jabar dorong revitalisasi vokasi berbasis industri dan potensi lokal.

AKURAT JABAR - Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengakselerasi revitalisasi pendidikan vokasi sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, Balai Latihan Kerja (BLK), hingga sektor industri.

Langkah tersebut ditandai dengan kegiatan yang berlangsung di Bale Pakuan pada Rabu (22/4/2026), yang dihadiri Pratikno, Widianti Putri Wardhana, dan Dedi Mulyadi.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno menegaskan bahwa integrasi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia industri menjadi kunci dalam membangun sistem pendidikan vokasi yang adaptif dan relevan.

“Jangan sampai pendidikan kita justru mengajarkan keterampilan yang sudah tidak relevan lagi. Revitalisasi ini, selain menyiapkan yang sesuai kebutuhan juga dapat memunculkan kesempatan pekerjaan-pekerjaan baru,” jelasnya.

Baca Juga: Link and Match! Disdik Jabar Gandeng Sembilan Perusahaan Perkuat Pendidikan Vokasi Jawa Barat

Menurutnya, pendidikan vokasi tidak hanya berfungsi sebagai jalur untuk mencetak pencari kerja, tetapi juga harus mampu melahirkan individu yang kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang usaha baru.

Hal ini mencakup sektor teknologi, ekonomi kreatif, hingga potensi berbasis budaya lokal yang selama ini belum tergarap maksimal.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti fenomena meningkatnya angka pengangguran terdidik yang dinilai cukup ironis.

Pria yang akrab disapa KDM itu menyebutkan bahwa kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara pendidikan formal dengan kebutuhan pasar kerja.

“Jumlah pemetik teh, pemetik kopi juga semakin menurun, padahal teh dan kopi memiliki nilai tinggi. Jadi sebenarnya pasar kerja itu bisa dibangun dalam ruang inovasi, termasuk vokasi yang dikembangkan menyesuaikan kearifan lokal,” tuturnya.

Baca Juga: Jauh dari Boring! Gebyar Expo Buktikan Pendidikan Vokasi Deep Learning Cimahi Hasilkan Inovasi Keren

Ia juga mencontohkan sejumlah sektor tradisional yang kini mulai ditinggalkan, seperti kerajinan anyaman bambu dan industri makanan tradisional.

Padahal, permintaan terhadap produk-produk tersebut masih cukup tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.

Menurut Dedi, peluang kerja sejatinya masih terbuka luas, selama sistem pendidikan vokasi mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan riil di lapangan.

Dia mendorong agar pengembangan vokasi berbasis potensi lokal menjadi salah satu fokus utama di Jawa Barat.

Di sisi lain, Menteri Pariwisata Widianti Putri Wardhana mengungkapkan bahwa sektor pariwisata juga menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan pendidikan vokasi nasional.

Baca Juga: Didukung 2 Ribu SMK, Jabar Model SMK Go Global Siap Lahirkan Talenta Vokasi Kelas Dunia

Pihaknya bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah menyusun ratusan skema kompetensi untuk mendukung hal tersebut.

“Kementerian Pariwisata dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi telah menyusun 438 skema pendidikan vokasi dari 34 bidang pariwisata,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa penyusunan skema tersebut bertujuan untuk memastikan setiap profesi di sektor pariwisata memiliki standar kompetensi yang jelas dan terukur.

Dengan demikian, tenaga kerja yang dihasilkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.

“Jawa Barat salah satu provinsi yang akan menjalankan pendidikan vokasi pada bidang pariwisata,” tegasnya.

Baca Juga: Serasi, Semarak Vokasi dan 4 Aksi: Gebrakan Jabar Tingkatkan Mutu SMK dan Link and Match Industri

Program revitalisasi ini diharapkan mampu menjadi solusi atas berbagai tantangan ketenagakerjaan, termasuk tingginya angka pengangguran dan rendahnya kesesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor ini juga membuka peluang investasi serta memperkuat ekosistem ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan sektor unggulan berbasis potensi lokal.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala daerah serta perwakilan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) kabupaten/kota di Jawa Barat, yang menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung transformasi pendidikan vokasi.

Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri, revitalisasi pendidikan vokasi diharapkan mampu menciptakan SDM unggul yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.

Baca Juga: Jembatani Mahasiswa PTKI dengan Dunia Kerja dan Industri, Kemenag Rilis Program PRIMA Magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.