Pemkot Bandung Geber Rumusan Percepatan Penanganan Sampah, Pemantauan Titik Rawan Dilakukan

AKURAT JABAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus berupaya mengakselerasi upaya penanganan sampah, salah satunya dengan melakukan pemantauan ke berbagai kawasan pengelolaan sampah untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan lancar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pemantauan yang dilakukan bertujuan tidak hanya untuk memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai standar melainkan juga untuk merumuskan regulasi yang lebih efektif.
"Ini bagian dari upaya kami dalam melakukan peninjauan lapangan. Kesan awalnya mungkin terlihat formal, tetapi sebenarnya ini akan membuka wawasan kita untuk merumuskan regulasi yang lebih tepat," katanya, dikutif dari situs jabarprov.go.id, Sabtu (8/3/2025).
Baca Juga: Kemenag Buka Bantuan Untuk Masjid dan Musala Tahun 2025, Ini Cara dan Tahapan Pendaftarannya
Pemkot Bandung melibatkan berbagai pihak dalam proses ini, termasuk unsur masyarakat seperti Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang mengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta dari unsur akademisi.
"Persepsi terkait pengelolaan sampah ini harus disamakan agar selaras dengan kebijakan yang diterapkan," ucapnya.
Sebagai bagian dari monitoring, tim mengunjungi beberapa lokasi, seperti TPST Patrakomala di Kelurahan Merdeka, yang telah menerapkan konsep Kawasan Bebas Sampah (KBS). Dari 9 RW di kelurahan ini, 4 RW sudah mencapai status KBS.
"Kami memiliki visi untuk mewujudkan seluruh wilayah Kota Bandung sebagai KBS. Untuk itu, kami ingin memanfaatkan peran para champion atau penggerak yang telah berhasil menerapkan konsep ini untuk membantu wilayah lain yang belum mencapai KBS," ucapnya.
Baca Juga: Sekda Herman Suryatman: Ada Tiga Kunci Sukses Wujudkan Jabar Istimewa
Monitoring yang dilakukan ini merupakan tindak lanjut terkait kolaborasi dalam penanganan sampah hasil audiensi Pemkot Bandung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB). Kerja sama ini sejalan dengan upaya percepatan penanganan sampah yang tengah digencarkan Pemkot Bandung.
ITB turut memberikan masukan terkait perencanaan aksi, baik untuk solusi darurat, jangka menengah, maupun jangka panjang. Terkait lokasi-lokasi yang dikunjungipun merupakan sampel yang telah diteliti oleh tim ITB dan Universitas Padjadjaran (Unpad).
Ke depan, hasil survei yang dilakukan akan menjadi dasar dalam merumuskan langkah nyata guna mengatasi permasalahan sampah di Kota Bandung.
Ada pun beberapa lokasi survei monitoring, antara lain: Mesin Motah Patrakomala, Kecamatan Sumur Bandung dan TPST Tegalega Kecamatan Regol. Tim monitoring kemudian berlanjut menuju Mesin Motah Cigondewah, Kecamatan Bandung Kulon, KBS dan Maggotisasi Jamaras Kecamatan Jatihandap, lalu dijadwalkan meninjau TPST di Kecamatan Gedebage, TPSS Gedebage di Jalan SOR GBLA, serta berakhir di Rumah Maggot TPS Rancabolang.
Baca Juga: Tekan Risiko Banjir Jabodetabek, BMKG Galakan Operasi Modifikasi Cuaca 24 Jam
Untuk diketahui, Pemkot Bandung telah meluncurkan berbagai program untuk mengatasi permasalahan sampah. Salah satunya adalah Mobil Pacman, yang menandai kick-off penanganan sampah Bandung Utama.
Selain itu, Pemkot Bandung akan menerapkan tiga pendekatan utama: penanganan, pengendalian, dan penormalan. Sedangkan, program penanganan sampah yang telah berjalan, seperti maggotisasi, bank sampah, dan Kang Pisman, akan terus diperkuat. Pemanfaatan teknologi pengolahan sampah, seperti Wisanggeni, Motah, dan Pyrolisis, juga akan dioptimalkan.
Pemkot Bandung berharap dengan upaya ini dapat mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






