Rekonstruksi Gunung Padang Resmi Dimulai, Dedi Mulyadi Tegaskan Negara Wajib Hadir Jaga Warisan Leluhur

Akurat Jawa Barat- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara resmi membuka babak baru pelestarian sejarah nasional dengan meresmikan dimulainya rekonstruksi Situs Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Senin, kemarin.
Momentum ini menjadi penanda keseriusan Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dalam menjaga warisan budaya bernilai tinggi yang telah lama menjadi perhatian nasional.
Melalui langkah konkret tersebut, Pemprov Jawa Barat menegaskan bahwa pelestarian cagar budaya tidak berhenti pada tataran wacana. Situs Gunung Padang yang telah berstatus sebagai Cagar Budaya Nasional kini memasuki fase krusial, di mana rekonstruksi dilakukan secara terencana, bertanggung jawab, dan berpijak pada kaidah pelestarian sejarah.
Gubernur yang akrab disapa KDM itu menaruh harapan besar agar seluruh tahapan rekonstruksi berjalan aman, lancar, serta sesuai dengan prinsip perlindungan peninggalan leluhur. Ia menegaskan, negara memiliki kewajiban mutlak untuk hadir dan menjamin keberlanjutan situs-situs bersejarah, termasuk dalam hal pembiayaan.
"Negara bertanggung jawab penuh terhadap berbagai rekonstruksi peninggalan sejarah. Biaya harus tersedia, kalaupun tidak tersedia harus disediakan," tegas KDM.
Lebih jauh, KDM menilai dimulainya rekonstruksi Gunung Padang sebagai jawaban atas mimpi panjang yang selama ini hanya berpindah dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan lainnya. Ia menekankan bahwa saat ini bukan lagi waktunya memperdebatkan kewenangan, melainkan mewujudkan tanggung jawab bersama.
"Semoga hari ini bisa terwujud. Kita tidak lagi bicara mana kewenangan Kementerian Kebudayaan, mana kewenangan Pemerintah Provinsi, mana kewenangan Kabupaten. Seluruhnya adalah hak dan kewajiban kita untuk memelihara. Yang membedakan hanya nomenklatur pembiayaan saja," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, KDM juga menyampaikan komitmen Pemprov Jawa Barat untuk memperkuat sinergi lintas pemerintahan. Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Cianjur—melalui dukungan APBN, APBD Provinsi, serta APBD Kabupaten—akan menjadi fondasi utama keberhasilan rekonstruksi Gunung Padang.
"Saya ucapkan terima kasih, rekonstruksi Gunung Padang dikawitan (dimulai)," imbuhnya.
Tak sebatas aspek teknis, KDM turut mengulas nilai filosofis yang terkandung dalam nama Gunung Padang. Menurutnya, penamaan tersebut mencerminkan tingginya peradaban leluhur Nusantara yang telah memiliki konsep ruang, makna simbolik, dan pandangan kosmologis yang matang.
"Gunung itu artinya adalah puncak tertinggi dari sebuah peradaban. Padang itu artinya alam yang luas," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jawa Barat, Iendra Sofyan, menegaskan dukungan penuh Pemprov Jabar terhadap proses rekonstruksi tersebut, terlebih setelah Gunung Padang resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional.
"Kegiatan ini tentu akan menggali lebih dalam informasi sejarah yang dimiliki masyarakat zaman dulu," kata Iendra.
Ia berharap rekonstruksi Gunung Padang tidak hanya melahirkan temuan-temuan sejarah baru, tetapi juga mampu memberikan efek berganda bagi pengembangan pariwisata Jawa Barat. Dengan dukungan infrastruktur, termasuk akses kereta api melalui program West Java Traincation, daya tarik Gunung Padang diyakini akan semakin meningkat di mata wisatawan.
"Ini juga bisa menjadi daya tarik wisata. Terlebih kita sudah didukung dengan akses kereta api melalui program West Java Traincation," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










