361 Proyek Infrastruktur Siap Digarap Jabar Tahun 2025, Ini Rinciannya

AKURAT JAWA BARAT - Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (DBMPR) menyiapkan 361 paket pekerjaan konstruksi pada tahun anggaran 2025. Total dananya fantastis, mencapai Rp 2,287 triliun.
Serangkaian proyek ini diprioritaskan untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan layanan jalan dan jembatan, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di seluruh wilayah Jabar.
Kepala DBMPR Jabar, Agung Wahyudi, menyebut ribuan kilometer jalan provinsi membutuhkan penanganan rutin agar kualitasnya tetap terjaga. Karena itu, program 2025 dirancang menyentuh berbagai aspek, mulai dari rekonstruksi, rehabilitasi, pemeliharaan berkala, pemasangan marka, pelebaran, hingga pembangunan serta penggantian jembatan.
“Tujuan kami memastikan performa jalan dan jembatan tetap prima. Ruas-ruas yang butuh rekonstruksi atau pemeliharaan juga kami percepat penanganannya, supaya layanan infrastruktur untuk warga Jabar makin optimal,” ujarnya di Bandung, dikutip dari laman resmi Pemprov Jabar, Senin (8/12/2025).
Paket Pergeseran Jadi yang Terbesar
Dari ratusan paket yang disiapkan, komposisinya terdiri dari:
- 105 paket program murni
- 139 paket pergeseran
- 60 paket hasil perubahan
- 57 paket melalui Belanja Tidak Terduga (BTT dan BTT 2)
Paket pergeseran menjadi kelompok dengan nilai terbesar, mencapai Rp 1,245 triliun, terutama untuk rekonstruksi dan pelebaran jalan.
Sementara program murni senilai Rp 321,31 miliar dialokasikan untuk pemeliharaan berkala, rehabilitasi, dan pembangunan pelengkap infrastruktur.
Di sisi lain, paket perubahan sebesar Rp 348,67 miliar diarahkan untuk percepatan penanganan ruas jalan dan jembatan yang memerlukan intervensi cepat.
DBMPR juga menyiapkan anggaran melalui BTT guna menangani kebutuhan khusus atau kondisi darurat di lapangan.
Kemantapan Jalan Jabar Tembus 86,44 Persen
Agung menjelaskan, kondisi jalan provinsi sepanjang 2.362,18 km pada Semester II 2024 tercatat memiliki tingkat kemantapan 86,44 persen. Angka tersebut mencakup ruas dengan kategori baik dan sedang.
“Meski kemantapan jalan cukup tinggi, kami tetap kebut penanganan ruas yang masuk kategori rusak ringan maupun berat agar pemerataan kualitas infrastruktur benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Untuk infrastruktur jembatan, dari total 1.318 unit, sebanyak 1.123 unit tercatat dalam kondisi mantap.
Progres Proyek: 124 Paket Rampung, 139 Masih Berjalan
Hingga laporan terakhir, sudah ada 263 paket yang masuk tahap kontrak. Dari jumlah itu:
- 124 paket telah rampung
- 139 paket masih dikerjakan di lapangan
- 98 paket berada pada proses pengadaan
DBMPR memastikan pengawasan berjalan ketat, baik secara administrasi maupun fisik di lapangan. Pemantauan juga dilakukan lewat UPTD di enam wilayah kerja.
“Kami pastikan seluruh proses pengadaan akuntabel dan setiap progres di lapangan terkontrol. Targetnya, proyek-proyek strategis bisa selesai tepat waktu agar manfaatnya cepat dirasakan masyarakat,” kata Agung.
Ia menegaskan peningkatan kualitas jalan dan jembatan tetap menjadi fokus utama DBMPR. Dengan perencanaan matang, pengawasan ketat, dan kolaborasi bersama para mitra pelaksana, layanan infrastruktur Jabar ditarget semakin andal.
“Intinya, jalan mantap untuk layanan publik yang mantap. Kami bekerja memastikan seluruh ruas jalan provinsi memberi manfaat maksimal bagi masyarakat dan dunia usaha,” tutupnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










