Jabar

Respons Damkar Bandung 8 Menit, Farhan Tekankan Kesiapsiagaan dan Teknologi

Didin Wahidin | 22 April 2026, 18:50 WIB
Respons Damkar Bandung 8 Menit, Farhan Tekankan Kesiapsiagaan dan Teknologi
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat memimpin apel Damkarmatan dan menegaskan pentingnya respons cepat dan teknologi.

AKURAT JABAR – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa kecepatan dan kesiapsiagaan menjadi faktor utama dalam pelayanan pemadam kebakaran di tengah dinamika Kota Bandung yang semakin padat.

Hal ini ia sampaikan saat memimpin apel gabungan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kota Bandung di Jalan Sukabumi, Selasa, 21 April 2026.

Dalam arahannya, Farhan membuka kegiatan dengan doa serta penghormatan kepada petugas dan relawan yang gugur, mengalami luka, maupun yang masih berjuang menjalankan tugas kemanusiaan. Ia menilai pengabdian mereka sebagai contoh nyata dedikasi yang harus diteruskan.

“Pengabdian mereka adalah teladan bagi kita semua. Kita harus melanjutkan semangat itu dengan kerja terbaik,” ujarnya.

Farhan menggambarkan kondisi Bandung sebagai kota dengan tekanan tinggi.

Baca Juga: Panggil Damkar! MPLS SMAN 5 Bekasi Kenalkan Mitigasi Bencana untuk Siswa

Selain dihuni sekitar 1,6 juta jiwa, mobilitas pendatang dan pekerja harian turut meningkatkan kompleksitas kota.

Situasi ini berdampak pada meningkatnya potensi bencana, khususnya kebakaran.

Menurutnya, tugas Damkar kini semakin luas, tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat lainnya.

“Dari kebakaran permukiman, pohon tumbang, hingga evakuasi hewan liar, semua menjadi bagian dari tugas harian kita,” katanya.

Di tengah tantangan tersebut, Farhan memberikan apresiasi atas capaian Damkarmatan Kota Bandung yang mampu melampaui standar nasional waktu tanggap darurat.

Baca Juga: Cegah Kebakaran Saat Rumah Kosong, Simak Tips Mudik Aman Kabupaten Bekasi 2026 dari Dinas Damkar

Jika standar maksimal nasional berada di angka 15 menit, Bandung mencatat rata-rata respons hanya 8 menit 30 detik.

“Ini bukan sekadar angka, tapi bukti nyata kehadiran negara di saat warga membutuhkan,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pencapaian tersebut harus dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, bukan sekadar kebanggaan.

Farhan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung operasional pemadam kebakaran.

Dia menyebut penggunaan call center, GPS, command center, hingga rencana pemanfaatan drone sebagai langkah strategis untuk meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan.

Baca Juga: Perkuat Layanan Damkar, Pemkab Bekasi Terima Hibah Tanah Ribuan Meter dari Pemprov Jabar

“Alat boleh sederhana, tapi kalau SDM unggul, hasilnya luar biasa. Namun modernisasi tetap kita dorong,” katanya.

Selain itu, ia menilai masih banyak gedung yang belum memiliki sistem proteksi kebakaran yang memadai.

Fasilitas seperti alat pemadam api ringan (APAR), hidran, sprinkler, dan alarm kebakaran seharusnya menjadi standar wajib.

Farhan juga menyinggung persoalan teknis di sektor perhotelan, khususnya terkait lift yang sering bermasalah.

Menurutnya, hal tersebut dapat berdampak pada citra Bandung sebagai kota tujuan wisata.

Baca Juga: Bupati Om Zein Lepas Tim Damkar Berlaga di Tingkat Provinsi Jawa Barat: Jangan Hanya Andalkan Fisik!

“Jangan sampai kita baru serius setelah kejadian. Pencegahan adalah kunci,” ujarnya tegas.

Peran relawan Redkar juga mendapat perhatian dalam arahannya. Ia menyebut relawan sebagai garda terdepan di tingkat wilayah, terutama dalam penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Meski demikian, Farhan mengingatkan pentingnya keterampilan dan kewaspadaan dalam setiap aksi penyelamatan.

“Menolong itu mulia, tapi keselamatan diri tetap yang utama,” pesannya.

Farhan turut mengapresiasi kinerja Damkarmatan dalam menangani bencana angin puting beliung yang terjadi pada awal April 2026.

Ia menilai proses pemulihan yang cepat menjadi bukti kesiapan tim di lapangan.

Baca Juga: Purwakarta Terbitkan Surat Edaran Sebagai Langkah Antisipatif Terhadap Potensi Bencana Kekeringan dan Karhutla

Pemerintah Kota Bandung, lanjutnya, juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan personel melalui jaminan kesehatan, perlindungan kerja, serta tunjangan risiko tinggi.

Momentum apel ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dan Hari Ulang Tahun Damkar ke-107.

Hal ini menjadi simbol semangat pengabdian lintas generasi, termasuk kontribusi perempuan dalam dunia pemadam kebakaran.

Di akhir arahannya, Farhan menegaskan bahwa disiplin adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai penyelamat masyarakat.

“Semakin baik kinerja kita, semakin tinggi harapan masyarakat. Maka jawabannya hanya satu: tetap disiplin, tetap sigap, dan terus mengabdi,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.