Program Nikah Hemat Purwakarta Nol Rupiah, Bantu Pasangan Tanpa Beban Biaya Pernikahan

AKURAT JABAR – Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satunya melalui program nikah hemat yang memberikan kemudahan bagi pasangan calon pengantin untuk melangsungkan pernikahan tanpa biaya.
Program ini kembali digelar di Kantor Urusan Agama (KUA) Purwakarta Kota pada Senin (27/4/2026), dengan diikuti dua pasangan pengantin yang merasakan langsung manfaat dari kebijakan tersebut.
Nikah hemat merupakan program kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Purwakarta dan Kementerian Agama yang dirancang untuk meringankan beban biaya pernikahan.
Melalui program ini, seluruh kebutuhan pernikahan ditanggung sepenuhnya, sehingga pasangan tidak perlu mengeluarkan biaya sama sekali atau nol rupiah.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Imbau Gen Z Tak Gelar Pesta Mewah, Prioritaskan Beli Rumah
Fasilitas yang diberikan pun cukup lengkap, mulai dari busana pengantin, kendaraan untuk mengantar pengantin, hingga seluruh administrasi persyaratan pernikahan.
Hal ini menjadikan program tersebut sebagai solusi bagi masyarakat, khususnya mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Salah satu pasangan pengantin, Muhamad Yusup dan Anisa Solihat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini.
Mereka sebelumnya mendaftar melalui Bale Katresna milik Pemerintah Kabupaten Purwakarta tanpa harus membawa berkas persyaratan yang rumit.
“Sangat membantu sekali, karena biaya seluruhnya di tanggung pemkab Purwakarta dan Kementerian Agama, dari mulai baju pengantin, mobil pengantar pengantin, hingga administrasi persyaratan nikah,” ujar Muhamad Yusup.
Baca Juga: Tren Pencatatan Nikah Syawal 2026 Meningkat Tajam, Kemenag Jamin Layanan KUA Tetap Normal Meski WFA
Kemudahan tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama ini terkendala biaya untuk melangsungkan pernikahan.
Program ini juga dinilai mampu mengurangi beban psikologis calon pengantin yang kerap terbebani oleh tingginya biaya resepsi.
Sementara itu, Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, yang turut hadir dan menjadi saksi dalam prosesi pernikahan tersebut, menegaskan bahwa program nikah hemat merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk membantu warga yang ingin menikah namun memiliki keterbatasan finansial, tanpa harus memaksakan diri mencari biaya dengan cara berutang.
“Program nikah hemat ini bisa meringankan beban biaya nikah bagi calon pasangan pengantin dan keluarganya, jangan sampai untuk modal nikah dari hasil meminjam,” tegasnya.
Menurutnya, fenomena memaksakan diri untuk menggelar pesta pernikahan mewah sering kali berdampak pada munculnya masalah ekonomi baru di kemudian hari.
Oleh karena itu, pemerintah hadir memberikan alternatif yang lebih sederhana namun tetap sah dan bermakna.
Program ini juga memiliki tujuan edukatif, khususnya bagi generasi muda atau Gen Z, agar tidak terjebak pada gaya hidup konsumtif dalam menyelenggarakan pernikahan.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam merencanakan pernikahan sesuai kemampuan.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Purwakarta berencana memperluas pelaksanaan program nikah hemat ke seluruh KUA yang ada di wilayah Purwakarta.
Dengan demikian, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat dari program tersebut.
Langkah ini diharapkan tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran baru bahwa pernikahan tidak harus identik dengan biaya besar.
Yang terpenting adalah kesiapan pasangan dalam membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.
Melalui program nikah hemat, Pemkab Purwakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
Inovasi ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik dapat dirancang secara inklusif, efisien, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Sabet Penghargaan Disway Top Regional Leader Award 2026, Saepul Bahri Binzein Kokohkan Purwakarta sebagai Magnet Industri Jawa Barat
- 2Menguji Akuntabilitas di Tengah Polemik PCMB Jawa Barat: Solusi Untuk Calon Murid Lebih Utama daripada Pergantian Pimpinan
- 3Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 4BEM Se-Kota Makassar Gelar Dialog Kebangsaan, Dorong Independensi Mahasiswa Menuju Indonesia Emas
- 5Hari Jadi Purwakarta 2026 Dimulai, Om Zein Ajak Warga Jaga Sumber Air Lewat Tradisi Muru Indung Cai
- 6HMI Cabang Purwakarta dan Wamenko Bidang Pangan: Merekonstruksi Ketahanan Pangan Nasional dari Perspektif Kader Mandataris dan Arsitektur Digital
- 7Sambut HUT Ke-57 UIN Sultanah Nahrasiyah, Personel Brimob Aceh Batalyon B Pelopor Gelar Aksi Donor Darah
- 8Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik
- 9Respons Isu Reformasi Jilid II, Forum Sekjen Cipayung Plus: Situasi Berbeda dengan 1998
- 10Sikapi Tantangan Fiskal dan Demokrasi, Forum Sekjen Cipayung Plus Soroti Program MBG hingga Kebebasan Akademik







