Jabar

Om Zein Dorong Kader HMI Perkuat Nilai Keislaman di Tengah Disrupsi Digital

Didin Wahidin | 9 Juni 2026, 09:49 WIB
Om Zein Dorong Kader HMI Perkuat Nilai Keislaman di Tengah Disrupsi Digital
Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein saat membuka Training Raya Nasional HMI Cabang Purwakarta Tahun 2026 di Bale Maya Datar.

AKURAT JABAR – Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein mengajak generasi muda, khususnya Kader HMI, untuk memperkokoh nilai-nilai keislaman dan kebangsaan sebagai fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul di era disrupsi digital.

Pesan tersebut disampaikan Om Zein saat menghadiri pembukaan Training Raya Tingkat Nasional yang terdiri dari Intermediate Training (LK II) dan Latihan Khusus Kohati (LKK) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Purwakarta Tahun 2026 di Bale Maya Datar, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema "Revitalisasi Nilai Keislaman dan Keindonesiaan Kader HMI Menuju Kepemimpinan Progresif di Era Disrupsi Digital" itu diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum tersebut menjadi bagian dari proses kaderisasi formal HMI yang bertujuan memperkuat kapasitas kepemimpinan kader, baik secara organisatoris maupun dalam konteks pengabdian kepada masyarakat.

Selain menjadi ruang pembelajaran, kegiatan tersebut juga menjadi wadah dialektika dan refleksi intelektual bagi para peserta dalam menyikapi berbagai perubahan sosial yang dipicu oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin masif.

Baca Juga: HMI Purwakarta Soroti Urgensi Larangan Vape dalam RUU Narkotika untuk Cegah Penyalahgunaan Zat Berbahaya

Dalam sambutannya, Om Zein yang juga merupakan alumni HMI menyoroti perubahan pola kehidupan masyarakat akibat percepatan transformasi digital.

Menurutnya, kemudahan akses terhadap informasi telah menciptakan peluang besar bagi generasi muda, namun pada saat yang sama menghadirkan tantangan yang tidak kalah kompleks.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh, mengolah, dan menyebarkan informasi. Kemajuan tersebut memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan.

Namun, ketergantungan yang berlebihan terhadap perangkat digital berpotensi menurunkan daya kritis dan sensitivitas sosial jika tidak disertai kemampuan literasi yang memadai.

Menurut Om Zein, tantangan kepemimpinan masa kini jauh lebih berat dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga: Vokal Soroti Kasus Aktivis KontraS, Ketua Badko HMI Jabar Siti Nurhayati Barsasmy Diteror OTK

Seorang pemimpin tidak hanya dituntut memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan untuk menyaring informasi secara objektif di tengah derasnya arus informasi yang beredar setiap saat.

Karena itu, ia mengingatkan Kader HMI agar tidak terjebak menjadi generasi yang sekadar mengonsumsi informasi tanpa proses verifikasi dan analisis yang mendalam.

Kemampuan memilah informasi dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki oleh calon pemimpin masa depan.

"Kader HMI harus mampu menjadi teladan dalam berpikir kritis. Jangan mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar. Era digital membutuhkan generasi yang cerdas, bijak, dan bertanggung jawab," ungkapnya.

Lebih lanjut, Om Zein menegaskan bahwa Kader HMI memiliki posisi strategis dalam mencetak pemimpin masa depan bangsa. Oleh sebab itu, penguatan karakter, integritas, moralitas, dan wawasan kebangsaan harus berjalan beriringan dengan penguasaan teknologi dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Baca Juga: HMI Cabang Purwakarta Kecam Tindakan Oknum Brimob & DPR RI, Layangkan 7 Tuntutan Tegas

Ia berharap kader HMI mampu berkontribusi secara nyata dalam pembangunan daerah maupun nasional dengan tetap menjadikan nilai keislaman dan keindonesiaan sebagai landasan dalam mengambil keputusan dan menjalankan tanggung jawab sosial.

"Revitalisasi nilai itu kuncinya. Jangan sampai kemajuan teknologi justru mengikis karakter dan tanggung jawab sosial kita," ujar Om Zein.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian serius dari para peserta yang hadir. Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi instrumen untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia, bukan menjadi faktor yang menghilangkan identitas budaya, etika, maupun nilai moral yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia.

Ia juga mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan kapasitas diri, peningkatan kompetensi intelektual, serta media inovasi yang mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Purwakarta, Muhamad Asep Budiana, menjelaskan bahwa pelaksanaan Intermediate Training dan Latihan Khusus Kohati tahun ini telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat. Mulai dari proses administrasi hingga screening peserta sebelum dinyatakan layak mengikuti forum kaderisasi tingkat nasional tersebut.

Baca Juga: Demokrasi Lokal dan Framing Politik di Balik Polemik Om Zein–Abang Ijo Purwakarta

"Para peserta merupakan kader HMI yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Adapun forum training baru berjalan dua hari dan insyaallah akan berakhir pada 13 Juni mendatang," ujar Asep Budiana yang akrab disapa Abet saat ditemui di lokasi kegiatan, Selasa (9/6/2026).

Menurut Abet, Training Raya Nasional tersebut dirancang untuk melahirkan kader yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, tetapi juga mampu beradaptasi terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan identitas keislaman dan kebangsaan.

Melalui berbagai materi yang diberikan oleh para pemateri dari beragam latar belakang profesi dan tingkatan organisasi, peserta dibekali pemahaman mengenai kepemimpinan, kebangsaan, keislaman, serta tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi digital.

"Kemajuan teknologi yang begitu cepat telah merevolusi cara hidup manusia, menawarkan efisiensi dan konektivitas tanpa batas. Namun, kemajuan ini membawa dua sisi mata pisau yang tidak hanya menghadirkan kemudahan tetapi juga memunculkan berbagai tantangan baru bagi masyarakat," kata Abet.

"Untuk itu, melalui training ini kami harap agar para peserta mampu menjawab tantangan tersebut demi kemaslahatan umat dan bangsa, dengan NDP HMI, dengan bekal karakter nilai keislaman dan kebangsaan. Para peserta juga dibekali berbagai materi dengan pemateri yang beragam di berbagai bidang dan tingkatan, yang notabene adalah alumni. Mudah-mudahan peserta mampu memahami seluruh materi," lanjutnya.

Baca Juga: Nahkodai MW KAHMI Jawa Barat, Suherman Saleh Siap Akselerasi Pembangunan Daerah

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sejalan dengan upaya mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.

Melalui forum kaderisasi ini, Om Zein berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang progresif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta tetap berpegang teguh pada nilai keislaman dan kebangsaan sebagai fondasi dalam menjalankan peran kepemimpinan di tengah masyarakat.

Dengan bekal tersebut, Kader HMI diharapkan mampu menjawab tantangan era disrupsi digital sekaligus menjadi motor penggerak pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bangsa, kemaslahatan umat, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.