Nurul Meilani, Alumni MAI Foundation, Kembali Mengabdi Sebagai Project Leader Opening BBM 2025

AKURAT JABAR - Dibalik Suksesnya Opening BBM MAI Foundation 2025, Ada Kontribusi Alumni di Dalamnya Momentum pembukaan Beasiswa Bintang Mandiri (BBM) Angkatan ke-5 oleh MAI Foundation bukan hanya memperkuat peran pendidikan nasional, tetapi juga menjadi bukti nyata kontribusi alumni dalam siklus keberlanjutan program. Salah satu figur sentral di balik suksesnya Opening BBM 2025 adalah Nurul Meilani, alumni penerima manfaat Learning Camp MAI Foundation Angkatan 8.
Kini, empat tahun berselang, Nurul kembali dalam peran berbeda sebagai Project Leader yang memimpin seluruh rangkaian kegiatan Opening Beasiswa Bintang Mandiri (BBM) 2025. Sebuah kisah yang menunjukkan bagaimana MAI Foundation tidak hanya membentuk penerima manfaat, tapi juga menumbuhkan agen perubahan yang turut berkontribusi kembali.
“Dulu saya belajar dan tumbuh di Learning Camp MAI Foundation, sekarang saya ingin turut berkontribusi,” ujar Nurul singkat, di sela kesibukannya memimpin tim pelaksana.
BBM 2025: Kolaborasi Strategis untuk Pendidikan Karakter
Program BBM 2025 diselenggarakan oleh MAI Foundation, organisasi pendidikan yang fokus pada pembinaan pelajar dan mahasiswa agar dapat lolos ke PTN favorit dan menyelesaikan pendidikan tinggi berkualitas. Program ini mendapat dukungan kolaboratif dari dua lembaga strategis nasional:
-
LPDP RI – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan
-
BAZNAS RI – Badan Amil Zakat Nasional
Direktur LPDP RI, Ir. Dwi Larso, MSIE., Ph.D., dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan pendidikan:
“LPDP sangat terbuka untuk bergandengan tangan bersama Beasiswa Bintang Mandiri dalam memajukan generasi muda bangsa.” ujarnya.
Dari sisi BAZNAS, semangat kontribusi juga ditegaskan oleh Farid Septian, S.Sos., M.Hum.:
“Para penggerak program ini berada pada level tertinggi manusia karena turut mengelola dan menyampaikan dana zakat untuk kemaslahatan pendidikan.” pungkasnya
MAI Foundation: Pendidikan untuk Karakter dan Kepemimpinan
Dalam sambutannya, Ketua MAI Foundation, Bily Arkan, secara resmi membuka program BBM 2025 dengan menyampaikan bahwa:
“Pendidikan bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang pembinaan dan penumbuhan karakter.”
Senada dengan itu, Ketua MAI Institute, Erry Septianto, menambahkan bahwa pendidikan adalah bekal utama menuju visi Indonesia Emas 2045.
Para peserta BBM 2025 akan mendapatkan pendampingan dari mentor profesional, seperti Yandi Purnawijaya, seorang Personal Development Coach yang siap membantu para penerima beasiswa dalam membentuk jati diri dan kepemimpinan.
Nurul Meilani: Kembali Mengabdi dengan Hati
Dalam penutupan acara, Nurul Meilani membagikan perasaannya atas perjalanan panjangnya bersama MAI Foundation:
“Empat tahun lalu, saya adalah peserta Learning Camp — datang dengan harapan, pulang dengan semangat baru. Hari ini saya bersyukur bisa kembali sebagai Project Leader dan berkontribusi dengan tenaga yang saya miliki. Terima kasih yang sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh donatur MAI Foundation, juga kepada Kang Yandi dan Teh Wadifah yang selama ini sudah seperti orang tua sendiri bagi kami. Terima kasih telah percaya, mendampingi, dan membentuk kami menjadi pribadi yang siap memberi manfaat. Saya bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar MAI Foundation.”
Dengan hadirnya alumni seperti Nurul Meilani yang kembali mengabdi, BBM 2025 bukan hanya program beasiswa, tapi sebuah perwujudan nyata dari siklus manfaat yang berkelanjutan: dari penerima manfaat, menjadi pemberi manfaat. Inilah esensi dari pendidikan berbasis karakter dan keberdayaan — membangun bangsa lewat generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga berjiwa sosial dan bertanggung jawab.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






