Jabar

Bandung Kiblat Mode Muslim, Muhammad Farhan Perkuat Ekosistem Modest Fashion Lawan Produk Impor

Didin Wahidin | 9 Maret 2026, 21:45 WIB
Bandung Kiblat Mode Muslim, Muhammad Farhan Perkuat Ekosistem Modest Fashion Lawan Produk Impor
Press Conference HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu 7 Maret 2026.

AKURAT JABAR – Pemerintah Kota Bandung terus memacu sektor modest fashion atau busana sopan sebagai pilar utama ekonomi daerah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa ekosistem industri fesyen muslim di Kota Kembang kini telah matang, mulai dari skala UMKM hingga produksi massal yang mendunia.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers HijabFest 2026 di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu (7/3/2026).

Menurut Farhan, Bandung memiliki keunggulan kompetitif karena memiliki rantai pasok yang lengkap, mulai dari inovasi desain hingga pusat konveksi yang kuat.

“Kreativitas dan skala produksi modest fashion di Bandung sangat luar biasa. Mulai dari produk yang sangat eksklusif (niche) hingga produksi massal, semuanya tersedia di kota ini,” ujar Muhammad Farhan.

Baca Juga: KDM dan Nyi Hyang Tampil Memukau di Acara Fashion Show Sunda Karsa Fest 2025, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Kearifan Lokal

Tantangan Manufaktur dan Inovasi Bahan Tekstil

Meskipun memiliki posisi strategis, Farhan tidak menampik adanya tantangan besar di sektor manufaktur. Berdasarkan data BPS, pertumbuhan sektor manufaktur di Bandung hanya menyentuh angka 0,01 persen.

Artinya, belum ada penambahan pabrik baru yang signifikan untuk menopang industri kreatif ini.

Oleh karena itu, Farhan mendorong pengembangan teknologi tekstil yang adaptif terhadap iklim tropis.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan basis industri di Bandung agar nilai ekonomi tetap berputar di dalam daerah.

“Secara bisnis, bahan baku impor bukan masalah utama. Yang paling penting, desain, konveksi, merek, hingga kantor pusatnya beralamat di Bandung sehingga memberikan kontribusi pajak (NPWP) bagi daerah,” tegasnya.

Baca Juga: Semarak Hari Batik Nasional di Wanayasa, Purwakarta Gelar Workshop Membatik dan Lomba Fashion Show

Bentengi Produk Lokal dengan Sertifikasi Halal dan QRIS

Selain itu, Farhan menyoroti pentingnya perlindungan produk lokal dari gempuran barang impor murah.

Pemerintah Kota Bandung kini menggunakan instrumen ekonomi seperti sertifikasi halal dan sistem pembayaran digital (QRIS) sebagai alat proteksi pasar.

Pasalnya, persaingan global kini sudah merambah hingga pasar tradisional dan platform daring lokal.

“Sertifikasi halal dan QRIS menjadi instrumen untuk memastikan ketahanan ekonomi Bandung tidak direbut oleh pesaing luar,” tambah Farhan.

Baca Juga: Jawa Barat Puncaki IMTI 2025, Jadi Destinasi Wisata Ramah Muslim Terbaik di Indonesia

Jawa Barat Bidik Posisi Pionir Ekonomi Syariah Dunia

Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, memproyeksikan Jawa Barat sebagai pionir ekonomi syariah global.

Dengan populasi mencapai 50,7 juta jiwa yang mayoritas muslim, Jabar memiliki pasar industri halal yang sangat masif.

Faktanya, pada tahun 2025 saja, Pemprov Jabar telah menerbitkan 800 ribu sertifikat halal.

Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan tambahan lebih dari 600 ribu sertifikat baru guna memperkuat ekosistem industri halal.

“Dunia melihat perkembangan ekonomi syariah Indonesia, dan Indonesia melihat Jawa Barat. Kita harus menjadi pusat industri halal dunia dan jangan sampai kalah dari negara minoritas muslim yang kini mulai agresif di sektor ini,” ujar Erwan Setiawan.

Baca Juga: Dorong Kemandirian Ekonomi Umat, PP Persis Resmi Buka Persis Ramadan Expo 2026 di TSM Bandung

Sinergi National Halal Fair 2026

Kegiatan HijabFest x Jabar Halal Fair 2026 ini merupakan buah kolaborasi apik antara Bank Indonesia, Pemprov Jabar, dan Pemkot Bandung.

Acara ini menjadi pemanasan menuju West Java Sharia Economic Festival 2026 yang akan menghadirkan pameran produk UMKM unggulan dan akses keuangan syariah.

Akhirnya, melalui penguatan sektor modest fashion dan percepatan sertifikasi halal, Kota Bandung optimis tetap menjadi lokomotif ekonomi kreatif nasional.

Dengan demikian, identitas Bandung sebagai Paris van Java tetap relevan dengan sentuhan religi yang modern.

Baca Juga: Gelar Dekranasda Jabar Awards, Pemprov Jabar Dorong UMKM dan Industri Kreatif Sebagai Tulang Punggung Perekonomian

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.